Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
Paus Leo XIV menyerukan kepada dunia untuk segera mengakhiri perang antara Iran dan Amerika Serikat (AS), menekankan pentingnya dialog dibandingkan kekerasan yang semakin merusak.
Paus menyampaikan dalam doa bersama di Basilika Santo Petrus, Sabtu (11/4).
"Cukup sudah dengan kebanggaan atas kekuatan dan uang! Cukup sudah dengan perang!," ucap Paus.
Seruan ini ditekankan dengan pesan bahwa kekuatan sejati terletak pada kemampuan untuk melayani kehidupan, bukan memupuk kehancuran.
Meski tidak menyebutkan nama pemimpin secara spesifik, Paus mengkritik tindakan yang menampilkan kekuasaan sebagai prestasi, sementara dampak kemanusiaannya dirasakan oleh banyak pihak, terutama anak-anak di wilayah konflik.
"Saya menerima banyak surat dari anak-anak di zona konflik. Mari kita dengarkan suara mereka!" ujarnya dengan tegas.
Seruan Paus ini datang setelah peringatan sebelumnya mengenai potensi kehancuran peradaban global jika Selat Hormuz terus ditutup. Ia menyebutkan bahwa situasi tersebut adalah hal yang tak dapat diterima oleh dunia.
Paus kembali menegaskan seruannya untuk menghentikan kekerasan dan memfokuskan upaya pada dialog.
"Kami meminta para pemimpin dunia untuk berhenti. Saatnya untuk perdamaian. Duduklah di meja perundingan dan bicarakan solusi!" tambahnya, sembari menegaskan bahwa keputusan yang mendukung persenjataan dan eskalasi militer harus dihindari.
Konflik Iran-AS semakin memanas setelah serangan gabungan AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari lalu, yang mengakibatkan lebih dari 3.000 korban jiwa, termasuk Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei. Beberapa pekan setelahnya, gencatan senjata tercapai dengan peran mediasi dari Pakistan.
Iran merespons dengan serangan balasan, menargetkan Israel, Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS. Selain itu, Iran juga membatasi jalur pelayaran di Selat Hormuz sebagai upaya pertahanan diri.
Meski kedua negara telah melakukan perundingan di Islamabad pada Sabtu (11/4), pertemuan tersebut belum menghasilkan kesepakatan yang memadai untuk menghentikan perang secara permanen. Sementara itu, Paus kembali menyerukan agar diplomasi tetap menjadi jalan keluar utama bagi konflik yang tak kunjung usai ini. (Z-10)
Mantan Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin menilai kegagalan perundingan antara Amerika Serikat dan Iran bukan semata karena perbedaan posisi melainkan dipicu oleh adanya kepentingan tersembunyi.
Iran tembak jatuh jet F-15 AS dan tawarkan imbalan US$60.000 untuk tangkap pilot. AS kerahkan misi penyelamatan di tengah penolakan gencatan senjata oleh Teheran.
Serangan rudal dan drone Iran hantam Pangkalan Udara Pangeran Sultan di Arab Saudi, melukai 10 tentara AS dan merusak sejumlah pesawat pengisi bahan bakar strategis.
AS-Israel serang Provinsi Isfahan, tewaskan 15 orang. Iran lancarkan serangan balasan ke pangkalan AS dan Israel.
Militer AS melalui USS Rafael Peralta mencegat kapal tanker M/T Stream menuju Iran. Ketegangan di Selat Hormuz meningkat di tengah kebuntuan diplomasi.
Presiden AS Donald Trump memilih strategi blokade ekonomi berkepanjangan terhadap Iran untuk menekan ekspor minyak dan menghindari risiko perang terbuka.
Analisis mengungkap krisis Timur Tengah picu kerugian global US$1 triliun. Di sisi lain, perusahaan minyak raup laba besar di tengah kemiskinan dunia.
Emirat Arab resmi umumkan keluar dari OPEC dan OPEC+ mulai 1 Mei. Langkah strategis ini diambil di tengah krisis energi akibat konflik di Selat Hormuz.
Arab Saudi mendesak Dewan Keamanan PBB secara eksplisit mengecam serangan Iran sejak awal krisis, sembari menyoroti pentingnya keamanan Selat Hormuz bagi ekonomi global.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres memperingatkan bahwa kebuntuan ini berpotensi memicu krisis pangan global.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved