Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Meksiko Claudia Sheinbaum menegaskan bahwa pemerintahannya akan terus mengirimkan bantuan kemanusiaan ke Kuba. Pernyataan ini muncul sebagai bentuk solidaritas di tengah tekanan sanksi ekonomi dari Amerika Serikat (AS) yang menyasar negara-negara yang berdagang atau mengirimkan pasokan energi ke negara kepulauan Karibia tersebut.
"Akan ada lebih banyak dukungan. Rakyat Meksiko selalu solider. Tidak ada yang bisa mengabaikan situasi yang saat ini dialami rakyat Kuba akibat sanksi yang dijatuhkan oleh Amerika Serikat," tegas Sheinbaum dalam konferensi pers harian di Istana Nasional, Senin (9/2).
Sheinbaum menyerukan kepada AS dan komunitas internasional untuk mengakui bahwa sanksi tersebut tidak adil dan berdampak langsung pada kesejahteraan rakyat Kuba. Menurutnya, bantuan kemanusiaan merupakan tanggung jawab moral yang melampaui kepentingan politik antarnegara.
Langkah nyata dukungan Meksiko baru-baru ini dibuktikan dengan pengerahan dua kapal Angkatan Laut yang mengangkut 814 ton bantuan logistik berupa pasokan makanan.
Dilema diplomatik
Keputusan Meksiko ini diprediksi akan menguji hubungan bilateralnya dengan Gedung Putih. Washington selama ini memberlakukan sanksi ketat terhadap entitas mana pun yang memfasilitasi pengiriman minyak atau barang komersial ke Kuba. Namun, di bawah kepemimpinan Sheinbaum, Meksiko tampak konsisten dengan kebijakan luar negerinya yang independen dan berbasis pada persaudaraan regional Amerika Latin.
Kuba saat ini sedang menghadapi salah satu krisis ekonomi terburuk dalam sejarahnya, yang diperparah oleh kegagalan sistem kelistrikan nasional dan kelangkaan bahan pokok secara sistemis. (Xinhua/B-3)
Presiden AS Donald Trump sebut Kuba negara gagal dan beri sinyal agresi militer usai Iran. Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel tegaskan rakyatnya siap melawan.
Seorang pejabat Gedung Putih menyatakan bahwa Washington meyakini kesepakatan dengan Kuba masih dapat dicapai, namun juga menyebut negara itu sebagai "negara yang gagal".
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump, Jumat (27/3), mengatakan bahwa Kuba bisa menjadi target aksi AS di masa depan setelah Iran.
Presiden AS Donald Trump beri sinyal kuat bahwa Kuba akan jadi target berikutnya setelah Venezuela dan Iran. Simak pernyataan kontroversial Trump di Miami dan kondisi terkini Kuba.
Krisis energi hebat melanda Kuba. 10 juta orang tanpa listrik, demonstrasi pecah di Havana hingga pembakaran markas partai di tengah tekanan blokade AS.
Ketegangan AS-Kuba memuncak. Presiden Díaz-Canel tuduh AS manfaatkan krisis listrik untuk invasi, sementara Trump beri sinyal tindakan segera.
Militer AS melalui USS Rafael Peralta mencegat kapal tanker M/T Stream menuju Iran. Ketegangan di Selat Hormuz meningkat di tengah kebuntuan diplomasi.
Pemerintahan Trump mengusulkan Visa Kartu Emas US$5 juta dan tarif untuk tekan utang AS senilai US$39 triliun. Simak analisis kelayakan dan dampaknya.
PERANG AS-Israel melawan Iran telah membuka aib rezim Donald Trump yang sesungguhnya.
Gedung Putih telah menyetujui setiap pertemuan antara Raja Charles III dan Trump akan berlangsung tanpa kamera, demikian dilaporkan surat kabar tersebut pada Senin (27/4).
Pertemuan mungkin masih berlangsung, serta menegaskan proposal tersebut sedang dibahas. Meski demikian, Leavitt menolak berspekulasi lebih jauh.
Presiden AS Donald Trump merespons insiden penyerangan di Washington Hilton. Ia membantah isi manifesto pelaku dan meminta acara segera dijadwalkan ulang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved