Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MALAYSIA menolak tekanan Barat untuk mengutuk Hamas, kelompok pejuang kemerdekaan Palestina. Sebaliknya, Malaysia akan terus menjaga hubungan dengan Hamas.
Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mengungkapkan, para pejabat Barat telah berulang kali meminta Malaysia untuk mengutuk Hamas dalam pertemuan-pertemuan tersebut, namun pemerintahnya tidak setuju dengan sikap mereka.
“Saya katakan, secara kebijakan, kami memiliki hubungan dengan Hamas dari sebelumnya, dan ini akan terus berlanjut,” kata Anwar, Senin (16/10), dalam sambutannya di parlemen.
Baca juga: Malaysia dan Indonesia Bahas Isu Palestina Terkini
“Oleh karena itu, kami tidak setuju dengan sikap mereka yang menekan, karena Hamas juga menang di Gaza dengan bebas melalui pemilu, dan warga Gaza memilih mereka untuk memimpin,” imbuh Anwar lagi.
Sebagaimana diketahui, pemerintah negara-negara Barat mengecam Hamas dan menyerukan negara-negara lain untuk mendukung Israel setelah Hamas awal bulan ini melancarkan serangan paling mematikan terhadap negara itu dalam beberapa dekade.
Baca juga : Arab Saudi Desak Israel Setop Bom Gaza dan Berikan Palestina Haknya
Lebih dari 1.400 orang, sebagian besar warga sipil, tewas ketika pejuang Hamas menyerang Israel selatan melalui udara, darat dan laut pada tanggal 7 Oktober, menurut para pejabat Israel.
Pemboman Israel selanjutnya terhadap Gaza telah menewaskan sedikitnya 2.750 orang dan melukai hampir 10.000 lainnya, menurut para pejabat Palestina. 1.000 orang lainnya diyakini terjebak di bawah reruntuhan di daerah kantong tersebut.
Malaysia, yang sekitar 60% penduduknya beragama Islam, merupakan pendukung vokal hak-hak Palestina dan tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel.
Pekan lalu, Anwar mengkritik komunitas internasional atas sikap mereka yang sepihak terhadap konflik Israel-Hamas.
“Masyarakat internasional terus melakukan tindakan sepihak terhadap segala bentuk kekejaman dan penindasan terhadap rakyat Palestina. Penyitaan tanah dan harta benda milik rakyat Palestina dilakukan tanpa henti oleh Zionis,” ujarnya di X.
“Akibat ketidakadilan ini, ratusan nyawa tak berdosa menjadi korban. Malaysia tetap solidaritas dengan perjuangan rakyat Palestina.”
Komentar pemimpin Malaysia tersebut muncul ketika Kementerian Luar Negeri negaranya mengeluarkan pernyataan yang mendesak Dewan Keamanan PBB untuk menyerukan gencatan senjata.
“Tidak boleh ada perlakuan yang tidak proporsional dan kemunafikan yang mencolok dalam menghadapi rezim mana pun yang mempraktikkan apartheid dan secara terang-terangan melanggar hak asasi manusia dan hukum internasional,” kata kementerian tersebut.
Pada hari Jumat (13/10), sekitar 1.000 Muslim berunjuk rasa di Kuala Lumpur untuk menyatakan solidaritas terhadap warga Palestina, meneriakkan seruan “Bebaskan Palestina” dan “Hancurkan Zionis” sambil membakar patung bergambar bendera Israel.
Para pemimpin Hamas sebelumnya pernah mengunjungi Malaysia dan bertemu dengan para pemimpinnya. Pada 2013, mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak menentang blokade Israel di Gaza dan menyeberang ke daerah kantong tersebut atas undangan dari kelompok tersebut. (Ajjazeera/Z-4)
Loyalis Mahmoud Abbas menang pemilu lokal Palestina, termasuk di Gaza. Partisipasi rendah, hasil dinilai langkah awal menuju persatuan politik nasional.
Dewan Perdamaian (BoP) mendesak Hamas serahkan senjata dan peta terowongan Gaza pekan ini sebagai bagian dari rencana perdamaian tahap kedua Donald Trump.
Komandan Hamas diculik di Gaza City, picu operasi pencarian. Di Tepi Barat, militer Israel tembak mati pemuda Palestina saat penggerebekan di Hebron.
Pejabat Hamas Bassem Naim kecam utusan Board of Peace, Nickolay Mladenov, karena syaratkan pelucutan senjata sebagai imbalan rekonstruksi Gaza dan penarikan pasukan.
Anggota Komisi I DPR RI Amelia Anggraini menegaskan rencana pengiriman TNI ke Gaza merupakan misi kemanusiaan di bawah mandat PBB, bukan keterlibatan Indonesia dalam konflik bersenjata.
Studi The Lancet ungkap kematian di Gaza 35% lebih tinggi dari data resmi. Hingga Jan 2025, 75 ribu warga tewas akibat serangan Israel, mayoritas perempuan & anak-anak.
PPS melaporkan peningkatan penangkapan sistematis perempuan Palestina oleh Israel. 90 tahanan di Penjara Damon hadapi kondisi keras dan pelecehan.
MER-C Indonesia menyampaikan bahwa RS Indonesia di Gaza utara merupakan bukti solidaritas masyarakat Indonesia terhadap Palestina.
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) bersama Tempo Scan memberikan layanan kesehatan gratis bagi 1.500 warga Palestina, terutama bagi kelompok rentan.
Fenomena pembongkaran mandiri di Jerusalem Timur meningkat. Warga Palestina terpaksa menghancurkan rumahnya sendiri untuk menghindari denda puluhan ribu dolar.
Selama periode yang sama, sebanyak 761 jasad warga Palestina telah ditemukan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved