Iran Tolak Gencatan Senjata, Inginkan Penghentian Konflik Permanen

Dhika Kusuma Winata
07/4/2026 16:59
Iran Tolak Gencatan Senjata, Inginkan Penghentian Konflik Permanen
Iran(Freepik.)

PEMERINTAH Iran menolak proposal gencatan senjata dalam konflik melawan Amerika Serikat dan Israel meski tekanan dan ancaman militer dari Washington kian meningkat. Keputusan itu disampaikan melalui media pemerintah pada Senin (6/4) waktu setempat.

Kantor berita IRNA melaporkan Iran telah menyampaikan respons resmi terhadap tawaran Amerika melalui jalur diplomatik, termasuk melalui Pakistan. Namun, isi rinci proposal tersebut tidak diungkap ke publik.

Dalam respons yang disebut memuat sepuluh poin, Iran secara tegas menolak opsi gencatan senjata.

“Iran menolak gencatan senjata dan menegaskan perlunya mengakhiri konflik secara menyeluruh,” demikian laporan media pemerintah.

Sebagai gantinya, Teheran mengajukan sejumlah syarat utama termasuk penghentian konflik di kawasan, jaminan keamanan pelayaran di Selat Hormuz, rekonstruksi pascaperang, serta pencabutan sanksi internasional.

Iran menuntut jaminan tidak akan kembali diserang di masa depan, serta penghentian serangan Israel terhadap sekutunya, Hizbullah, di Libanon selatan.

Dalam skema yang diusulkan, Iran membuka kemungkinan membuka kembali Selat Hormuz dengan mekanisme baru, yakni pengenaan biaya transit sekitar US$2 juta per kapal.

Pendapatan tersebut rencananya dibagi dengan Oman dan digunakan untuk membiayai pembangunan kembali infrastruktur yang rusak akibat serangan.

Sebelumnya, Trump mengancam akan menghancurkan fasilitas vital Iran jika Teheran tidak segera membuka akses pelayaran di Selat Hormuz hingga Selasa (7/4) waktu setempat.

Selat Hormuz menjadi pusat ketegangan sejak Iran membatasi akses sebagai respons atas serangan udara AS-Israel pada akhir Februari. Jalur ini merupakan salah satu rute utama distribusi energi dunia sehingga konflik di kawasan tersebut terus memicu kekhawatiran global. (AFP/P-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Cahya Mulyana
Berita Lainnya