Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Ahmad Muzani mengutuk keras serangan militer Israel yang menewaskan tiga prajurit TNI saat menjalankan misi perdamaian PBB di Libanon Selatan. Mewakili 732 anggota majelis, Muzani menyebut tindakan tersebut sebagai aksi biadab terhadap personel yang sedang menjalankan mandat konstitusi.
Ketiga prajurit yang gugur dalam insiden tersebut adalah Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar, Sertu Muhammad Nur Ichwan, dan Praka Farizal Rhomadhon.
"Pimpinan MPR RI mengutuk dengan keras tindakan Israel yang sangat biadab terhadap putra-putri terbaik kita yang sedang menjalankan misi perdamaian. Ini adalah tugas dan tanggung jawab konstitusi dalam menjaga perdamaian dunia sesuai mandat PBB," ujar Muzani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Selatan, Selasa (31/3).
Desak Sanksi Tegas PBB
Muzani mendesak Dewan Keamanan PBB untuk segera mengambil langkah konkret dan tidak tinggal diam. Ia meminta organisasi internasional tersebut melakukan penyelidikan khusus serta menjatuhkan sanksi tegas kepada Israel atas pelanggaran terhadap pasukan penjaga perdamaian (UNIFIL).
"Mereka bertugas di sana atas mandat Dewan Keamanan PBB. Karena itu, MPR menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya dan mendesak PBB segera menjatuhkan sanksi terhadap Israel," tegas politikus Partai Gerindra tersebut.
Usul Penarikan Pasukan
Mengingat eskalasi konflik yang kian membahayakan keselamatan jiwa, Muzani menyarankan pemerintah untuk mempertimbangkan penarikan pasukan TNI dari wilayah Libanon Selatan. Langkah ini dinilai selaras dengan amanat konstitusi untuk melindungi segenap bangsa Indonesia.
"Agar Indonesia menarik pasukannya dalam misi perdamaian tersebut karena ini adalah daerah yang sangat membahayakan bagi keselamatan TNI, seperti yang terjadi di Libanon Selatan ini," imbuhnya.
Selain aspek keamanan, MPR mendorong pemerintah memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada para prajurit yang gugur maupun terluka. Muzani juga menekankan pentingnya jaminan kesejahteraan bagi keluarga yang ditinggalkan sebagai bentuk penghormatan atas pengabdian mereka di kancah internasional. (Faj/P-2)
Arab Saudi intensifkan diplomasi di Libanon melalui Perjanjian Taif untuk melucuti senjata Hizbullah di tengah goyahnya gencatan senjata Israel-Hizbullah.
Militer Israel (IDF) melakukan investigasi atas laporan maraknya penjarahan rumah warga dan perusakan properti sipil oleh tentaranya di Libanon Selatan.
GUGURNYA prajurit TNI dalam misi perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Libanon kembali memicu sorotan terhadap keberlanjutan penugasan pasukan Indonesia.
Gugurnya empat prajurit TNI di Libanon memicu desakan evaluasi misi UNIFIL. Analis militer soroti perubahan karakter konflik dan perlunya perlindungan maksimal.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memerintahkan militer untuk menyerang target Hizbullah secara masif di Libanon meski gencatan senjata baru diperpanjang.
WAKIL Ketua Komisi I DPR RI, Sukamta, menyampaikan belasungkawa mendalam atas gugurnya Praka Rico Pramudia, prajurit TNI yang bertugas dalam misi perdamaian PBB (UNIFIL) di Libanon
Ia menilai, serangan terhadap prajurit TNI yang bertugas dalam misi perdamaian PBB merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional.
Wakil Ketua MPR Eddy Soeparno menilai kenaikan harga BBM nonsubsidi per 18 April 2026 sebagai langkah tepat menjaga APBN tanpa mengganggu daya beli rakyat kecil.
Kebijakan yang realistis berdasarkan mitigasi yang tepat diperlukan untuk meminimalisir kekhawatiran masyarakat, terkait potensi dampak krisis energi yang terjadi.
Tiga prajurit TNI dilaporkan tewas dalam insiden terpisah di wilayah operasi UNIFIL di Libanon Selatan.
Menurut Muzani, pemerintah harus mempertimbangkan menarik pasukan ketika tidak ada jaminan keselamatan di Libanon.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved