Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KETEGANGAN perdagangan antara Amerika Serikat dan Uni Eropa kembali mencapai titik didih. Parlemen Eropa dikabarkan berencana menangguhkan persetujuan kesepakatan tarif yang sebelumnya disepakati pada Juli lalu. Langkah ini dipicu manuver terbaru Donald Trump yang menekan sekutu Eropa terkait ambisinya mengakuisisi Greenland.
Penangguhan ini rencananya akan diumumkan secara resmi di Strasbourg, Prancis, pada Rabu waktu setempat. Keputusan ini menandai eskalasi serius setelah Trump mengancam akan memberlakukan tarif baru selama akhir pekan jika tuntutannya terkait wilayah Arktik tersebut tidak dipenuhi.
Kabar kembalinya wacana perang dagang ini langsung memukul pasar finansial di kedua sisi Atlantik. Di bursa AS, indeks Dow Jones merosot lebih dari 1,7%, sementara S&P 500 jatuh lebih dari 2% dan Nasdaq ditutup melemah 2,4%. Di pasar valuta asing, dolar AS jatuh tajam terhadap Euro dan Poundsterling. Gejolak ini juga memicu aksi jual surat utang pemerintah jangka panjang yang menyebabkan kenaikan imbal hasil (yield) obligasi di AS, Inggris, hingga Jerman.
Bernd Lange, Ketua Komite Perdagangan Internasional Parlemen Eropa, menegaskan tidak ada pilihan lain selain menunda kerja sama tersebut.
"Dengan mengancam integritas teritorial dan kedaulatan negara anggota UE serta menggunakan tarif sebagai instrumen paksaan, AS merusak stabilitas dan prediksi hubungan dagang UE-AS," ujar Lange. Ia menambahkan, "Tidak ada alternatif selain menangguhkan pengerjaan dua proposal legislatif Turnberry sampai AS memutuskan untuk kembali pada jalur kerja sama dan bukan konfrontasi."
Kesepakatan yang terancam ini awalnya dipandang sebagai "gencatan senjata" setelah Trump memangkas rencana tarif barang-barang Eropa dari 30% menjadi 15% pada pertemuan di Skotlandia, Juli lalu. Sebagai imbalannya, Eropa setuju untuk berinvestasi di AS dan melakukan perubahan kebijakan demi mendongkrak ekspor Amerika.
Namun, jeda ini memiliki batas waktu hingga 6 Februari. Jika Uni Eropa tidak meratifikasi kesepakatan atau mengajukan perpanjangan, maka tarif balasan senilai €93 miliar (sekitar Rp1.560 triliun) terhadap barang-barang AS akan otomatis berlaku pada 7 Februari.
Menanggapi situasi di Davos, Menteri Keuangan AS Scott Bessent meminta para pemimpin Eropa untuk tetap tenang dan menghindari aksi balasan. "Saya katakan kepada semua orang, duduklah. Tarik napas dalam-dalam. Jangan membalas. Presiden akan berada di sini besok dan dia akan menyampaikan pesannya," imbau Bessent.
Namun, nada berbeda datang dari perwakilan dagang AS yang memperingatkan Washington tidak akan membiarkan aksi balasan tanpa respons yang lebih keras. Jamieson Greer, Perwakilan Dagang AS, memberikan peringatan tersirat: "Apa yang saya temukan adalah ketika negara-negara mengikuti saran saya, mereka cenderung baik-baik saja. Ketika mereka tidak mengikutinya, hal-hal gila terjadi."
Di tengah ancaman ini, Perdana Menteri Kanada Mark Carney menyerukan agar negara-negara kekuatan menengah bersatu melawan diplomasi "siapa yang kuat dia menang". Menurutnya, bernegosiasi secara bilateral dengan hegemon hanya akan menempatkan negara dalam posisi lemah. (BBC/Z-2)
Militer AS melalui USS Rafael Peralta mencegat kapal tanker M/T Stream menuju Iran. Ketegangan di Selat Hormuz meningkat di tengah kebuntuan diplomasi.
Pemerintahan Trump mengusulkan Visa Kartu Emas US$5 juta dan tarif untuk tekan utang AS senilai US$39 triliun. Simak analisis kelayakan dan dampaknya.
PERANG AS-Israel melawan Iran telah membuka aib rezim Donald Trump yang sesungguhnya.
Gedung Putih telah menyetujui setiap pertemuan antara Raja Charles III dan Trump akan berlangsung tanpa kamera, demikian dilaporkan surat kabar tersebut pada Senin (27/4).
Pertemuan mungkin masih berlangsung, serta menegaskan proposal tersebut sedang dibahas. Meski demikian, Leavitt menolak berspekulasi lebih jauh.
Presiden AS Donald Trump merespons insiden penyerangan di Washington Hilton. Ia membantah isi manifesto pelaku dan meminta acara segera dijadwalkan ulang.
Belanja militer global pada 2025 mencatatkan rekor baru sebesar US$2,89 triliun atau setara Rp49,79 kuadriliun. Lonjakan sebesar 2,9% ini didorong oleh ketidakpastian keamanan global
Dalam wawancara dengan penyiar publik RTVE, Albares menyebut kondisi di Libanon mencerminkan pola yang mengkhawatirkan.
Komisi Eropa juga merekomendasikan pemberian subsidi transportasi umum dan pengurangan PPN pada pompa kalor, boiler, dan panel surya, katanya.
Setelah pertemuan tersebut, Rutte kemudian menyampaikan kepada para mitra di Eropa bahwa Washington menuntut "komitmen konkret" dalam beberapa hari ke depan.
Uni Eropa, Jerman, dan Inggris kompak tolak permintaan AS kirim pasukan ke Selat Hormuz. Fokus pada diplomasi demi cegah lonjakan harga minyak global. Simak!
Israel melakukan genosida di Gaza dan melancarkan serangan di Libanon dan negara-negara lain.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved