Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
UNTUK pertama kalinya dalam hampir tujuh tahun, pemerintah Amerika Serikat resmi menghentikan sebagian besar operasinya setelah Senat gagal meloloskan rancangan anggaran. Dampaknya, layanan federal terhenti, ratusan ribu pegawai pemerintah terancam tanpa gaji, dan ketidakpastian politik kembali mencuat.
Shutdown ini dipicu oleh kebuntuan antara Partai Republik dan Partai Demokrat dalam menyepakati rancangan belanja negara. Meski publik tahu setiap shutdown pasti akan berakhir, pertanyaannya adalah: siapa yang lebih dulu menyerah?
Pada pemungutan suara, mayoritas Demokrat menolak rancangan anggaran Republik. Namun, dua senator Demokrat dan satu independen memilih mendukung kubu lawan. Tekanan semakin besar bagi anggota Demokrat dari negara bagian yang cenderung konservatif, seperti Nevada, Georgia, hingga Virginia. Jika lima senator tambahan berpaling, shutdown bisa segera berakhir dengan kekalahan Demokrat.
Jika tetap solid, Demokrat juga tetap berisiko. Para pegawai pemerintah paling cepat merasakan dampak dengan tertundanya gaji. Selain itu, publik biasanya menyalahkan partai yang dianggap “memicu” shutdown. Demi menyelamatkan posisi politik, Demokrat bisa saja memilih mengalah, meski tanpa keuntungan nyata, dan hanya mengklaim bahwa mereka sudah menyoroti isu subsidi kesehatan yang terancam dicabut.
Di sisi lain, Partai Republik juga tidak kebal risiko. Sejarah mencatat, publik sering kali menuding mereka sebagai biang kerok shutdown. Jika tekanan politik meningkat, mereka bisa memberi jaminan kepada Demokrat untuk memperpanjang subsidi asuransi kesehatan. Konsesi semacam ini justru bisa menguntungkan Republik pada pemilu mendatang.
Skenario terburuk: tidak ada pihak yang mau mengalah. Jika berlangsung lama, dampaknya bisa lebih parah dibanding shutdown 35 hari pada 2018-2019. Ketidakpuasan publik akan meningkat dan kedua partai sama-sama kehilangan simpati menjelang pemilu.
Saat ini, retorika panas mendominasi. Presiden Donald Trump menyerang lawan politiknya dengan video AI bernada kasar, sementara Demokrat membalas dengan isu-isu kontroversial. Namun pada akhirnya, tekanan ekonomi dan suara publik akan menentukan siapa yang mundur lebih dulu. (BBC/Z-2)
Presiden AS Donald Trump memilih strategi blokade ekonomi berkepanjangan terhadap Iran untuk menekan ekspor minyak dan menghindari risiko perang terbuka.
Donald Trump menyatakan King Charles III sejalan dalam mencegah Iran memiliki senjata nuklir. Pernyataan disampaikan saat jamuan kenegaraan di AS.
Mantan Direktur FBI James Comey menghadapi dakwaan pidana atas dugaan ancaman terhadap Presiden Donald Trump lewat unggahan media sosial.
FCC memerintahkan peninjauan ulang lisensi siaran TV Disney menyusul desakan Presiden Donald Trump untuk memecat Jimmy Kimmel pasca insiden percobaan pembunuhan.
Gedung Putih mengunggah foto Raja Charles III dan Donald Trump dengan takarir "Dua Raja".
Raja Charles III dan Donald Trump melakukan pertukaran kado simbolis dalam kunjungan kenegaraan ke AS. Dari desain Resolute Desk hingga surat bersejarah John Adams.
Perkuat Partai Nasionalis-Religius, Demokrat Salurkan Bantuan saat Paskah
Sejumlah anggota DPR AS dari Partai Demokrat mengajukan resolusi pemakzulan terhadap Presiden Donald Trump terkait perang inkonstitusional dan pelanggaran HAM.
Ia merujuk pada petugas Administrasi Keamanan Transportasi (TSA) yang bertanggung jawab atas keamanan bandara.
Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) instruksikan kader Demokrat perkuat gotong royong & bantu rakyat melalui Safari Ramadan 2026 di Dapil VII Jawa Timur.
KETUA DPD Partai Demokrat DKI Jakarta, Mujiyono, mengadakan kegiatan buka puasa bersama dengan Keluarga Besar Rumah Aspirasi Mujiyono (RAM).
Partai Demokrat gelar buka bersama di Jakarta.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved