Rusia Tegaskan Isu Palestina Inti Krisis Timur Tengah

Media Indonesia
12/4/2026 07:00
Rusia Tegaskan Isu Palestina Inti Krisis Timur Tengah
Warga Gaza.(Al Jazeera)

PEMERINTAH Rusia melalui Kementerian Luar Negeri mengeluarkan peringatan keras kepada komunitas internasional agar tidak meminggirkan isu Palestina di tengah dinamika politik dan militer yang berkembang pesat di Timur Tengah. Moskow menegaskan bahwa persoalan Palestina tetap menjadi akar permasalahan dari seluruh krisis di kawasan tersebut.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, menyatakan bahwa upaya mengganti penyelesaian fundamental dengan solusi sementara atau sekadar menunda proses perdamaian hanya akan memperpanjang siklus kekerasan. Menurutnya, pengabaian terhadap isu inti ini merupakan langkah berbahaya yang dapat memicu konfrontasi lebih luas.

Risiko Destabilisasi Global

Dalam keterangannya pada Sabtu (11/4/2026), Zakharova memperingatkan bahwa mengeluarkan isu Palestina dari agenda prioritas regional berisiko menyebabkan destabilisasi jangka panjang. Dampak dari ketidakpastian ini, lanjutnya, tidak hanya akan dirasakan di Timur Tengah, tetapi juga memiliki konsekuensi secara global.

"Isu Palestina adalah inti dari krisis Timur Tengah. Kami memperingatkan agar masalah ini tidak terpinggirkan oleh dinamika politik dan militer yang terjadi saat ini," tegas Zakharova sebagaimana dikutip dari laporan WAFA/Antara.

Kondisi Gaza dan Tepi Barat Kian Memburuk

Rusia juga menyoroti situasi kemanusiaan dan keamanan yang terus merosot di Jalur Gaza serta Tepi Barat. Zakharova menilai kondisi di lapangan saat ini secara sistematis melemahkan prospek pencapaian solusi dua negara (two-state solution), yang selama ini menjadi konsensus internasional untuk perdamaian permanen.

Atas dasar tersebut, Rusia mendesak komunitas internasional untuk:

  • Memprioritaskan kembali penyelesaian isu Palestina dalam forum-forum global.
  • Memperkuat kerja sama multilateral untuk menghentikan eskalasi.
  • Mendorong implementasi solusi politik dan diplomatik yang konkret.

Sebagai penutup, Zakharova menegaskan komitmen Rusia untuk terus berada di garis depan dalam mendorong dialog diplomatik guna mengakhiri konflik yang telah berlangsung selama puluhan tahun tersebut. Moskow meyakini tanpa penyelesaian yang adil bagi rakyat Palestina, stabilitas sejati di Timur Tengah mustahil tercapai.

Catatan Redaksi: Rusia secara konsisten menyuarakan dukungan terhadap kedaulatan Palestina berdasarkan perbatasan tahun 1967 dengan Jerusalem Timur sebagai ibu kotanya, sejalan dengan resolusi-resolusi PBB yang relevan. (Ant/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya