Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
Tahun 2026 mencatat sejarah kelam dalam geopolitik Timur Tengah melalui peluncuran Operasi Epic Fury. Kampanye militer yang dipimpin oleh Amerika Serikat ini bukan sekadar gertakan diplomatik, melainkan upaya sistematis untuk mengubah peta kekuatan di kawasan tersebut secara permanen.
Operasi Epic Fury adalah operasi tempur udara dan rudal berskala besar yang diluncurkan oleh Komando Pusat AS (CENTCOM) pada 28 Februari 2026. Operasi ini dilakukan berkoordinasi dengan serangan Israel yang bersandi Operation Roaring Lion. Tujuan utamanya adalah menghancurkan fasilitas nuklir Iran, melumpuhkan industri rudal balistik, dan mengeliminasi kepemimpinan senior Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).
Salah satu dampak paling signifikan dari operasi ini adalah laporan kematian Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Kompleks kediamannya di Teheran menjadi sasaran rudal presisi pada gelombang pertama serangan. Kematian tokoh yang telah berkuasa sejak 1989 ini memicu gelombang protes internal sekaligus konsolidasi militer oleh faksi-faksi garis keras di Iran.
Operasi Epic Fury menandai penggunaan perdana beberapa teknologi militer mutakhir yang sebelumnya hanya muncul dalam simulasi:
| Aspek | Operasi Epic Fury (2026) | Operasi Desert Storm (1991) |
|---|---|---|
| Target Hari Pertama | 1.000+ | ~400 |
| Teknologi Utama | AI & Swarm Drones | Stealth & Smart Bombs |
| Biaya Harian (Estimasi) | Rp13,13 Triliun (Mata Uang Rupiah) | Rp8,2 Triliun (Disesuaikan Inflasi) |
Serangan dilakukan setelah kegagalan negosiasi nuklir di Oman dan adanya bukti intelijen bahwa Iran mempercepat pengayaan uranium untuk senjata nuklir, serta pengembangan rudal balistik yang mampu menjangkau Eropa.
Dunia terbelah. Negara-negara Barat dan beberapa sekutu regional mendukung langkah ini sebagai tindakan preventif, sementara Rusia dan Tiongkok mengecam keras serangan tersebut sebagai pelanggaran hukum internasional.
Harga minyak dunia melonjak drastis akibat ancaman penutupan Selat Hormuz oleh militer Iran sebagai bentuk balasan atas serangan Epic Fury.
Operasi Epic Fury bukan sekadar konflik militer biasa; ini adalah demonstrasi kekuatan teknologi dan intelijen di era baru. Meskipun berhasil melumpuhkan sebagian besar infrastruktur militer Iran, dampak jangka panjang terhadap stabilitas politik di Timur Tengah dan keamanan energi global masih menjadi tanda tanya besar bagi dunia internasional.
Militer AS melalui USS Rafael Peralta mencegat kapal tanker M/T Stream menuju Iran. Ketegangan di Selat Hormuz meningkat di tengah kebuntuan diplomasi.
Presiden AS Donald Trump memilih strategi blokade ekonomi berkepanjangan terhadap Iran untuk menekan ekspor minyak dan menghindari risiko perang terbuka.
Arab Saudi mendesak Dewan Keamanan PBB secara eksplisit mengecam serangan Iran sejak awal krisis, sembari menyoroti pentingnya keamanan Selat Hormuz bagi ekonomi global.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres memperingatkan bahwa kebuntuan ini berpotensi memicu krisis pangan global.
Pertemuan mungkin masih berlangsung, serta menegaskan proposal tersebut sedang dibahas. Meski demikian, Leavitt menolak berspekulasi lebih jauh.
HARGA minyak dunia terus menunjukkan tren kenaikan meskipun Iran mengajukan proposal untuk mengakhiri blokade di Selat Hormuz.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved