Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KANTOR berita Tasnim melaporkan bahwa upacara prosesi pemakaman mendiang Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, terpaksa ditunda. Khamenei dan anggota keluarganya tewas dalam serangan udara gabungan yang dilancarkan Israel dan Amerika Serikat.
Pihak berwenang menyebut adanya kendala logistik, terutama karena tingginya animo warga dari berbagai provinsi yang ingin memberikan penghormatan terakhir. Namun, di balik itu, bayang-bayang keamanan menjadi prioritas utama. Mengingat pemakaman Ayatollah Ruhollah Khomeini pada 1989 dihadiri 10 juta orang, kerumunan besar kali ini dikhawatirkan menjadi target empuk serangan udara susulan.
Sebelumnya, Kepala Dewan Propaganda Islam Iran, Hojjatoleslam Mahmoudi, sempat mengumumkan bahwa prosesi penghormatan akan berlangsung selama tiga hari di Aula Doa Imam Khomeini.
“Aula doa akan menerima pengunjung dan warga tercinta dapat hadir serta mengambil bagian dalam upacara perpisahan dan menunjukkan kehadiran yang kuat sekali lagi,” ujar Mahmoudi.
Kematian Khamenei di usia 86 tahun meninggalkan lubang besar pada otoritas absolut Iran yang telah ia pegang sejak 1989. Saat ini, Majelis Ahli yang beranggotakan 88 orang tengah berpacu dengan waktu untuk menentukan penggantinya.
Ayatollah Ahmad Khatami, anggota Dewan Garda sekaligus Majelis Ahli, memberikan sinyal bahwa keputusan sudah hampir bulat meski kondisi sedang genting. Kepada televisi pemerintah, ia menegaskan:
“Pemimpin Tertinggi akan diidentifikasi dalam kesempatan terdekat, kami sudah dekat dengan kesimpulan, namun situasi di negara ini adalah situasi perang.”
Nama Mojtaba Khamenei, putra kedua mendiang, mencuat sebagai kandidat kuat. Laporan Reuters menyebutkan bahwa Mojtaba berhasil selamat dari serangan yang menewaskan ayahnya.
Di sisi lain, Israel tidak berniat menurunkan tensi. Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, secara blak-blakan mengancam akan menghabisi siapa pun yang naik takhta menggantikan Khamenei. Melalui unggahannya di media sosial X, Katz menyatakan:
“Setiap pemimpin yang dipilih oleh rezim teror Iran untuk terus memimpin rencana penghancuran Israel, mengancam Amerika Serikat, dunia bebas, dan negara-negara di kawasan, serta menindas rakyat Iran, akan menjadi target pembunuhan yang pasti, tidak peduli siapa namanya atau di mana dia bersembunyi.”
Sementara itu, Presiden AS Donald Trump menyatakan harapannya agar kepemimpinan baru Iran nantinya lebih searah dengan kepentingan AS. Namun, para pengamat menilai struktur politik Iran tidak akan mudah goyah.
Luciano Zaccara dari Universitas Qatar menyebutkan bahwa sistem Iran sudah sangat siap menghadapi skenario terburuk sekalipun.
“Strukturnya tetap ada, garis kekuasaan (dan) garis komando tetap pada tempatnya,” kata Zaccara. (Al Jazeera/P-4)
DUNIA menyaksikan peristiwa yang belum pernah terjadi dalam sejarah modern: seorang pemimpin negara berdaulat, pemimpin tertinggi Iran
FBI selidiki Joe Kent terkait dugaan kebocoran informasi rahasia. Kent sebut pembunuhan Ali Khamenei oleh AS-Israel adalah kesalahan fatal.
Eks Kepala Kontraterorisme AS Joe Kent mengungkap fakta mengejutkan pasca-mundur. Ia menyebut tak ada intelijen soal serangan Iran dan adanya pembungkaman suara kritis.
Penasihat militer Iran prediksi perang lawan AS berakhir sebelum 21 Maret. Apa itu Nowruz dan mengapa menjadi simbol perdamaian bagi Iran? Simak detailnya di sini.
Mojtaba kemungkinan terluka dalam serangan udara di Teheran pada hari pertama perang. Serangan tersebut membuat ayahnya Ali Khamenei gugur.
Konflik di Libanon memanas setelah Hizbullah menyerang Israel sebagai respons atas pembunuhan pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.
Militer AS melalui USS Rafael Peralta mencegat kapal tanker M/T Stream menuju Iran. Ketegangan di Selat Hormuz meningkat di tengah kebuntuan diplomasi.
Presiden AS Donald Trump memilih strategi blokade ekonomi berkepanjangan terhadap Iran untuk menekan ekspor minyak dan menghindari risiko perang terbuka.
Arab Saudi mendesak Dewan Keamanan PBB secara eksplisit mengecam serangan Iran sejak awal krisis, sembari menyoroti pentingnya keamanan Selat Hormuz bagi ekonomi global.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres memperingatkan bahwa kebuntuan ini berpotensi memicu krisis pangan global.
Pertemuan mungkin masih berlangsung, serta menegaskan proposal tersebut sedang dibahas. Meski demikian, Leavitt menolak berspekulasi lebih jauh.
HARGA minyak dunia terus menunjukkan tren kenaikan meskipun Iran mengajukan proposal untuk mengakhiri blokade di Selat Hormuz.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved