Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MARKAS Besar Pusat Khatam al-Anbiya, komando terpadu angkatan bersenjata Iran, melontarkan cemoohan pedas terhadap Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Juru bicara militer Iran, Ebrahim Zolfaqari, menegaskan bahwa klaim Washington mengenai adanya progres kesepakatan damai hanyalah sebuah monolog internal Amerika.
"Apakah tingkat pergulatan batin Anda telah mencapai tahap di mana Anda bernegosiasi dengan diri sendiri?" ujar Zolfaqari melalui media pemerintah Iran, Rabu (25/3).
Pernyataan asertif ini merupakan tamparan keras bagi Gedung Putih. Sebelumnya, Trump mengeklaim bahwa Teheran tengah 'haus' akan kesepakatan untuk mengakhiri kecamuk perang di Timur Tengah. Bahkan, sebuah sumber yang dikutip sejumlah media menyebutkan Washington telah menyodorkan 15 poin rencana perdamaian kepada pihak Teheran.
Ganjal Stabilitas Energi
Zolfaqari memastikan tidak ada ruang kompromi bagi karakter kepemimpinan AS saat ini. Dengan nada menantang, ia menyatakan bahwa "orang-orang seperti kami tidak akan pernah bisa akur dengan orang-orang seperti Anda."
Lebih jauh, militer Iran melempar peringatan keras ke sektor ekonomi global. Zolfaqari menegaskan bahwa investasi AS dan harga energi praperang mustahil kembali normal selama Washington enggan mengakui bahwa stabilitas regional hanya bisa dijamin oleh angkatan bersenjata Iran.
Sikap konfrontatif ini kian mempertegas bahwa draf 15 poin yang disodorkan Washington hanyalah kertas kosong di mata Teheran. Selama AS tidak mengubah paradigma keamanan di kawasan, stabilitas energi dunia diprediksi akan terus tersandera dalam ketidakpastian yang panjang. (BBC/Daily Star/B-3)
Pasca-pernyataan Donald Trump, pejabat Iran dan komando militer tertinggi Teheran beri peringatan keras. Rudal balistik kini dipamerkan di berbagai kota.
Militer AS melalui USS Rafael Peralta mencegat kapal tanker M/T Stream menuju Iran. Ketegangan di Selat Hormuz meningkat di tengah kebuntuan diplomasi.
Presiden AS Donald Trump memilih strategi blokade ekonomi berkepanjangan terhadap Iran untuk menekan ekspor minyak dan menghindari risiko perang terbuka.
Arab Saudi mendesak Dewan Keamanan PBB secara eksplisit mengecam serangan Iran sejak awal krisis, sembari menyoroti pentingnya keamanan Selat Hormuz bagi ekonomi global.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres memperingatkan bahwa kebuntuan ini berpotensi memicu krisis pangan global.
Pertemuan mungkin masih berlangsung, serta menegaskan proposal tersebut sedang dibahas. Meski demikian, Leavitt menolak berspekulasi lebih jauh.
HARGA minyak dunia terus menunjukkan tren kenaikan meskipun Iran mengajukan proposal untuk mengakhiri blokade di Selat Hormuz.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved