Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PERDANA Menteri Israel Benjamin Netanyahu mempertimbangkan untuk singgah di Eropa dalam perjalanannya ke AS akhir bulan ini. Namun dia membatalkan rencana tersebut di tengah kekhawatiran Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) yang mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadapnya.
Kepala jaksa ICC Kharim Khan telah meminta untuk mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap perdana menteri Israel dan para pemimpin Hamas atas dugaan kejahatan perang, pada Mei lalu.
Sejak itu, tim hakim telah mempertimbangkan apakah ada alasan sah untuk mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap mereka. Jika hal itu terjadi, 124 negara anggota ICC wajib menangkap Netanyahu jika ia menginjak wilayah mereka.
Baca juga : ICC Perintahkan Tangkap Netanyahu, Pengamat: Belum Apa-apa Sudah Psywar
Gagasan untuk singgah di negara Eropa yang bersahabat dengan Israel, mungkin Hongaria atau Republik Ceko, muncul karena pesawat perdana menteri tidak akan mampu melakukan penerbangan trans atlantik dengan terlalu banyak penumpang dari Tel Aviv ke Washington.
Daripada singgah, tambahnya, Netanyahu akan melakukan perjalanan ke AS dengan rombongan terbatas. Dia diperkirakan akan berpidato di Kongres pada 24 Juli.
(Al Jazeera/Z-9)
PBB menegaskan rencana Israel memperluas permukiman di Dataran Tinggi Golan ilegal. Suriah upayakan kesepakatan keamanan baru terkait penarikan pasukan.
Wilayah udara Turki saat ini ditutup bagi pejabat Israel dan pesawat yang membawa senjata.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres memperingatkan bahwa kebuntuan ini berpotensi memicu krisis pangan global.
Israel dilaporkan mengerahkan sistem pertahanan udara Iron Dome ke Emirat Arab untuk melindungi infrastruktur kunci dari serangan rudal dan drone Iran di Teluk.
Ia juga mengkritik pelaksanaan dua putaran pembicaraan langsung antara Libanon dan Israel yang berlangsung di Washington beberapa hari lalu.
Militer Israel (IDF) melakukan investigasi atas laporan maraknya penjarahan rumah warga dan perusakan properti sipil oleh tentaranya di Libanon Selatan.
Belanja militer global pada 2025 mencatatkan rekor baru sebesar US$2,89 triliun atau setara Rp49,79 kuadriliun. Lonjakan sebesar 2,9% ini didorong oleh ketidakpastian keamanan global
Dalam wawancara dengan penyiar publik RTVE, Albares menyebut kondisi di Libanon mencerminkan pola yang mengkhawatirkan.
Komisi Eropa juga merekomendasikan pemberian subsidi transportasi umum dan pengurangan PPN pada pompa kalor, boiler, dan panel surya, katanya.
Setelah pertemuan tersebut, Rutte kemudian menyampaikan kepada para mitra di Eropa bahwa Washington menuntut "komitmen konkret" dalam beberapa hari ke depan.
Uni Eropa, Jerman, dan Inggris kompak tolak permintaan AS kirim pasukan ke Selat Hormuz. Fokus pada diplomasi demi cegah lonjakan harga minyak global. Simak!
Israel melakukan genosida di Gaza dan melancarkan serangan di Libanon dan negara-negara lain.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved