Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMIMPIN Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei berjanji akan memberikan hukuman berat dan membalas dendam terhadap Israel akibat pembunuhan pemimpin Hamas Ismail Haniyeh di Teheran.
Pengamat keamanan Timur Tengah di King's College London, Ahron Bregman, mengatakan kepada VOA bahwa sulit memprediksi yang mungkin dilakukan Iran seperti meyerang Israel langsung atau lebih memilih tidak menyerang Israel secara langsung.
"Prioritas nomor satu Iran ialah memiliki bom atom. Sekarang bukan waktu terbaik untuk itu. Oleh karena itu, mereka lebih memilih untuk bekerja melalui proksi," kata Bregman. "Namun hal ini ditentang oleh Israel dan dipermalukan oleh Israel ketika Israel membunuh seseorang di wilayahnya," lanjutnya.
"Prioritas nomor satu Iran ialah memiliki bom atom. Ini bukan waktu terbaik untuk itu. Oleh karena itu, mereka lebih memilih untuk bekerja melalui proxy," kata Bregman. "Namun hal ini ditentang oleh Israel dan dipermalukan oleh Israel ketika Israel membunuh seseorang di wilayahnya," lanjutnya.
Analis Nicholas Heras dari New Lines Institute di Washington mengatakan meskipun Israel belum memberi tanggapan pembunuhan tersebut, tetapi faktanya pembunuhan ini mengirimkan sinyal yang jelas dari Israel kepada Iran untuk menurunkan ketegangan.
"Israel belum mengklaim pembunuhan itu, tetapi kemungkinan besar itu ialah pihak Israel," katanya kepada VOA. "Israel dapat menyerang Iran atau sekutunya di mana saja, kapan saja," sebutnya.
Baca juga : Ismail Haniyeh Dibunuh Dapat Ciptakan Perang Masif, Bagaimana Peran AS?
Pembunuhan Haniyeh, ditambah dengan pembunuhan Fuad Shukr, seorang pemimpin senior Hizbullah, di Beirut, Libanon, pada Selasa (31/7), menunjukkan bahwa Israel mengirimkan sinyal bahwa Israel memiliki kemampuan intelijen, pengawasan, pengintaian, dan operasional yang unggul.
"Israel memiliki keunggulan itu," kata Heras.
Baca juga : Kelompok Islam dari Yaman dan Pakistan Kecam Israel Bunuh Ismail Haniyeh
Sementara itu, Qatar, yang aktif dalam perundingan gencatan senjata dan penyanderaan atas perang Gaza, mengutuk dengan keras pembunuhan Haniyeh.
Baca juga : Kemenlu Iran: Darah Ismail Haniyeh tidak akan Tumpah Sia-Sia
Negara kecil di Timur Tengah ini juga menyebut pembunuhan itu sebagai eskalasi berbahaya dan pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional dan kemanusiaan.
"Pembunuhan ini dan perilaku sembrono Israel yang terus menargetkan warga sipil di Gaza akan menyebabkan wilayah tersebut terjerumus ke dalam kekacauan dan melemahkan peluang perdamaian," kata Kementerian Luar Negeri Qatar.
Bregman mengatakan negosiasi tersebut tidak akan menghasilkan apa-apa saat ini. "Baik Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu maupun pemimpin Hamas di Gaza, Yahya Sinwar, tidak ingin membahas gencatan senjata," katanya.
Baca juga : AS Ingatkan Konsekuensi Israel jika Serang Hizbullah
"Netanyahu tidak tertarik dengan kesepakatan penyanderaan karena alasan politik yakni mitra koalisinya tidak tertarik," kata Bregman. "Sinwar mungkin menginginkan apa yang selalu dia inginkan: perang regional," tambahnya.
Analis Heras mengatakan pembunuhan Haniyeh merupakan pukulan terhadap upaya negosiasi mitra Arab AS, Qatar dan Mesir, untuk memenangkan gencatan senjata dan pembebasan sandera. "Mesir dan Qatar telah berkolaborasi dengan Amerika Serikat dalam upaya mewujudkan kesepakatan penyanderaan antara Israel dan Hamas," pungkasnya.
Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken berulang kali mengatakan bahwa perjanjian gencatan senjata di Gaza ialah kunci untuk menghindari eskalasi regional yang lebih luas. (Voanews/Z-2)
Iran menanggapi serangan brutal itu dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah.
Surat Megawati kepada Mojtaba Khamenei itu diserahkan kepada Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi.
Apa itu gelar Ayatollah? Pelajari makna "Tanda Tuhan", syarat menjadi mujtahid, hingga peran politiknya dalam sistem kepemimpinan Iran.
Bedah tuntas mekanisme Majelis Ahli Iran dalam menunjuk Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi ke-3 di tengah krisis global Maret 2026.
Profil lengkap Mojtaba Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran ke-3 yang terpilih pada 8 Maret 2026. Simak rekam jejak, pengaruh militer, dan tantangannya.
Kupas tuntas Operasi Epic Fury 2026: Serangan besar AS-Israel ke Iran, teknologi drone LUCAS, hingga dampak tewasnya pemimpin tertinggi Khamenei.
Militer AS melalui USS Rafael Peralta mencegat kapal tanker M/T Stream menuju Iran. Ketegangan di Selat Hormuz meningkat di tengah kebuntuan diplomasi.
Presiden AS Donald Trump memilih strategi blokade ekonomi berkepanjangan terhadap Iran untuk menekan ekspor minyak dan menghindari risiko perang terbuka.
Arab Saudi mendesak Dewan Keamanan PBB secara eksplisit mengecam serangan Iran sejak awal krisis, sembari menyoroti pentingnya keamanan Selat Hormuz bagi ekonomi global.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres memperingatkan bahwa kebuntuan ini berpotensi memicu krisis pangan global.
Pertemuan mungkin masih berlangsung, serta menegaskan proposal tersebut sedang dibahas. Meski demikian, Leavitt menolak berspekulasi lebih jauh.
HARGA minyak dunia terus menunjukkan tren kenaikan meskipun Iran mengajukan proposal untuk mengakhiri blokade di Selat Hormuz.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved