Unjuk Kekuatan, Iran Pamerkan Drone Jarak Jauh "Arash" di Tengah Rali Pro-Pemerintah

Thalatie K Yani
23/4/2026 08:52
Unjuk Kekuatan, Iran Pamerkan Drone Jarak Jauh
Pemerintah Iran memamerkan drone jarak jauh Arash dan rudal dalam rali nasional. (Telegram/Tasnim News Agency)

PEMERINTAH Iran terus menunjukkan taring militernya di hadapan publik. Dalam rali pro-pemerintah yang digelar di alun-alun utama Teheran pada Rabu (22/4) malam, sebuah drone jarak jauh milik Angkatan Darat Iran yang dinamakan "Arash" dipamerkan secara terbuka sebagai simbol kekuatan pertahanan negara.

Melansir laporan berbagai media lokal Iran, pameran alutsista ini tidak hanya terpusat di ibu kota. Drone militer serupa juga ditampilkan dalam aksi massa di kota Karaj serta kota pelabuhan Bandar Abbas di bagian selatan Iran.

Nasionalisme dan Pesan Politik

Kantor Berita Tasnim yang berhaluan keras merilis video yang memperlihatkan suasana rali di Teheran. Dalam rekaman tersebut, kelompok massa tampak mengibarkan bendera Republik Islam Iran dan bendera Hezbollah Lebanon yang didukung oleh Teheran. Mereka menyerukan slogan-slogan nasionalisme yang kental.

"Aku akan berperang untukmu, tanah air," seru kerumunan massa dalam video tersebut.

Selain drone, pada malam sebelumnya, berbagai jenis rudal juga dipajang di sejumlah kota besar, termasuk Teheran. Beberapa video yang beredar memperlihatkan massa meneriakkan slogan "Mampuslah Amerika" di tengah pawai tersebut.

Strategi Mobilisasi Massa

Rali pro-pemerintah ini telah menjadi pemandangan harian di berbagai alun-alun utama Iran sejak pecahnya perang pada 28 Februari lalu. Pejabat tinggi Iran beserta stasiun televisi pemerintah secara rutin mendesak masyarakat untuk turun ke jalan guna memberikan dukungan moril kepada pemerintah.

Aksi yang biasanya digelar pada malam hari ini memiliki dua fungsi strategis. Pertama, untuk memproyeksikan citra dukungan publik yang solid terhadap kebijakan pemerintah melalui kibaran bendera nasional. Kedua, secara taktis, kehadiran massa pro-pemerintah dalam jumlah besar di ruang publik mempersulit kelompok oposisi atau pengunjuk rasa anti-pemerintah untuk berkumpul di pusat kota setelah hari gelap.

Hingga saat ini, mobilisasi massa dan unjuk kekuatan militer ini masih terus berlangsung sebagai respon atas situasi geopolitik yang kian memanas, sekaligus menjadi ajang pembuktian loyalitas dalam negeri terhadap kepemimpinan Republik Islam tersebut. (BBC/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya