Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KEBERADAAN pemimpin tertinggi baru Iran, Mojtaba Khamenei, menjadi tanda tanya setelah belum juga muncul di hadapan publik sejak diangkat menggantikan ayahnya, Ali Khamenei. Ketidakhadiran tersebut memicu spekulasi mengenai kondisi kesehatannya.
Perkembangan terbaru, Mojtaba Khamenei dilaporkan mengalami luka namun berada dalam kondisi aman. Informasi tersebut disampaikan putra Presiden Iran yakni Yousef Pezeshkian.
“Saya mendengar kabar bahwa Mojtaba Khamenei terluka. Saya kemudian menanyakan kepada beberapa orang yang memiliki hubungan dengan pihak terkait,” kata Yousef.
Hal itu menjadi penjelasan resmi pertama mengenai keberadaan Khamenei yang belum terlihat di publik sejak diangkat menjadi pemimpin baru Iran pada akhir pekan lalu.
Spekulasi yang berkembang, Mojtaba kemungkinan terluka dalam serangan udara di Teheran pada hari pertama perang. Serangan tersebut membuat ayahnya Ali Khamenei gugur.
Yousef Pezeshkian, yang juga menjabat penasihat pemerintah, mengatakan sempat mendengar kabar mengenai cedera yang dialami pemimpin baru Iran tersebut. “Mereka mengatakan bahwa, syukurlah, ia (Mojtaba) dalam keadaan aman dan selamat," kata Yousef.
Mojtaba Khamenei diangkat menjadi pemimpin tertinggi Iran meneruskan sang ayah Ali Khamenei. Penunjukan tersebut dilakukan oleh lembaga ulama Majelis Ahli Iran.
Namun, hingga kini Mojtaba belum muncul atau menyampaikan pernyataan publik sehingga memunculkan berbagai spekulasi mengenai kondisi kesehatannya.
Laporan media internasional juga menyebut dia mengalami sejumlah luka, termasuk pada bagian kaki tetapi tetap sadar dan berada di sebuah tempat dengan keamanan sangat ketat serta komunikasi terbatas.
Di ibu kota Iran, wajah Mojtaba Khamenei kini terpampang di berbagai papan reklame raksasa. Salah satu gambar memperlihatkan dirinya secara simbolis menerima bendera nasional dari sang ayah dan pendiri Republik Islam Iran Ruhollah Khomeini digambarkan menyaksikan peristiwa tersebut.
Sejumlah analis menilai Mojtaba Khamenei kemungkinan akan tetap berada di lokasi rahasia untuk sementara waktu karena menjadi target potensial serangan.
Analis dari International Institute for Strategic Studies, Emile Hokayem, mengatakan pemimpin baru Iran kemungkinan akan bersembunyi di lokasi perlindungan yang aman. Pasalnya, ada kemungkinan Israel mengupayakan untuk menyingkirkan pemimpin baru tersebut.
“Dia kemungkinan akan berada di bunker dalam waktu lama setelah melihat apa yang terjadi pada ayahnya, istrinya, dan ibunya yang tewas dalam serangan awal,” katanya.
“Jika ia terbunuh sejak awal, itu akan menjadi prioritas Israel. Namun jika ia bertahan hidup, ia bisa menjadi simbol ketahanan sistem politik Iran," ucap Hokayem.
Menurut Hokayem, Mojtaba Khamenei kemungkinan akan mendelegasikan pengelolaan pemerintahan kepada kepala keamanan nasional Ali Larijani dan menyerahkan pengelolaan operasi perang kepada ketua parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf.
Militer Iran dan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyatakan kesetiaan kepada oemimpin baru. Dukungan juga datang dari kelompok Hizbullah di Libanon serta pemberontak Houthi di Yaman. Presiden Rusia Vladimir Putin juga menyampaikan dukungan penuh terhadap kepemimpinan baru Iran.
Sementara itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya menyatakan penunjukan Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi tidak dapat diterima oleh Washington.
“Dia harus mendapatkan persetujuan dari kami. Jika tidak mendapatkannya, dia tidak akan bertahan lama,” kata Trump dalam wawancara dengan ABC News. (AFP/P-3)
Presiden Donald Trump memperpanjang gencatan senjata dengan Iran demi solusi diplomatik, meski kepemimpinan Iran dilaporkan terpecah belah.
PEMIMPIN Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, secara terbuka menggaungkan klaim kemenangan negaranya dalam persaingan geopolitik melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel.
Laporan intelijen menyebut Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei dalam kondisi kritis akibat serangan AS-Israel. Teheran membantah klaim kondisi koma.
PEMIMPIN Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei dilaporkan dalam keadaan tidak sadarkan diri dan sedang menjalani perawatan akibat kondisi parah, sementara donald trump sepakat gencatan senjata
Mojtaba Khamenei dikabarkan kritis dan tak sadarkan diri. Iran menghadapi krisis kepemimpinan di tengah konflik dan ancaman keras dari AS.
Mohsen Rezaei, penasihat militer Mojtaba Khamenei, menegaskan Iran tidak akan berhenti berperang sebelum AS memberikan jaminan internasional dan mencabut sanksi.
Dalam pernyataan tersebut, Arab Saudi menyatakan harapan agar permusuhan di kawasan tersebut dihentikan secara menyeluruh.
Harga gas alam di Eropa juga melonjak 6,6% menjadi hampir 55 euro (sekitar $63) per MWh.
Pada 28 Februari 2026, AS dan Israel melancarkan serangkaian serangan terhadap sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran.
Pemerintah Kerajaan Saudi dan negara-negara Teluk telah menegaskan kepada Iran bahwa negara-negara mereka tidak mengizinkan wilayahnya dijadikan tempat untuk Iran melancarkan serangan.
Penasihat militer Iran prediksi perang lawan AS berakhir sebelum 21 Maret. Apa itu Nowruz dan mengapa menjadi simbol perdamaian bagi Iran? Simak detailnya di sini.
Pertemuan itu berlangsung sehari setelah Badan Energi Internasional (IEA) dilaporkan mengusulkan pelepasan cadangan minyak terbesar dalam sejarah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved