JD Vance Tiba di Pakistan, AS-Iran Gelar Perundingan Penentu

Ferdian Ananda Majni
11/4/2026 18:55
JD Vance Tiba di Pakistan, AS-Iran Gelar Perundingan Penentu
Wakil Presiden AS JD Vance(Aljazeera)

WAKIL Presiden Amerika Serikat JD Vance tiba di Islamabad, Pakistan, pada Sabtu (11/4) untuk menghadiri perundingan penting dengan Iran yang bertujuan mengakhiri konflik di Timur Tengah, di tengah berlangsungnya gencatan senjata dua pekan.

Pesawat yang membawa Vance mendarat di Pangkalan Udara Nur Khan, dekat Islamabad, sekitar pukul 10.29 waktu setempat. Delegasi AS disambut oleh Menteri Luar Negeri Pakistan Ishaq Dar, Kepala Angkatan Darat Jenderal Asim Munir, serta Menteri Dalam Negeri Mohsin Naqvi.

Setelah sempat singgah di Kedutaan Besar AS, Vance melanjutkan perjalanan ke Hotel Serena di Islamabad. Sementara itu, delegasi Iran yang dipimpin Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf juga telah tiba pada Sabtu pagi, didampingi Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi serta Wakil Dewan Keamanan Nasional Ali Bagheri Kani.

Pakistan menjadi tuan rumah perundingan yang dikenal sebagai Perundingan Islamabad, yang dijadwalkan berlangsung dalam format langsung dan tidak langsung, dengan agenda dimulai sekitar pukul 10.00 waktu setempat. Pembicaraan ini digelar di lokasi yang dirahasiakan dengan pengamanan ketat dan diperkirakan berlangsung selama beberapa hari.

Menyambut kedatangan delegasi AS, Ishaq Dar memuji komitmen AS untuk mencapai perdamaian dan stabilitas regional dan global yang langgeng. Ia juga berharap seluruh pihak dapat terlibat secara konstruktif dan menegaskan kesiapan Pakistan untuk terus memfasilitasi tercapainya solusi damai yang berkelanjutan.

Delegasi AS turut diperkuat oleh utusan khusus Steve Witkoff serta Jared Kushner. Kunjungan ini juga menjadi yang pertama bagi seorang wakil presiden AS ke Pakistan sejak 2011.

Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif menyebut perundingan ini sebagai pertarungan hidup atau mati untuk mencari gencatan senjata permanen. Kedua delegasi juga dijadwalkan bertemu secara terpisah dengan Sharif.

Islamabad kini menjadi pusat perhatian dunia setelah Pakistan bersama sejumlah negara berhasil memediasi gencatan senjata dua minggu antara AS dan Iran, menyusul konflik yang pecah sejak 28 Februari.

Menurut otoritas Iran, hampir 3.000 warga tewas dalam konflik tersebut. Di pihak lain, sedikitnya 13 tentara AS dilaporkan meninggal dan puluhan lainnya terluka. Konflik ini juga berdampak besar pada jalur pelayaran Selat Hormuz, yang merupakan rute utama pengiriman minyak global. (Fer/P-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Cahya Mulyana
Berita Lainnya