Iran Sebut Gencatan Senjata tak Masuk Akal usai AS Langgar Tiga Klausul, Ini Fakta dan 10 Poin Kesepakatannya

Media Indonesia
09/4/2026 19:39
Iran Sebut Gencatan Senjata tak Masuk Akal usai AS Langgar Tiga Klausul, Ini Fakta dan 10 Poin Kesepakatannya
Ilustrasi(AFP)

KETEGANGAN antara Iran dan Amerika Serikat kembali meningkat setelah Teheran menilai gencatan senjata yang baru disepakati menjadi tidak relevan. Iran menuding Washington telah melanggar sejumlah klausul penting bahkan sebelum negosiasi resmi dimulai.

Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menegaskan bahwa kondisi ini membuat upaya damai sulit dilanjutkan.

“Dalam situasi seperti ini, melakukan gencatan senjata maupun negosiasi adalah hal yang tidak masuk akal,” ujar Ghalibaf.


3 Klausul Gencatan Senjata yang Dilanggar AS

Menurut pernyataan resmi Mohammad Bagher Ghalibaf, terdapat tiga pelanggaran utama terhadap proposal damai Iran:

  1. Gencatan senjata di Libanon tidak dipatuhi
    Serangan militer Israel ke Libanon tetap terjadi, meski Iran menganggap wilayah tersebut termasuk dalam cakupan kesepakatan.
  2. Pelanggaran wilayah udara Iran
    Drone dilaporkan memasuki wilayah Iran, yang dianggap sebagai pelanggaran kedaulatan.
  3. Penolakan hak pengayaan uranium Iran
    AS dinilai tidak mengakui hak Iran dalam program nuklir sipilnya.

Ghalibaf menegaskan pelanggaran ini memperkuat “ketidakpercayaan historis” Iran terhadap Amerika Serikat yang dianggap berulang kali tidak menepati komitmen internasional.


Kronologi Singkat Konflik Terbaru

  • Gencatan senjata diumumkan oleh Presiden AS, Donald Trump, pada awal April 2026.
  • Iran mengajukan proposal 10 poin sebagai dasar negosiasi damai.
  • Namun, sebelum pembicaraan dimulai, Iran menilai beberapa poin sudah dilanggar.
  • Serangan di Lebanon menjadi pemicu utama runtuhnya kepercayaan.

10 Klausul Proposal Gencatan Senjata Iran-AS

Berikut adalah isi utama klausul yang menjadi dasar negosiasi:

  1. Penghentian total operasi militer di semua front konflik
  2. Gencatan senjata juga mencakup wilayah Lebanon dan sekutu Iran
  3. Larangan pelanggaran wilayah udara dan kedaulatan Iran
  4. Pengakuan hak Iran atas program nuklir damai (pengayaan uranium)
  5. Penghentian dukungan militer terhadap pihak yang menyerang Iran
  6. Jaminan keamanan terhadap fasilitas nuklir Iran
  7. Penghentian sanksi tambahan selama masa negosiasi
  8. Pembukaan jalur diplomatik formal di negara netral (misalnya Pakistan)
  9. Komitmen untuk tidak melakukan provokasi militer selama proses damai
  10. Kesepakatan menuju perjanjian damai permanen jangka panjang

 

Dampak dan Potensi Eskalasi

Situasi ini memicu kekhawatiran eskalasi konflik yang lebih luas di Timur Tengah. Iran bahkan mengancam akan melakukan serangan balasan jika agresi terus berlanjut.

Selain itu, jalur strategis seperti Selat Hormuz berpotensi terdampak, yang bisa memicu gangguan pasokan energi global.

Pernyataan Mohammad Bagher Ghalibaf menegaskan bahwa tanpa kepercayaan dan kepatuhan terhadap kesepakatan, gencatan senjata hanya menjadi formalitas. Pelanggaran awal oleh AS dinilai menjadi bukti bahwa negosiasi damai masih jauh dari tercapai.

Dengan situasi yang terus memanas, dunia internasional kini menanti apakah diplomasi masih bisa menyelamatkan kawasan dari konflik yang lebih besar. (E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya