Modus Baru Narkotika di Makassar: Sinte Disamarkan dalam Liquid Vape, 9 Tersangka Ditangkap

Lina Herlina
24/4/2026 23:43
Modus Baru Narkotika di Makassar: Sinte Disamarkan dalam Liquid Vape, 9 Tersangka Ditangkap
Ilustrasi(freepik)

JARINGAN narkotika di Makassar mengembangkan modus baru yang sulit terendus, karena menyamarkan cairan tembakau sintetis berbahaya ke dalam botol liquid vape. Diproduksi di sebuah gudang rahasia layaknya pabrik rumahan, barang mematikan ini dipesan secara digital dari China dan diedarkan tanpa menyentuh pembeli sama sekali.

Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Makassar berhasil mengungkap jaringan peredaran gelap narkotika jenis tembakau sintetis atau yang dikenal dengan sebutan "sinte". 

Dalam operasi yang berlangsung sepanjang Maret hingga April 2026, petugas tidak hanya mengamankan barang bukti, tetapi juga membongkar modus operandi baru yang memanfaatkan popularitas rokok elektrik sebagai kamuflase.

Dipimpin langsung oleh Kasat Narkoba Polrestabes Makassar, AKBP Lulik Febyantara, penggerebekan yang membentang dari Kota Makassar hingga Kabupaten Bone ini mengamankan total sembilan tersangka.

Ironisnya, pengungkapan ini berawal dari penangkapan seorang pengguna yang kemudian membuka jalan menuju jaringan yang lebih besar.

"Kami memulai dari level pengguna, lalu naik ke kurir, hingga akhirnya kami berhasil mengunci pemasok utama. Total ada sembilan orang yang kami amankan," ujar AKBP Lulik Febyantara, Kamis (23/4).

Temuan paling mencengangkan adalah pengungkapan sebuah gudang penyimpanan di Kota Makassar yang menjadi pusat produksi. 

Menurut AKBP Lulik, ini merupakan gudang terbesar yang pernah mereka temukan. Para pelaku ternyata tidak hanya mengedarkan, tetapi juga meracik sendiri cairan mematikan tersebut.

Polisi mengungkap fakta bahwa bahan baku utama narkoba itu dipesan secara daring langsung dari China. 

"Bibitnya berbentuk seperti saus atau selai. Mereka memesan secara online, lalu setelah tiba di sini, bahan itu diracik sendiri dengan mencampurkannya dengan alkohol dan zat lain sebelum akhirnya dimasukkan ke dalam perangkat vape," beber Lulik.

Untuk mengelabui aparat, cairan hasil racikan itu dikemas dalam botol-botol kecil yang sekilas tampak identik dengan liquid vape pada umumnya. 

Tidak hanya itu, sistem penjualan juga dilakukan dengan metode "tempel" atau putus mata rantai. Pembeli dan penjual tidak pernah bertemu langsung; transaksi dilakukan via transfer, kemudian barang diletakkan di suatu titik rahasia untuk diambil pembeli.

Modus ini dipilih bukan tanpa alasan. Selain menyulitkan pelacakan petugas, penyamaran sebagai liquid vape memungkinkan para pengguna mengonsumsi narkoba jenis baru ini secara terang-terangan di ruang publik, termasuk pusat perbelanjaan dan tempat hiburan malam, tanpa menimbulkan kecurigaan.

"Ini strategi mereka agar bisa bebas memakainya di mana saja, terutama di tempat hiburan. Dengan bentuk liquid vape, sulit bagi kami membedakannya secara kasat mata," tegas AKBP Lulik.

Dari operasi besar ini, polisi menyita total barang bukti cairan sinte hampir mencapai satu kilogram atau tepatnya sekitar 900 gram. Jumlah tersebut dinilai sangat signifikan dan mampu meracuni ribuan pengguna muda yang menjadi target pasar rokok elektrik. Kini, kesembilan tersangka berikut pabrik rumahan ilegalnya harus berhadapan dengan jeratan hukum yang berat. (LN)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Reynaldi
Berita Lainnya