Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
Di tengah ketatnya kontrol Iran atas jalur lSelat Hormuz, sebanyak 15 kapal diizinkan melintas dalam 24 jam terakhir setelah memperoleh persetujuan dari otoritas setempat. Kantor berita Fars melaporkan kapal-kapal tersebut diizinkan melintas setelah mendapatkan persetujuan resmi.
Kendati demikian, volume lalu lintas masih merosot tajam. Sejak serangan militer gabungan AS-Israel pada akhir Februari, kawasan ini berada dalam status siaga tinggi.
“Arus kapal di Selat Hormuz masih 90% lebih rendah dibandingkan sebelum serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran,” demikian laporan kantor berita Fars.
Hingga lima pekan setelah konflik pecah, Iran tetap memegang kendali penuh atas selat yang menjadi jalur vital energi global.
Teheran menyatakan Selat Hormuz tetap terbuka, tetapi tidak bagi kapal dari negara yang dianggap menyerang atau mendukung serangan terhadap Iran. Sejumlah kapal dari Irak disebut mendapat izin khusus untuk melintas.
Sikap Iran juga ditegaskan oleh Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam yang menyebut kondisi Selat Hormuz tidak akan kembali seperti sebelumnya, terutama bagi Amerika Serikat dan Israel.
Sementara itu, upaya internasional untuk mengurai kebuntuan terus dilakukan. Inggris sudah menggelar pertemuan virtual yang melibatkan lebih dari 40 negara dan Organisasi Maritim Internasional (IMO) guna membahas langkah kolektif.
Dalam pertemuan tersebut, sejumlah opsi dibahas, mulai dari peningkatan tekanan diplomatik terhadap Iran, penerapan langkah ekonomi dan politik seperti sanksi, hingga kerja sama dengan IMO untuk membebaskan kapal dan awak yang masih terjebak akibat penutupan jalur pelayaran tersebut. (E-3)
Pembukaan kembali jalur pelayaran strategis Selat Hormuz oleh Iran disambut dengan nada hati-hati oleh pelaku industri pelayaran global.
BERDASARKAN data yang dibagikan oleh MarineTraffic dan Kpler, tercatat ada 220 kapal melintasi Selat Hormuz yang dikuasai Iran. Disebutkan bahwa tidak ada penyebrangan kapal yang memuat LNG
Militer AS melalui USS Rafael Peralta mencegat kapal tanker M/T Stream menuju Iran. Ketegangan di Selat Hormuz meningkat di tengah kebuntuan diplomasi.
Presiden AS Donald Trump memilih strategi blokade ekonomi berkepanjangan terhadap Iran untuk menekan ekspor minyak dan menghindari risiko perang terbuka.
Arab Saudi mendesak Dewan Keamanan PBB secara eksplisit mengecam serangan Iran sejak awal krisis, sembari menyoroti pentingnya keamanan Selat Hormuz bagi ekonomi global.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres memperingatkan bahwa kebuntuan ini berpotensi memicu krisis pangan global.
Pertemuan mungkin masih berlangsung, serta menegaskan proposal tersebut sedang dibahas. Meski demikian, Leavitt menolak berspekulasi lebih jauh.
HARGA minyak dunia terus menunjukkan tren kenaikan meskipun Iran mengajukan proposal untuk mengakhiri blokade di Selat Hormuz.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved