Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
Pawang hujan Rara Istiani Wilandari pernah turut ambil bagian dalam agenda besar di Nusa Tenggara tahun lalu. Kala itu, ia mengklaim membantu menyudahi hujan yang turun saat gelaran Moto GP Mandalika berlangsung.
Kini, agenda besar kembali dihelat di Nusa Tenggara, yakni KTT ke-42 ASEAN. Apakah pawang hujan yang dikenal dengan sebutan Mbak Rara ini akan kembali ikut serta menjaga cuaca selama konferensi itu berlangsung?
Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko mengakui bahwa pemerintah akan melakukan modifikasi cuaca. Hanya saja, tidak menggunakan jasa Mbak Rara. Pemerintah memerintahkan TNI AU untuk mencegah hujan turun di daerah yang menjadi tempat-tempat pertamuan para pemimpin negara.
Baca juga: Pawang Hujan dan Persitegangan Metodologi
"TNI AU akan mengebom awan-awan. Kalau dari udara yang mau mendekat ke sini, awannya tebal, nanti disiram dengan garam supaya segera cair," ujar Moeldoko, Selasa (9/5).
Lebih lanjut, mantan Panglima TNI itu juga memastikan infrastruktur digital selama penyelenggaraan KTT Ke-42 ASEAN di Labuan Bajo telah siap.
Baca juga: KTT ASEAN bukan Sebatas Seremonial Semata
Berbagai antisipasi terkait permasalahan jaringan telah disiapkan, sehingga diharapkan tidak akan ada hambatan-hambatan yang terjadi.
"Kemarin waktu kunjungan pertama dengan Pak Menteri Kominfo sudah menerima berbagai antisipasi dari teman-teman, dan sudah disiapkan semua oleh Kemkominfo. Kita sudah mengecek dengan PT Telkom semua infrastruktur," jelassnya.
Dalam kesempatan tersebut, Moeldoko juga meninjau para wartawan peliput KTT Ke-42 ASEAN di layanan akomodasi gratis Kapal Motor (KM) Sinabung di Pelabuhan Labuan Bajo, NTT.
"Saya ingin menyampaikan apresiasi, rasa hormat dan terima kasih kepada teman-teman wartawan. Teman-teman media bisa memahami atas kesulitan yang dihadapi oleh Panitia KTT ASEAN, khususnya di bidang akomodasi atau kamar atau perhotelan," tandasnya. (Ant/Z-11)
Kasus ini menjadi sorotan karena melibatkan anggota aktif Polri, institusi yang seharusnya menjadi garda terdepan dalam menjaga hukum dan keadilan.
WARGA Desa Kiritana, Kecamatan Kambera, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), terpaksa menggotong peti jenazah menyeberangi sungai yang dalam dan berarus deras.
Sekitar 400 wisatawan kapal pesiar mampir di Waingapu selama 36 jam sejak bersandar di Pelabuhan Waingapu, Sumba Timur, Kamis pagi, (16/4/2026).
Pemerintah Kabupaten Flores Timur, NTT, menetapkan status tanggap darurat bencana mulai 9 April hingga 8 Juli 2026 pascagempa bumi berkekuatan magnitudo 4,7.
PERNYATAAN Bupati Nagekeo Simplisius Donatus terkait polemik proyek jalan Inpres Mauponggo-Puuwada kembali menuai kritik.
Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) gempa Sumba tersebut terjadi pada pukul 18.41 WIB.
BNPP mendorong para mahasiswa untuk memanfaatkan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) sebagai laboratorium belajar lapangan di perbatasan
Myscha, siswi SD di Manggarai Timur, NTT, kirim surat ke Presiden Prabowo. Ia curhat soal Makan Bergizi Gratis, takut keracunan, hingga kondisi sekolah rusak.
Dua wisatawan asal Spanyol di evakuasi medis dari perairan Pulau Padar, karena mengalami lemas, pusing, dan muntah.
Johni Asadoma menegaskan program rumah layak huni harus menyasar masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
BNI memberdayakan ratusan perempuan penganyam di Pulau Solor melalui program berkelanjutan. Fokus pada peningkatan ekonomi, kualitas produk, hingga penanganan stunting di NTT.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved