Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio, menyampaikan briefing rahasia kepada jajaran petinggi legislatif di Gedung Putih, Selasa (24/2). Pertemuan krusial ini dilakukan saat Washington mengerahkan kekuatan udara dan laut terbesar ke Timur Tengah sejak invasi Irak tahun 2003.
Briefing tersebut ditujukan bagi kelompok elite yang disebut "Gang of Eight". Pertemuan yang mencakup pimpinan senior dari kedua partai di DPR dan Senat, serta pimpinan komite intelijen. Kelompok ini biasanya hanya dipanggil untuk membahas informasi rahasia tingkat tinggi, termasuk persiapan aksi militer besar.
Situasi semakin memanas setelah kapal induk kedua AS, USS Gerald Ford, kapal perang terbesar di dunia, tiba di kawasan tersebut. Para analis menilai posisi militer AS kini sudah siap sepenuhnya untuk meluncurkan serangan jika Presiden Donald Trump memberikan perintah.
Senator Chuck Schumer, pemimpin minoritas Senat, memberikan pernyataan singkat usai pertemuan tertutup tersebut. "Ini serius, dan pemerintah harus menjelaskan kasus ini kepada rakyat Amerika," tegasnya.
Momentum ini terjadi hanya beberapa jam sebelum Trump dijadwalkan menyampaikan pidato kenegaraan (State of the Union). Trump tetap pada tuntutan kerasnya agar Iran menghentikan program nuklir, produksi rudal balistik, serta dukungan terhadap proksi seperti Hizbullah dan Houthi.
Pekan lalu, Trump memberikan ultimatum Iran harus mencapai kesepakatan dalam waktu 10 hari atau AS akan melakukan "langkah lebih jauh". Ia memperingatkan "hal-hal yang sangat buruk" akan terjadi pada Iran jika negosiasi gagal.
Meski demikian, jalur diplomasi masih diupayakan di Jenewa pada Kamis mendatang. Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Majid Takht-Ravanchi, menyatakan kesiapan negaranya. "Kami ingin melakukan apa pun yang diperlukan agar kesepakatan itu terjadi," ujarnya. Namun, ia menekankan negosiasi hanya akan membahas program nuklir, syarat yang kemungkinan besar akan ditolak oleh Gedung Putih.
Di sisi lain, muncul laporan Ketua Kepala Staf Gabungan, Jenderal Dan Caine, memperingatkan risiko penipisan stok rudal pencegah seperti Patriot dan THAAD jika konflik pecah. Namun, Trump membantah anggapan bahwa jenderalnya menentang opsi perang.
Melalui Truth Social, Trump menulis: "Jenderal Caine, seperti kita semua, tidak ingin melihat perang, tetapi jika keputusan dibuat untuk melawan Iran di tingkat militer, adalah pendapatnya bahwa itu akan menjadi sesuatu yang mudah dimenangkan."
Kini, keputusan akhir berada di tangan Trump. Apakah ia akan memerintahkan serangan militer terbatas untuk menekan negosiasi atau serangan besar untuk melumpuhkan pemerintahan Iran, sangat bergantung pada hasil pertemuan di Jenewa akhir pekan ini.
"Masalahnya adalah Trump telah memberikan garis merah," ujar Charles Wald, pensiunan Jenderal Angkatan Udara. "Jika kesepakatan tidak tercapai dan mereka tidak melakukan apa pun, dampaknya akan jauh lebih buruk bagi wibawa AS." (The Guardian/Z-2)
Militer AS melalui USS Rafael Peralta mencegat kapal tanker M/T Stream menuju Iran. Ketegangan di Selat Hormuz meningkat di tengah kebuntuan diplomasi.
Presiden AS Donald Trump memilih strategi blokade ekonomi berkepanjangan terhadap Iran untuk menekan ekspor minyak dan menghindari risiko perang terbuka.
Arab Saudi mendesak Dewan Keamanan PBB secara eksplisit mengecam serangan Iran sejak awal krisis, sembari menyoroti pentingnya keamanan Selat Hormuz bagi ekonomi global.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres memperingatkan bahwa kebuntuan ini berpotensi memicu krisis pangan global.
Pertemuan mungkin masih berlangsung, serta menegaskan proposal tersebut sedang dibahas. Meski demikian, Leavitt menolak berspekulasi lebih jauh.
HARGA minyak dunia terus menunjukkan tren kenaikan meskipun Iran mengajukan proposal untuk mengakhiri blokade di Selat Hormuz.
Untuk pertama kalinya sejak 1993, Libanon dan Israel bertemu di Washington untuk membahas gencatan senjata dan pengurangan pengaruh Hizbullah.
Departemen Luar Negeri AS menangkap keponakan dan cucu keponakan mendiang Jenderal Iran Qasem Soleimani atas dugaan penipuan suaka.
Menlu AS Marco Rubio menyatakan bahwa tuntutan Iran agar Amerika mengakui kedaulatan Iran atas Selat Hormuz dalam perundingan yang sedang berlangsung tidak dapat diterima.
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mempertanyakan nilai strategis NATO bagi AS jika dukungan logistik, seperti akses pangkalan, justru dihambat saat dibutuhkan.
MENTERI Luar Negeri AS Marco Rubio pada Senin (30/3) menyatakan harapan untuk bekerja sama dengan elemen-elemen di dalam pemerintahan Iran.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved