Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
EKSKALASI perang Iran, Amerika Serikat, dan Israel di Timur Tengah kembali meningkat setelah Iran meluncurkan serangan rudal ke wilayah Israel, Selasa (24/3). Serangan tersebut menghantam pusat komersial Tel Aviv, memicu kerusakan bangunan dan melukai sejumlah warga.
Laporan di lapangan memperlihatkan jalanan dipenuhi puing, sementara fasad bangunan tiga lantai di kawasan kelas atas Tel Aviv mengalami kehancuran. Wali Kota Tel Aviv Ron Huldai mengonfirmasi adanya "serangan langsung" yang menyasar wilayah tersebut.
Otoritas keamanan Israel menduga kerusakan disebabkan oleh rudal bermuatan munisi tandan dengan tiga hingga empat hulu ledak, masing-masing membawa sekitar 100 kilogram bahan peledak.
Di sisi lain, media Iran melaporkan serangan balasan oleh jet tempur Amerika Serikat dan Israel yang menghantam dua fasilitas gas serta satu jalur pipa. Serangan itu terjadi beberapa jam setelah Presiden AS Donald Trump melunakkan ancamannya terhadap fasilitas energi Iran.
"Pemerintahan kami sedang berbicara dengan 'orang penting' di tingkat atas," ujar Trump sebagaimana dikutip dari AFP.
Namun, ia juga memperingatkan bahwa jika perundingan tidak membuahkan hasil dalam lima hari, "kita akan terus membom sekuat tenaga."
Pernyataan tersebut dibantah Teheran. Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menegaskan bahwa "tidak ada negosiasi" yang sedang berlangsung dan menyebut pernyataan Trump sebagai upaya untuk "memanipulasi pasar keuangan dan minyak."
Meski demikian, media Amerika Serikat melaporkan kemungkinan adanya pertemuan antara negosiator AS, Steve Witkoff dan Jared Kushner, dengan delegasi Iran di Pakistan pekan ini. Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif juga menyatakan telah berkomunikasi dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian untuk menawarkan mediasi.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengakui adanya peluang kesepakatan atau negosiasi sebagaimana diyakini Presiden AS Donald Trump Namun, ia menegaskan operasi militer akan tetap berlanjut.
"Trump percaya ada kesempatan untuk memanfaatkan pencapaian luar biasa dari IDF dan militer AS dalam sebuah kesepakatan," kata Netanyahu.
Sepanjang malam, Israel melanjutkan serangan ke pinggiran selatan Beirut dan wilayah Bshamoun yang dilaporkan menewaskan sedikitnya dua orang. Target serangan termasuk stasiun pengisian bahan bakar yang terafiliasi dengan Hizbullah.
Otoritas Lebanon mencatat lebih dari 1.000 orang tewas dan sekitar satu juta warga mengungsi akibat serangan Israel. Sementara itu, data dari Human Rights Activists News Agency menyebut sedikitnya 3.230 warga Iran tewas dalam konflik tersebut.
Ketidakpastian situasi turut mengguncang pasar global. Harga minyak sempat melampaui 100 dolar AS per barel sebelum kembali turun setelah pernyataan terbaru Trump.
Kepala Badan Energi Internasional Fatih Birol memperingatkan bahwa jika konflik berlanjut, dampaknya bisa melampaui krisis minyak pada dekade 1970-an.
Di tengah situasi tersebut, ribuan marinir AS dilaporkan bergerak menuju kawasan Timur Tengah untuk memperkuat kehadiran militer Amerika, di tengah spekulasi mengenai kemungkinan operasi darat guna mengamankan aset energi atau membuka akses Selat Hormuz sebagai jalur vital pasokan minyak dunia. (H-4)
Pada 28 Februari, AS dan Israel melancarkan serangan terhadap target di Iran, termasuk di Teheran, yang menyebabkan kerusakan dan korban sipil.
IRGC tegaskan Iran tak luncurkan rudal selama gencatan senjata dengan AS. Di tengah negosiasi di Islamabad, Israel justru gempur wilayah Libanon selatan
Mengenal sistem rudal AD-08 Majid buatan Iran, spesifikasi teknis, keunggulan dalam mencegat drone, serta estimasi harga per unitnya.
DUNIA dikejutkan peristiwa yang tak pernah terbayangkan sebelumnya.
Sedikitnya 12 orang mengalamu luka-luka saat serangan rudal dari Iran menghantam wilayah Bnei Brak, sebuah kota di dekat Tel Aviv, Israel.
Militer AS melalui USS Rafael Peralta mencegat kapal tanker M/T Stream menuju Iran. Ketegangan di Selat Hormuz meningkat di tengah kebuntuan diplomasi.
Presiden AS Donald Trump memilih strategi blokade ekonomi berkepanjangan terhadap Iran untuk menekan ekspor minyak dan menghindari risiko perang terbuka.
Arab Saudi mendesak Dewan Keamanan PBB secara eksplisit mengecam serangan Iran sejak awal krisis, sembari menyoroti pentingnya keamanan Selat Hormuz bagi ekonomi global.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres memperingatkan bahwa kebuntuan ini berpotensi memicu krisis pangan global.
Pertemuan mungkin masih berlangsung, serta menegaskan proposal tersebut sedang dibahas. Meski demikian, Leavitt menolak berspekulasi lebih jauh.
HARGA minyak dunia terus menunjukkan tren kenaikan meskipun Iran mengajukan proposal untuk mengakhiri blokade di Selat Hormuz.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved