Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SERANGAN udara Sekutu menargetkan area di sekitar satu-satunya pembangkit listrik tenaga nuklir Iran yang beroperasi. Satu serangan menewaskan seorang petugas keamanan di dekatnya dan serangan lain mendarat hanya 82 yard atau sekitar 75 meter dari gedung utama. Ini dikatakan PBB pada Senin (6/4).
Kelompok pengawas atom PBB, Badan Energi Atom Internasional (IAEA), mengkonfirmasi bahwa serangan udara baru-baru ini telah mengenai dekat pembangkit listrik Bushehr, yang dibangun dan dioperasikan dengan bantuan Rusia.
Meskipun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Bushehr belum mengalami serangan langsung, menurut analisis satelit, Direktur Jenderal IAEA Rafael Grossi menyerukan deeskalasi perang, memperingatkan skenario terburuk.
"Aktivitas militer yang berkelanjutan di dekat PLTN Bushehr--pembangkit listrik yang beroperasi dengan sejumlah besar bahan bakar nuklir--dapat menyebabkan kecelakaan radiologis parah dengan konsekuensi berbahaya bagi manusia dan lingkungan di Iran dan sekitarnya," kata Grossi.
Serangan di dekat pembangkit listrik tersebut menyebabkan perusahaan nuklir negara Rusia, Rosatom, yang membantu mengoperasikan fasilitas tersebut, mengevakuasi 198 staf pada Sabtu, menurut media milik Moskow.
Kepala perusahaan Alexei Likhachev menarik kembali staf Rusia sejak awal perang. Eksodus massal terbaru dipicu ketika pecahan proyektil menewaskan seorang staf keamanan Iran, kata IAEA dan Rosatom pada Sabtu.
Bersamaan dengan kematian tersebut, gelombang kejut dari serangan dan puing-puing mempengaruhi salah satu bangunan.
Meskipun ada seruan evakuasi terbaru, Likhachev mengatakan karyawan Rosatom memilih untuk tetap berada di pembangkit listrik tersebut meskipun ada risiko untuk menjaga agar tetap beroperasi, memperingatkan bahwa fasilitas tersebut berfungsi sebagai pasokan energi utama bagi Iran.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengecam serangan terhadap pembangkit listrik Bushehr sebagai tindakan munafik mengingat kekhawatiran Barat setelah serangan udara dalam perang Ukraina menghantam Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Zaporizhzhia, fasilitas terbesar di Eropa.
"Israel-AS mengebom pembangkit listrik Bushehr kami empat kali. Dampak radioaktif akan mengakhiri kehidupan di ibu kota GCC (Dewan Kerja Sama Teluk), bukan Teheran," klaim Araghchi secara daring.
Serangan yang meningkat di Bushehr terjadi ketika Presiden Trump bersumpah untuk menghancurkan jaringan listrik Iran jika mereka gagal menyetujui gencatan senjata dan membuka kembali Selat Hormuz pada hari Selasa.
"Selasa akan menjadi Hari Pembangkit Listrik, dan Hari Jembatan, semuanya terbungkus dalam satu hari, di Iran," Trump menulis di Truth Social.
"Tidak akan ada yang seperti itu!!! Buka Selat sialan itu, kalian bajingan, atau kalian akan hidup di neraka," tambah presiden. (NYP/I-2)
Militer AS melalui USS Rafael Peralta mencegat kapal tanker M/T Stream menuju Iran. Ketegangan di Selat Hormuz meningkat di tengah kebuntuan diplomasi.
Presiden AS Donald Trump memilih strategi blokade ekonomi berkepanjangan terhadap Iran untuk menekan ekspor minyak dan menghindari risiko perang terbuka.
Arab Saudi mendesak Dewan Keamanan PBB secara eksplisit mengecam serangan Iran sejak awal krisis, sembari menyoroti pentingnya keamanan Selat Hormuz bagi ekonomi global.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres memperingatkan bahwa kebuntuan ini berpotensi memicu krisis pangan global.
Pertemuan mungkin masih berlangsung, serta menegaskan proposal tersebut sedang dibahas. Meski demikian, Leavitt menolak berspekulasi lebih jauh.
HARGA minyak dunia terus menunjukkan tren kenaikan meskipun Iran mengajukan proposal untuk mengakhiri blokade di Selat Hormuz.
Ukraina memperingati 40 tahun bencana Chernobyl di tengah konflik dengan Rusia. Risiko nuklir kembali jadi sorotan global.
Dirjen IAEA Rafael Grossi mengonfirmasi dialog AS-Iran di Islamabad akhir pekan ini. Pembicaraan akan fokus pada rudal, milisi, dan skema alternatif meredam konflik
Grossi mengatakan kepada wartawan bahwa IAEA telah menerima informasi tentang insiden tersebut dari Iran dan Rusia.
Pada saat yang sama, ia menegaskan bahwa Teheran telah memperkaya uranium hingga mencapai kemurnian 60%, suatu tingkat yang jauh melebihi kebutuhan energi sipil.
Perisai reaktor Chernobyl, Ukraina, rusak akibat serangan nirawak pada Februari lalu. IAEA memperingatkan perisai itu tidak dapat lagi menjalankan fungsinya sebagai pelindung.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved