Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MILITER Thailand menyatakan tengah mengkaji kemungkinan pemblokiran ekspor bahan bakar ke Kamboja, seiring meluasnya bentrokan kedua negara hingga ke wilayah pesisir di kawasan perbatasan yang disengketakan. Pernyataan ini disampaikan dua hari setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan Thailand dan Kamboja telah menyepakati gencatan senjata baru.
Dua negara bertetangga di Asia Tenggara tersebut beberapa kali terlibat penggunaan senjata sepanjang tahun ini, sejak seorang prajurit Kamboja tewas dalam bentrokan pada Mei lalu. Insiden itu kembali memicu konflik lama yang telah menyebabkan ratusan ribu warga mengungsi di kedua sisi perbatasan.
Seorang pejabat angkatan laut Thailand mengatakan para komandan militer telah membahas opsi pemblokiran ekspor bahan bakar ke Kamboja.
Langkah yang dipertimbangkan antara lain meminta angkatan laut untuk waspada terhadap kapal-kapal yang mengangkut pasokan strategis serta menetapkan zona maritim di dekat pelabuhan Kamboja sebagai wilayah berisiko tinggi. Pernyataan tersebut disampaikan dalam konferensi pers pada Minggu (14/12).
"Saat ini, belum ada perintah mengenai langkah-langkah ini," kata Kapten Nara Khunkothom, asisten juru bicara Angkatan Laut Kerajaan Thailand dikutip dari Japan Times, Senin (15/12).
Ia menambahkan isu tersebut akan dibahas lebih lanjut dalam pertemuan keamanan pada Senin (15/12).
Sementara itu, Kementerian Energi Thailand menyatakan pada Jumat (12/12) bahwa ekspor minyak ke Kamboja telah dihentikan sejak Juni. Berdasarkan data kementerian, Thailand mengekspor sekitar 2,2 miliar liter bahan bakar ke Kamboja sepanjang tahun lalu.
Di sisi lain, Kamboja menuduh Thailand menyerang infrastruktur sipil, termasuk penggunaan jet tempur dan penembakan ke kawasan permukiman. Thailand membantah tuduhan tersebut dan menegaskan hanya menargetkan sasaran militer.
Thailand juga memberlakukan jam malam di Provinsi Trat, wilayah tenggara negara itu, pada Minggu (14/12) seiring berlanjutnya pertempuran di sepanjang perbatasan darat kedua negara yang membentang sekitar 817 kilometer.
Otoritas Thailand melaporkan seorang tentara dan seorang warga sipil tewas akibat roket BM-21 yang ditembakkan dari wilayah Kamboja pada hari yang sama.
Menurut data pemerintah Thailand, sedikitnya 16 tentara dan 10 warga sipil tewas, ratusan lainnya luka-luka, serta 258.626 warga mengungsi sejak bentrokan terbaru yang dimulai pada Senin lalu.
Pemerintah Kamboja tidak melaporkan tambahan korban jiwa atau luka pada Minggu (14/12). Namun, Kementerian Dalam Negeri Kamboja menyebutkan sedikitnya 11 orang tewas, 74 luka-luka dan 394.706 orang mengungsi sejak Senin lalu.
Militer Thailand sebelumnya mengatakan telah menghancurkan sebuah jembatan yang digunakan Kamboja untuk mengirim senjata berat dan perlengkapan militer ke wilayah konflik. Pasukan Thailand juga melancarkan operasi yang menargetkan artileri di Provinsi Koh Kong, wilayah pesisir Kamboja.
"Secara keseluruhan, bentrokan terus terjadi," kata juru bicara Kementerian Pertahanan Thailand, Laksamana Muda Surasant Kongsiri, dalam konferensi pers di Bangkok, Minggu (14/12).
Presiden Trump, yang sebelumnya menjadi penengah gencatan senjata dalam konflik berkepanjangan kedua negara pada Oktober lalu, mengatakan telah berbicara dengan Perdana Menteri sementara Thailand, Anutin Charnvirakul, serta Perdana Menteri Kamboja, Hun Manet, pada Jumat (13/12). Menurut Trump, kedua pemimpin sepakat untuk menghentikan semua penembakan.
Namun Anutin pada Sabtu (14/12) menegaskan Thailand akan terus berjuang sampai mereka tidak lagi merasakan bahaya dan ancaman terhadap tanah dan rakyatnya.
Seorang juru bicara Gedung Putih kemudian menyatakan Trump berharap semua pihak menghormati komitmen tersebut dan dia akan meminta pertanggungjawaban siapa pun yang diperlukan untuk menghentikan pembunuhan dan memastikan perdamaian yang langgeng.
Juru bicara Kementerian Pertahanan Thailand, Surasant menegaskan Thailand tetap terbuka pada solusi diplomatik, tetapi menekankan bahwa Kamboja harus menghentikan permusuhan terlebih dahulu sebelum mereka dapat bernegosiasi. (I-3)
Bea Cukai Tanjung Priok menggagalkan ekspor ilegal 3.053 kg sisik trenggiling ke Kamboja. Nilainya ditaksir mencapai Rp183 miliar.
Otoritas Kamboja tangkap 81 WNA terkait sindikat romance scam. Pasca-operasi besar, sekitar 223.610 warga asing dilaporkan kabur meninggalkan negara tersebut.
Kemenlu RI bekerja sama dengan KBRI Phnom Penh memfasilitasi kepulangan gelombang ketiga warga negara Indonesia atau pekerja migran Indonesia bermasalah sektor penipuan daring dari Kamboja.
Untuk dua minggu ke depan, tercatat 257 WNI yang telah membeli tiket penerbangan ke Indonesia.
SCAMĀ Kamboja bukan sekadar cerita kriminal lintas negara atau kisah tragis warga negara yang terjerat pekerjaan palsu di luar negeri.
WNI yang memerlukan dokumen perjalanan sementara dan telah memperoleh fasilitasi keringanan denda keimigrasian juga disebut membeli tiket kepulangan secara mandiri.
Direktur CELIOS menilai rencana kenaikan harga Pertamax 92 tepat untuk kurangi beban APBN, namun ingatkan risiko migrasi konsumsi ke Pertalite.
Temuan BPK soal lemahnya cadangan BBM dan LPG memicu respons DPR. Legislator PDIP mendesak pemerintah segera bertindak demi ketahanan energi nasional.
Penggunaan AC mobil yang tidak sehat ternyata memicu pemborosan BBM. Simak penjelasan ahli mengenai komponen AC dan tips perawatannya agar tetap efisien.
Pakar ITB ingatkan risiko mesin rusak dan biaya perbaikan belasan juta rupiah akibat mencampur atau menurunkan oktan BBM saat harga naik.
anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Ahmad Najib Qodratullah, mengingatkan pemerintah untuk terus berinovasi dalam melakukan transisi energiĀ
Pakar otomotif ITB ingatkan risiko penurunan performa hingga kerusakan mesin jika nekat pakai BBM oktan rendah demi hemat biaya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved