Sindir Donald Trump Lewat Animasi Lego AI, YouTube Blokir Saluran 'Explosive Media'

Thalatie K Yani
16/4/2026 07:53
Sindir Donald Trump Lewat Animasi Lego AI, YouTube Blokir Saluran 'Explosive Media'
YouTube resmi memblokir saluran Explosive Media asal Iran yang viral karena video animasi Lego AI penyindir Donald Trump. (Media Sosial X)

PLATFORM berbagi video YouTube resmi menghapus saluran milik kelompok pro-Iran, Explosive Media, pada Rabu waktu setempat. Kelompok ini menjadi perbincangan global setelah memproduksi video-video viral berbasis kecerdasan buatan (AI) bertema Lego yang mengolok-olok Presiden AS, Donald Trump.

YouTube mengeklaim tindakan tersebut diambil karena pelanggaran kebijakan platform, meski langkah ini langsung memicu kritik tajam di dunia maya. "Kami menghentikan saluran tersebut karena melanggar kebijakan kami mengenai spam, praktik penyesatan, dan penipuan," ujar juru bicara YouTube kepada AFP tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

Fenomena "Legofikasi" Propaganda

Explosive Media merupakan kelompok kreator pro-Teheran yang mengeklaim diri sebagai pihak independen. Namun, mereka santer diduga memiliki hubungan dengan pemerintah Iran. Selama perang AS-Iran berkecamuk, video animasi mereka telah meraup jutaan penayangan.

Video satir tersebut menggunakan elemen budaya populer Amerika dengan menampilkan karakter karikatur Trump berkepala kuning besar. Trump digambarkan sebagai sosok tua yang terisolasi, sering tantrum, dan tampak terputus dari kenyataan.

Para analis menyebut fenomena ini sebagai "Legofikasi" propaganda konflik, di mana meme video kartun digunakan sebagai alat perang informasi yang efektif. Selain menyindir pemimpin negara, video-video mereka sering kali menggambarkan kemenangan fiktif militer Iran atau skenario di mana pemimpin dunia bergantung pada pasokan minyak Iran.

Protes dan Penangguhan Massal

Pihak Explosive Media langsung bereaksi keras atas penghapusan tersebut melalui platform X. "Serius! Apakah animasi gaya LEGO kami benar-benar mengandung kekerasan?" tulis mereka.

Selain YouTube, Instagram milik Meta dilaporkan telah menghapus akun kelompok tersebut. Namun, konten mereka tetap menyebar luas di platform X milik Elon Musk dan Telegram. Bahkan, penghapusan saluran utama di YouTube tampaknya memiliki dampak terbatas karena video-video mereka masih dibagikan secara masif oleh kreator konten lain.

Dugaan Keterlibatan Pemerintah

Kecurigaan mengenai keterlibatan rezim Iran menguat karena kemampuan Explosive Media dalam memproduksi dan mengunggah konten berkualitas tinggi secara konsisten. Padahal, saat ini warga Iran tengah menghadapi pemadaman internet total atau internet blackout.

Konten yang diproduksi dalam bahasa Inggris tersebut dinilai sengaja ditujukan untuk audiens di luar Iran, mengingat platform seperti X telah diblokir di negara tersebut selama bertahun-tahun. Menanggapi tuduhan tersebut, pihak Explosive Media membantahnya dan menyebut klaim keterlibatan pemerintah sebagai "distorsi media".

Salah satu video terbaru mereka yang diunggah di X setelah pengumuman gencatan senjata pekan lalu menggunakan takarir: "TACO akan selalu tetap TACO," yang merujuk pada akronim "Trump always chickens out" (Trump selalu pengecut). (AFP/Z-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya