Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
RAKSASA media sosial terbesar di dunia menghadapi tuduhan serius karena dianggap menciptakan "mesin kecanduan" bagi pengguna di bawah umur. Sidang tengara (landmark trial) ini dimulai di Pengadilan Tinggi Los Angeles pada Senin waktu setempat, guna menguji dampak kesehatan mental dari penggunaan Instagram dan YouTube terhadap anak-anak.
Dalam argumen pembukaannya, pengacara penggugat Mark Lanier menuding Meta dan YouTube telah merekayasa platform mereka sedemikian rupa demi keuntungan bisnis tanpa mempedulikan risikonya. Kliennya, seorang remaja berinisial K.G.M. (Kaley G.M.), diklaim mengalami gangguan kesehatan mental berat akibat kecanduan media sosial.
"Perusahaan-perusahaan ini membangun mesin yang dirancang untuk membuat otak anak-anak kecanduan, dan mereka melakukannya dengan sengaja," tegas Lanier di depan juri dan Hakim Carolyn B. Kuhl.
Lanier memaparkan sejumlah bukti internal yang jarang terlihat publik, termasuk email tahun 2015 dari CEO Meta, Mark Zuckerberg. Dalam pesan tersebut, Zuckerberg menuntut agar "waktu yang dihabiskan pengguna meningkat sebesar 12%" guna mencapai target bisnis perusahaan.
Selain itu, YouTube dituduh sengaja menargetkan pengguna muda pada platform utama mereka, alih-alih mengarahkan ke YouTube Kids, agar bisa memasang tarif iklan yang lebih tinggi. Lanier menuduh YouTube mencoba mengambil keuntungan dari orang tua yang mencari "layanan pengasuhan anak digital."
Di sisi lain, pengacara Meta dan YouTube membantah kecanduan tersebut murni disebabkan kelalaian perusahaan. Pengacara Meta, Paul Schmidt, meminta juri untuk melihat latar belakang kehidupan pribadi K.G.M. yang dinilai penuh gejolak.
Schmidt menunjukkan catatan medis yang mengungkapkan K.G.M. telah menjalani terapi sejak usia tiga tahun akibat kekerasan domestik, penelantaran, serta perundungan oleh orang tuanya.
"Saya mengakui itu adalah kutipan yang berat," kata Schmidt saat menunjukkan pernyataan K.G.M. mengenai perlakuan ibunya. "Namun dalam kasus yang menyangkut tekanan psikologis, itulah yang harus Anda pertimbangkan."
Sidang yang diperkirakan berlangsung selama enam minggu ini akan menjadi ujian hukum krusial. Hasilnya akan menjadi tolok ukur bagi ribuan kasus serupa yang diajukan oleh keluarga, jaksa negara bagian, hingga distrik sekolah di seluruh Amerika Serikat.
Daftar saksi yang akan dihadirkan pun tidak main-main. Tokoh besar seperti Mark Zuckerberg (Meta), Adam Mosseri (Instagram), dan Neal Mohan (YouTube) dijadwalkan memberikan kesaksian. Juri juga diharapkan mendengar keterangan dari para mantan karyawan Meta yang kini menjadi whistleblower terkait isu kecanduan ini.
Hingga saat ini, perusahaan-perusahaan tersebut tetap pada pendiriannya bahwa mereka tidak bertanggung jawab atas konten pihak ketiga di bawah hukum federal. Sementara itu, Snapchat dan TikTok dilaporkan telah mencapai kesepakatan damai dengan pihak K.G.M. bulan lalu dan tidak lagi menjadi tergugat dalam kasus ini. (BBC/Z-2)
Fitur "Tanya YouTube" adalah langkah besar Google dalam membawa AI generatif ke ranah konsumsi video. Dengan kemampuan untuk merangkum dan menjawab pertanyaan secara real-time
Menkomdigi Meutya Hafid sebut Roblox belum sepenuhnya patuhi PP Tunas meski sudah rilis fitur Roblox Kids. YouTube resmi bergabung patuhi aturan
YouTube resmi memblokir saluran Explosive Media asal Iran yang viral karena video animasi Lego AI penyindir Donald Trump.
Menkomdigi Meutya Hafid tegur Roblox dan YouTube karena belum patuhi PP Tunas terkait perlindungan anak di bawah 16 tahun. YouTube baru disanksi teguran tertulis.
Dibandingkan menerapkan pelarangan akses secara total, YouTube memilih pendekatan fitur perlindungan yang terintegrasi dan berbasis usia.
SEBUAH video animasi lebaran bertajuk Tukar Rasa menjadi persembahan hiburan untuk masyarakat Indonesia yang meramaikan tradisi mudik ke kampung halaman.
Meta mulai mencatat ketikan dan klik karyawan untuk melatih model AI. Langkah ini dilakukan di tengah ancaman PHK dan investasi AI sebesar US$140 miliar.
Juri California menyatakan Meta dan YouTube bersalah atas kecanduan media sosial pada seorang perempuan muda.
Juri Los Angeles memenangkan gugatan wanita muda atas kecanduan media sosial. Meta dan Google dianggap sengaja membangun platform yang merusak mental anak.
Meta resmi mencaplok Moltbook, platform unik tempat asisten digital AI saling berkomunikasi. Langkah Mark Zuckerberg itu memperkuat dominasi agen AI global.
Mark Zuckerberg bersaksi di pengadilan Los Angeles terkait keamanan Instagram bagi remaja. Terungkap dokumen internal soal efek negatif filter kecantikan dan data pengguna di bawah umur.
Mark Zuckerberg berhadapan dengan juri dalam sidang perdana gugatan kecanduan media sosial. Dokumen internal mengungkap strategi Meta dalam menjaring pengguna remaja.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved