Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Kesehatan Libanon mengatakan anak-anak, perempuan, dan petugas medis menjadi korban tewas dalam serangan Israel pada Senin (23/9) yang menargetkan Libanon selatan. Media pemerintah melaporkan Kementerian Kesehatan mengatakan serangan musuh Israel yang terus berlanjut di kota-kota dan desa-desa di selatan menyebabkan korban tewas terus bertambah.
"Di antara mereka yang syahid dan terluka ialah anak-anak, perempuan, dan paramedis,” kata Kementerian Kesehatan dalam pernyataan. Sebelumnya militer Israel (IDF) mengeklaim telah menargetkan setidaknya 300 lokasi Hizbullah di Libanon.
Hizbullah mengeklaim telah menembakkan roket ke pangkalan militer Israel di Israel utara sebagai tanggapan atas serangan musuh Israel yang menargetkan wilayah selatan dan Bekaa. IDF mengatakan pertahanannya menahan setidaknya 35 proyektil yang diidentifikasi berasal dari Libanon.
Baca juga : Lebih dari 100 Tewas Sehari dalam Serangan Israel di Libanon
Kementerian Kesehatan Libanon telah meminta semua rumah sakit di selatan dan timur negara itu untuk menghentikan semua operasi yang tidak penting guna memberikan ruang, agar merawat korban luka akibat meluasnya agresi Israel.
Ada laporan lalu lintas padat ketika warga mengungsi ke selatan dan lembaga pendidikan ditutup. Israel tampaknya telah mengirimkan sekitar 60.000 panggilan telepon otomatis dan pesan teks kepada warga di Libanon yang memerintahkan mereka meninggalkan rumah mereka.
Serangan Israel telah diperingatkan dan militer Israel mengumumkan bahwa mereka berencana meningkatkan operasi. Pernyataan yang dikeluarkan oleh juru bicara IDF dalam bahasa Arab mendesak masyarakat Libanon untuk meninggalkan rumah mereka sebelum gelombang serangan terjadi.
Baca juga : Pemimpin Dunia Cegah Perang Meluas, Hizbullah Siap Hadapi Israel
Dilaporkan ada 60.000 panggilan telepon otomatis yang dilakukan kepada penduduk di Libanon dan meminta mereka untuk mengungsi.
"Kami memperdalam serangan kami di Lebanon. Tindakan ini akan terus berlanjut sampai kami mencapai tujuan kami untuk mengembalikan penduduk utara dengan selamat ke rumah mereka," kata Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant dalam sebuah video yang diterbitkan oleh kantornya pada Senin (23/9).
"Ini hari-hari masyarakat Israel harus menunjukkan ketenangan," pungkasnya (The Guardian/Z-2)
Arab Saudi intensifkan diplomasi di Libanon melalui Perjanjian Taif untuk melucuti senjata Hizbullah di tengah goyahnya gencatan senjata Israel-Hizbullah.
Ia juga mengkritik pelaksanaan dua putaran pembicaraan langsung antara Libanon dan Israel yang berlangsung di Washington beberapa hari lalu.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memerintahkan militer untuk menyerang target Hizbullah secara masif di Libanon meski gencatan senjata baru diperpanjang.
Ketegangan di Libanon Selatan meningkat setelah prajurit UNIFIL asal Prancis kembali gugur. Macron tuding Hizbullah, sementara Presiden Aoun sampaikan duka mendalam.
Ia menegaskan bahwa prioritas Hizbullah bukan sekadar kembali ke situasi sebelumnya, tetapi memastikan penarikan pasukan Israel serta kembalinya warga Libanon ke desa-desa mereka.
Kabinet Netanyahu bergejolak setelah pengumuman gencatan senjata 10 hari di Libanon oleh Donald Trump tanpa melalui proses pemungutan suara resmi.
Liga Arab menuntut Amerika Serikat memastikan Israel menghentikan serangan ke Libanon menyusul kesepakatan gencatan senjata sementara antara AS dan Iran.
Israel lancarkan serangan udara besar-besaran di Dahiyeh, Libanon. Lebih dari 100 lokasi digempur dalam 10 menit, korban tewas mencapai 254 jiwa.
PBB menduga penggunaan IED dalam insiden yang menewaskan tiga prajurit TNI di Libanon Selatan. Simak kronologi dan identitas korban di sini.
Menteri Pertahanan Israel Israel Katz umumkan rencana penghancuran desa di perbatasan Libanon dan pembentukan zona penyangga hingga Sungai Litani.
WAKIL Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono mendesak pemerintah melakukan evaluasi termasuk opsi penarikan pasukan setelah seorang prajurit TNI anggota UNIFIL tewas di Libanon
Krisis Libanon 2026: UNICEF laporkan 700.000 pengungsi, termasuk 200.000 anak-anak. Angka kematian anak melonjak 25% dalam sepekan. Baca selengkapnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved