Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DEPARTEMEN Kehakiman Amerika Serikat (AS) membidik empat anak laki-laki dari penyelundup narkoba terkenal asal Meksiko, Joaquin "El Chapo" Guzman, dan pemasok bahan kimia asal Tiongkok.
Dalam lima kasus terkait yang diajukan di tiga pengadilan federal, Departemen Kehakiman menyebut "Chapitos" dan Kartel Sinaloa yang mereka warisi dari ayah mereka sebagai sumber utama opioid sintetis dan sekarang disalahkan atas ratusan kematian akibat overdosis setiap hari di seluruh negeri.
Mereka juga memburu dua perusahaan Tiongkok untuk dijatuhi sanksi karena diduga menjual bahan-bahan kimia kepada kartel Sinaloa untuk memproduksi fentanil. Empat orang Tiongkok yang terkait dengan penjualan tersebut disebutkan dalam salah satu dakwaan.
Baca juga: Seorang Jurnalis Diculik Di Meksiko Timur
"Hari ini Departemen Kehakiman mengumumkan tindakan penegakan hukum yang signifikan terhadap operasi perdagangan fentanil terbesar, paling kejam, dan paling produktif di dunia," kata Jaksa Agung Merrick Garland.
"Pemerintah AS menggunakan semua alat yang dimilikinya untuk memerangi epidemi fentanil," katanya.
Seluruhnya 28 orang disebutkan namanya dalam kasus yang diajukan di New York, Chicago dan Washington, termasuk empat putra El Chapo, yaitu Ivan Guzman Salazar, Jesus Guzman Salazar, Joaquin Guzman Lopez, dan Ovidio Guzman Lopez.
Baca juga: Meksiko Periksa 8 Orang atas Kebakaran yang Tewaskan 39 Korban
Departemen Kehakiman mengatakan bahwa keempatnya, terutama Ovidio, yang paling muda, memelopori banjirnya fentanil ke AS sejak sekitar 2014 dan menghasilkan jutaan dolar untuk operasi yang berbasis di utara Meksiko.
Keluarga Chapito sebelumnya telah didakwa dalam kasus narkoba di Amerika Serikat, dan Amerika Serikat telah mengupayakan ekstradisi Ovidio dari Meksiko, setelah penangkapannya di sana pada Januari.
Namun kasus-kasus baru ini menggambarkan kartel brutal yang dengan kejam memperluas operasinya dan berfokus pada fentanil sejak El Chapo dipenjara seumur hidup di Amerika Serikat pada Juli 2019.
Kasus-kasus tersebut menunjukkan bagaimana dua produsen bahan kimia Tiongkok, Wuhan Shuokang Biological Technology dan Suzhou Xiaoli Pharmatech, mengirimkan bahan-bahan fentanil ke kartel dengan mengetahui bagaimana bahan tersebut akan digunakan.
Tindakan keras tersebut juga mencakup tuntutan pidana di beberapa pengadilan AS atas perdagangan narkoba dan senjata api.
Secara paralel, Departemen Luar Negeri AS mengumumkan hadiah sebesar 10 juta dolar AS untuk penangkapan Jesus dan Ivan Guzman, dan hadiah jutaan dolar AS untuk beberapa kaki tangan mereka.
Delapan dari mereka yang didakwa telah ditahan oleh pemerintah asing dan Amerika Serikat akan mengupayakan ekstradisi mereka, kata Garland, "Washington bekerja sama erat dengan pemerintah Meksiko dalam kasus ini,” ujarnya.
Selain itu, Departemen Luar Negeri AS memberikan hadiah sebesar US$1 juta untuk penangkapan dua orang Tiongkok yang terlibat dalam perdagangan bahan kimia prekursor fentanil. "Beijing harus menghentikan aliran bahan kimia prekursor fentanil yang tidak terkendali yang keluar dari Tiongkok,” tegas Garland. (AFP/Z-6)
Komunitas menyadari sepenuhnya bahwa lingkungan sosial memiliki peran yang penting dalam mendukung upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba.
Mantan anggota Polri Robig Zaenudin dipindahkan ke Nusakambangan karena diduga mengendalikan peredaran narkoba dari dalam Lapas Semarang.
Barang bukti yang dimusnahkan merupakan hasil pengungkapan di 14 tempat kejadian perkara (TKP) pada lima kabupaten/kota di Kalimantan Tengah.
Majelis hakim menjatuhkan vonis kepada Ammar Zoni berupa pidana penjara tujuh tahun dan denda Rp1 miliar subsider 190 hari kurungan.
Bareskrim Polri mengungkap perputaran dana Rp124 miliar dalam kasus TPPU jaringan narkoba ‘The Doctor’ dengan ribuan transaksi.
Laporan pengemudi ojol mengungkap peredaran narkoba dalam vape. Polisi menangkap tersangka dan menyita barang bukti.
Kedua tersangka merupakan residivis kambuhan yang tercatat sudah berulang kali masuk penjara akibat kasus serupa pada tahun 2010 dan 2022
Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Makassar berhasil mengungkap jaringan peredaran gelap narkotika jenis tembakau sintetis atau yang dikenal dengan sebutan "sinte".
Perubahan pola peredaran narkoba yang semakin canggih menuntut kewaspadaan dari semua pihak, termasuk di lingkungan pendidikan dan keluarga.
Berdasarkan informasi yang diterima dari BNN mengenai adanya aktivitas mencurigakan terkait penggunaan narkotika oleh WNA di sebuah penginapan, Tim Patroli Kantor Imigrasi Ngurah Rai
Petugas berhasil mengamankan MA diduga sebagai pengedar sabu beserta 11 paket narkotika siap edar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved