Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KETEGANGAN di Timur Tengah kembali memanas seiring dengan kritik tajam yang dilontarkan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, terhadap Amerika Serikat (AS). Araghchi menilai Washington melakukan langkah "bodoh" dengan membiarkan Israel terus melancarkan serangan ke Libanon, yang dinilai merusak kesepakatan gencatan senjata yang baru saja diumumkan.
Kritik ini muncul setelah laporan jatuhnya ratusan korban jiwa di Libanon selama periode yang seharusnya menjadi masa tenang. Iran menegaskan bahwa cakupan gencatan senjata seharusnya mencakup wilayah Libanon, sebuah poin yang menjadi perdebatan sengit antara Teheran dan Washington.
Dalam pernyataannya pada Kamis (9/4), Araghchi menyoroti sikap AS yang dianggap tidak konsisten dalam menjaga komitmen perdamaian. Ia merespons pernyataan Wakil Presiden AS, JD Vance, yang sebelumnya memperingatkan Iran agar tidak menggagalkan gencatan senjata hanya karena isu Libanon.
"Jika AS ingin meruntuhkan ekonominya sendiri dengan membiarkan Netanyahu membunuh diplomasi, itu pada akhirnya adalah pilihannya. Kami menilai itu bodoh, tetapi kami siap menghadapinya," tegas Araghchi sebagaimana dilansir dari Al Jazeera, Jumat (10/4).
Araghchi juga mengaitkan kelanjutan operasi militer Israel dengan situasi domestik Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. Menurutnya, ada motif politik pribadi di balik serangan tersebut guna menghindari proses hukum yang sedang menjerat sang perdana menteri.
| Kategori | Detail Informasi |
|---|---|
| Korban Jiwa di Libanon | Lebih dari 300 orang (selama periode gencatan senjata) |
| Awal Gencatan Senjata | Rabu, 8 April 2026 |
| Insiden Terbaru | 4 petugas penyelamat tewas di Borj Qalaouiye (9/4) |
| Ancaman Iran | Opsi penutupan Selat Hormuz sebagai tekanan militer |
| Wilayah Kritis | Distrik Jnah, Beirut (Lokasi dua rumah sakit besar) |
Di tengah ancaman eskalasi, Presiden AS Donald Trump mengklaim telah melakukan komunikasi langsung dengan Netanyahu untuk meredakan situasi. Kepada NBC News, Trump menyatakan bahwa Israel akan mulai menurunkan intensitas serangannya di Libanon.
Namun, klaim deeskalasi tersebut berbanding terbalik dengan fakta di lapangan. Militer Israel justru mengeluarkan perintah evakuasi baru untuk wilayah Jnah di Beirut, sebuah kawasan padat penduduk yang menampung puluhan ribu pengungsi dan fasilitas kesehatan vital.
Perbedaan tafsir mengenai cakupan wilayah gencatan senjata ini kini menjadi ancaman serius. Jika serangan di Libanon terus berlanjut, Iran mengisyaratkan kemungkinan respons militer yang lebih luas, termasuk potensi gangguan pada jalur perdagangan global di Selat Hormuz, yang dapat memicu krisis ekonomi internasional lebih lanjut.
Situasi ini menunjukkan bahwa meskipun meja diplomasi telah digelar, ketegangan di kawasan tetap berada pada titik didih yang mengkhawatirkan. (Z-1)
Pertemuan mungkin masih berlangsung, serta menegaskan proposal tersebut sedang dibahas. Meski demikian, Leavitt menolak berspekulasi lebih jauh.
Ketegangan di Libanon Selatan meningkat setelah serangan udara Israel menewaskan 14 warga sipil. PM Netanyahu sebut Hizbullah melanggar gencatan senjata.
Upaya damai Iran-AS di ambang kegagalan setelah Trump membatalkan utusan ke Pakistan. Menlu Iran Abbas Araghchi kini menuju Rusia untuk bertemu Putin.
Menlu Iran Abbas Araghchi bertemu pimpinan militer Pakistan di Islamabad untuk membahas kelanjutan perundingan Iran-AS melalui jalur diplomasi tidak langsung.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menuding Amerika Serikat sebagai penyebab gagalnya perundingan damai di Islamabad.
Militer AS melalui USS Rafael Peralta mencegat kapal tanker M/T Stream menuju Iran. Ketegangan di Selat Hormuz meningkat di tengah kebuntuan diplomasi.
Pemerintahan Trump mengusulkan Visa Kartu Emas US$5 juta dan tarif untuk tekan utang AS senilai US$39 triliun. Simak analisis kelayakan dan dampaknya.
PERANG AS-Israel melawan Iran telah membuka aib rezim Donald Trump yang sesungguhnya.
Gedung Putih telah menyetujui setiap pertemuan antara Raja Charles III dan Trump akan berlangsung tanpa kamera, demikian dilaporkan surat kabar tersebut pada Senin (27/4).
Presiden AS Donald Trump merespons insiden penyerangan di Washington Hilton. Ia membantah isi manifesto pelaku dan meminta acara segera dijadwalkan ulang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved