Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan langkah tegas untuk menjaga keamanan jalur perdagangan laut di tengah meningkatnya ketegangan dengan Iran. Melalui platform Truth Social, Trump menyatakan kesiapan Angkatan Laut AS (US Navy) untuk memberikan pengawalan bagi kapal-kapal tanker yang melintasi Selat Hormuz.
Langkah ini diambil menyusul tindakan Iran yang menutup Selat Hormuz pada Senin malam. Teheran bahkan mengancam akan menyerang kapal apa pun yang mencoba melintas, sebuah ancaman yang langsung memicu lonjakan harga minyak mentah di pasar global.
Jaminan Keamanan dan Finansial
Selain pengerahan militer, Presiden Trump juga telah menginstruksikan United States Development Finance Corporation untuk menyediakan asuransi dan jaminan keamanan finansial bagi seluruh perdagangan maritim di wilayah Teluk, termasuk kapal tanker minyak.
"Jika perlu, Angkatan Laut Amerika Serikat akan mulai mengawal tanker melalui Selat Hormuz, sesegera mungkin. Apa pun yang terjadi, Amerika Serikat akan memastikan ALIRAN ENERGI GRATIS (BEBAS) ke DUNIA," tulis Trump dalam unggahannya.
Dampak Terhadap Ekonomi Global
Penutupan Selat Hormuz menjadi ancaman serius bagi stabilitas ekonomi dunia. Secara statistik, sekitar 15% pasokan minyak dunia dan 20% gas alam cair (LNG) global melewati jalur sempit ini setiap harinya. Gangguan berkepanjangan pada lalu lintas pelayaran di wilayah tersebut dikhawatirkan akan menimbulkan krisis energi yang meluas.
Trump menegaskan AS berkomitmen penuh untuk memastikan kelancaran distribusi komoditas energi tersebut meskipun situasi di kawasan sedang memanas. "Jika perlu, Angkatan Laut AS akan mulai mengawal kapal tanker melalui Selat Hormuz sesegera mungkin," tegasnya kembali.
Hingga saat ini, Departemen Pertahanan AS dilaporkan tengah mematangkan rencana operasional untuk pengawalan tersebut guna mengantisipasi eskalasi lebih lanjut di perairan Teluk. (The Guardian/AFP/Z-2)
Militer AS melalui USS Rafael Peralta mencegat kapal tanker M/T Stream menuju Iran. Ketegangan di Selat Hormuz meningkat di tengah kebuntuan diplomasi.
Presiden AS Donald Trump memilih strategi blokade ekonomi berkepanjangan terhadap Iran untuk menekan ekspor minyak dan menghindari risiko perang terbuka.
Analisis mengungkap krisis Timur Tengah picu kerugian global US$1 triliun. Di sisi lain, perusahaan minyak raup laba besar di tengah kemiskinan dunia.
Emirat Arab resmi umumkan keluar dari OPEC dan OPEC+ mulai 1 Mei. Langkah strategis ini diambil di tengah krisis energi akibat konflik di Selat Hormuz.
Arab Saudi mendesak Dewan Keamanan PBB secara eksplisit mengecam serangan Iran sejak awal krisis, sembari menyoroti pentingnya keamanan Selat Hormuz bagi ekonomi global.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres memperingatkan bahwa kebuntuan ini berpotensi memicu krisis pangan global.
Presiden Trump memerintahkan Angkatan Laut AS melakukan blokade total di Selat Hormuz untuk melumpuhkan ekonomi Iran.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved