Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PLATFORM berbagi video YouTube resmi menghapus saluran milik kelompok pro-Iran, Explosive Media, pada Rabu waktu setempat. Kelompok ini menjadi perbincangan global setelah memproduksi video-video viral berbasis kecerdasan buatan (AI) bertema Lego yang mengolok-olok Presiden AS, Donald Trump.
YouTube mengeklaim tindakan tersebut diambil karena pelanggaran kebijakan platform, meski langkah ini langsung memicu kritik tajam di dunia maya. "Kami menghentikan saluran tersebut karena melanggar kebijakan kami mengenai spam, praktik penyesatan, dan penipuan," ujar juru bicara YouTube kepada AFP tanpa memberikan rincian lebih lanjut.
Explosive Media merupakan kelompok kreator pro-Teheran yang mengeklaim diri sebagai pihak independen. Namun, mereka santer diduga memiliki hubungan dengan pemerintah Iran. Selama perang AS-Iran berkecamuk, video animasi mereka telah meraup jutaan penayangan.
Video satir tersebut menggunakan elemen budaya populer Amerika dengan menampilkan karakter karikatur Trump berkepala kuning besar. Trump digambarkan sebagai sosok tua yang terisolasi, sering tantrum, dan tampak terputus dari kenyataan.
Para analis menyebut fenomena ini sebagai "Legofikasi" propaganda konflik, di mana meme video kartun digunakan sebagai alat perang informasi yang efektif. Selain menyindir pemimpin negara, video-video mereka sering kali menggambarkan kemenangan fiktif militer Iran atau skenario di mana pemimpin dunia bergantung pada pasokan minyak Iran.
Pihak Explosive Media langsung bereaksi keras atas penghapusan tersebut melalui platform X. "Serius! Apakah animasi gaya LEGO kami benar-benar mengandung kekerasan?" tulis mereka.
Selain YouTube, Instagram milik Meta dilaporkan telah menghapus akun kelompok tersebut. Namun, konten mereka tetap menyebar luas di platform X milik Elon Musk dan Telegram. Bahkan, penghapusan saluran utama di YouTube tampaknya memiliki dampak terbatas karena video-video mereka masih dibagikan secara masif oleh kreator konten lain.
Kecurigaan mengenai keterlibatan rezim Iran menguat karena kemampuan Explosive Media dalam memproduksi dan mengunggah konten berkualitas tinggi secara konsisten. Padahal, saat ini warga Iran tengah menghadapi pemadaman internet total atau internet blackout.
Konten yang diproduksi dalam bahasa Inggris tersebut dinilai sengaja ditujukan untuk audiens di luar Iran, mengingat platform seperti X telah diblokir di negara tersebut selama bertahun-tahun. Menanggapi tuduhan tersebut, pihak Explosive Media membantahnya dan menyebut klaim keterlibatan pemerintah sebagai "distorsi media".
Salah satu video terbaru mereka yang diunggah di X setelah pengumuman gencatan senjata pekan lalu menggunakan takarir: "TACO akan selalu tetap TACO," yang merujuk pada akronim "Trump always chickens out" (Trump selalu pengecut). (AFP/Z-2)
Presiden AS Donald Trump memilih strategi blokade ekonomi berkepanjangan terhadap Iran untuk menekan ekspor minyak dan menghindari risiko perang terbuka.
Donald Trump menyatakan King Charles III sejalan dalam mencegah Iran memiliki senjata nuklir. Pernyataan disampaikan saat jamuan kenegaraan di AS.
Mantan Direktur FBI James Comey menghadapi dakwaan pidana atas dugaan ancaman terhadap Presiden Donald Trump lewat unggahan media sosial.
FCC memerintahkan peninjauan ulang lisensi siaran TV Disney menyusul desakan Presiden Donald Trump untuk memecat Jimmy Kimmel pasca insiden percobaan pembunuhan.
Gedung Putih mengunggah foto Raja Charles III dan Donald Trump dengan takarir "Dua Raja".
Raja Charles III dan Donald Trump melakukan pertukaran kado simbolis dalam kunjungan kenegaraan ke AS. Dari desain Resolute Desk hingga surat bersejarah John Adams.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved