Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
Pendiri lembaga bantuan kemanusiaan bernama Work Central Kitchen (WCK) Jose Andres menilai Israel memerangi kemanusiaan di Gaza. Kecaman itu ditentang sekutu Israel, Amerika Serikat (AS).
“Ini sepertinya bukan perang melawan teror. Sepertinya ini bukan lagi perang untuk membela Israel. Pada titik ini, tampaknya ini adalah perang melawan kemanusiaan itu sendiri," kata Andres yang berkebangsaan Amerika Serikat.
Andres juga menyesali serangan pesawat tak berawak Israel yang menewaskan tujuh relawan WCK pada 1 April. Andres mengatakan tindakan Israel bukan hanya merugikan WCK dengan kematian tujuh relawannya, namun juga kemanusiaan.
Baca juga : Biden Desak Mesir dan Qatar Tekan Hamas agar Setujui Pertukaran Tawanan
IDF (Militer Israel) berdalih ada tiga serangan di tengah konvoi WCK yang telah meminta izin sebelumnya. Para pejabat Israel gagal memberikan informasi terbaru kepada komandan konvoi tersebut dan menargetkan Hamas.
Namun Andres membantah temuan tersebut dan mengatakan Israel tidak dapat berlindung dari kesalahan dengan klaim ancaman Hamas. "Setiap kali sesuatu terjadi, kita tidak bisa begitu saja melibatkan Hamas.”
Salah satu ayah pekerja WCK yang menjadi korban kebiadaban Israel, Jacob Flickinger, John Flickinger mengatakan kepada Menteri Luar Negeri Antony Blinken bahwa pembunuhan yang dilakukan Israel di wilayah yang dikuasai Hamas harus diakhiri. Menurut John putranya yang berusia 33 tahun berkewarganegaraan ganda, AS dan Kanada.
Baca juga : INH Salurkan Bantuan ke Wilayah Terisolasi di Gaza Utara
“Jika AS menghentikan bantuan ke Israel, mungkin anak saya akan masih hidup hari ini,” kata John Flickinger.
Sementara AS menolak kecaman Andres tersebut. Washington juga enggan mengutuk kebiadaban Israel terhadap tujuh relawan WCK dan hanya meminta Israel mengevaluasi penargetan di Gaza supaya tidak lagi mengorbankan warga sipil.
“Harus ada beberapa perubahan dalam cara pasukan pertahanan Israel melakukan operasi ini di Gaza untuk memastikan hal ini tidak terjadi lagi,” kata Penasihat Komunikasi Keamanan Nasional Gedung Putih John Kirby.
Ia menilai Israel harus merubah proses dekonfliksi antara pekerja bantuan di lapangan dan markas militernya atau IDF sehingga penargetan seperti ini tidak bisa terjadi lagi.(The Guardian/M-3)
Human Rights Watch (HRW) desak penghentian penjualan senjata ke Israel usai penghancuran Jembatan Qasmieh di Libanon. Serangan dianggap potensi kejahatan perang terhadap warga sipil.
Sejumlah anggota DPR AS dari Partai Demokrat mengajukan resolusi pemakzulan terhadap Presiden Donald Trump terkait perang inkonstitusional dan pelanggaran HAM.
Pentagon tinjau target infrastruktur Iran guna hindari tuduhan kejahatan perang. Perdebatan sengit terjadi terkait target fasilitas sipil dan militer.
Tiga jurnalis tewas akibat serangan udara Israel di Libanon Selatan, Sabtu (28/3). CPJ kecam keras tuduhan Israel yang menyebut jurnalis sebagai kombatan tanpa bukti sah.
Militer Israel tega menyiksa balita 1 tahun, Karim Abu Nassar, dengan sundutan rokok selama 10 jam di Gaza untuk paksa pengakuan ayahnya. Pelanggaran HAM berat!
Laporan terbaru PBB mengungkap keterlibatan langsung Vladimir Putin dalam deportasi ribuan anak Ukraina ke Rusia.
PBB menegaskan rencana Israel memperluas permukiman di Dataran Tinggi Golan ilegal. Suriah upayakan kesepakatan keamanan baru terkait penarikan pasukan.
Wilayah udara Turki saat ini ditutup bagi pejabat Israel dan pesawat yang membawa senjata.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres memperingatkan bahwa kebuntuan ini berpotensi memicu krisis pangan global.
Israel dilaporkan mengerahkan sistem pertahanan udara Iron Dome ke Emirat Arab untuk melindungi infrastruktur kunci dari serangan rudal dan drone Iran di Teluk.
Ia juga mengkritik pelaksanaan dua putaran pembicaraan langsung antara Libanon dan Israel yang berlangsung di Washington beberapa hari lalu.
Militer Israel (IDF) melakukan investigasi atas laporan maraknya penjarahan rumah warga dan perusakan properti sipil oleh tentaranya di Libanon Selatan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved