Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Libanon Joseph Aoun menegaskan negaranya tidak menginginkan konflik baru dengan Israel. Pernyataan itu disampaikan dalam pertemuan dengan delegasi Dewan Keamanan PBB di Beirut, Jumat (5/12) waktu setempat.
Sikap tersebut muncul hanya beberapa hari setelah perwakilan sipil dari Libanon dan Israel, untuk pertama kalinya dalam beberapa dekade, duduk bersama dalam pembahasan mekanisme gencatan senjata.
Menurut keterangan resmi kepresidenan, Aoun menyampaikan bahwa rakyat Libanon enggan terlibat konflik.
"Rakyat tidak ingin kembali berperang, mereka sudah cukup menderita dan tidak ada jalan untuk kembali," ujar Aoun.
Dia menekankan komitmen pemerintah Libanon untuk mengutamakan perdamaian sekaligus menata ulang keamanan domestik, termasuk upaya melucuti senjata kelompok-kelompok bersenjata non-negara.
Aoun meminta dukungan internasional bagi Angkatan Bersenjata Libanon (LAF) yang tengah menjalankan rencana pemerintah untuk menertibkan kelompok bersenjata. Tahap pertama program tersebut ditargetkan rampung sebelum akhir tahun.
"Angkatan bersenjata Libanon akan menjalankan perannya secara penuh. Masyarakat internasional harus memberikan dukungan dan bantuan,” tegasnya.
Meski pemerintah menegaskan jalur diplomasi, pimpinan Hizbollah Naim Qassem kembali menolak rencana pelucutan senjata.
Dalam pidato televisi pada hari yang sama, Qassem Hizbullah mengingatkan konsesi semacam itu tidak akan mengubah posisi musuh dan juga tidak akan menghentikan agresi atau pendudukan.
“Kami menganggap langkah ini sebagai kesalahan tambahan di atas keputusan keliru,” katanya, merujuk pada keputusan pemerintah pada Agustus yang menugaskan LAF melucuti Hizbollah.
Gencatan senjata November 2024 seharusnya mengakhiri lebih dari setahun ketegangan antara Israel dan Hizbollah. Namun, Israel masih melakukan serangan di wilayah Libanon selatan serta mempertahankan pasukan di lima area strategis di kawasan tersebut.
Situasi inilah yang mendorong pemerintah Libanon menggandeng PBB untuk meningkatkan tekanan diplomatik terhadap Israel.
Pemerintah Libanon kembali menekankan perlunya mendesak Israel agar menjalankan gencatan senjata dan menarik pasukannya. Libanon berharap adanya tekanan yang lebih kuat dari Dewan Keamanan PBB.
Delegasi Dewan Keamanan PBB sebelumnya telah mengunjungi Damaskus dan melanjutkan kunjungan ke Beirut pada. Mereka dijadwalkan meninjau wilayah perbatasan selatan Libanon didampingi utusan Amerika Serikat (AS) Morgan Ortagus. (AFP/Z-1)
PBB menegaskan rencana Israel memperluas permukiman di Dataran Tinggi Golan ilegal. Suriah upayakan kesepakatan keamanan baru terkait penarikan pasukan.
Wilayah udara Turki saat ini ditutup bagi pejabat Israel dan pesawat yang membawa senjata.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres memperingatkan bahwa kebuntuan ini berpotensi memicu krisis pangan global.
Israel dilaporkan mengerahkan sistem pertahanan udara Iron Dome ke Emirat Arab untuk melindungi infrastruktur kunci dari serangan rudal dan drone Iran di Teluk.
Ia juga mengkritik pelaksanaan dua putaran pembicaraan langsung antara Libanon dan Israel yang berlangsung di Washington beberapa hari lalu.
Militer Israel (IDF) melakukan investigasi atas laporan maraknya penjarahan rumah warga dan perusakan properti sipil oleh tentaranya di Libanon Selatan.
Ketegangan di Libanon Selatan meningkat setelah prajurit UNIFIL asal Prancis kembali gugur. Macron tuding Hizbullah, sementara Presiden Aoun sampaikan duka mendalam.
Para pejabat di LIbanon telah memberi tahu Israel dan AS bahwa mereka tidak akan mencari negosiasi lebih lanjut sampai gencatan senjata.
Untuk pertama kalinya sejak 1993, Libanon dan Israel bertemu di Washington untuk membahas gencatan senjata dan pengurangan pengaruh Hizbullah.
Aoun juga menyerukan dukungan logistik internasional untuk tentara Libanon.
Israel mengabaikan seruan untuk menghentikan agresinya terhadap Libanon.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved