Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
IRAN pada Jumat (15/10) dengan tajam mengkritik Badan Energi Atom Internasional (International Atomic Energy Agency/IAEA) PBB karena terus mengawasi republik Islam itu. Di sisi lain badan itu dianggap mengabaikan program nuklir yang dicurigai dari musuh bebuyutannya Israel.
Israel secara luas diyakini sebagai satu-satunya pemilik senjata nuklir di Timur Tengah dengan hingga 300 hulu ledak. Akan tetapi negeri Yahudi itu telah lama menolak untuk mengonfirmasi atau menyangkal memiliki senjata seperti itu dan tidak seperti Iran karena tidak menandatangani Perjanjian Nonproliferasi (Non-Proliferation Treaty/NPT).
"Diam dan kelalaian tentang program nuklir Israel mengirimkan pesan negatif kepada anggota NPT," cuitan Kazem Gharibabadi, duta besar Iran untuk badan PBB. Menjadi penandatangan NPT berarti menerima verifikasi yang kuat. "Berada di luar itu berarti bebas dari kewajiban dan kritik, bahkan (mendapat) penghargaan," tulisnya.
"Apa keuntungan menjadi anggota NPT dan sepenuhnya menerapkan pengamanan lembaga?" Gharibabadi bereaksi terhadap wawancara yang diberikan oleh Direktur Jenderal IAEA Rafael Grossi kepada Energy Intelligence awal bulan ini.
Ditanya alasan IAEA begitu fokus pada program nuklir Iran tetapi tidak kepada Israel, dia menjawab, "Hubungan kami dengan Israel didasarkan pada hubungan yang anda miliki dengan negara yang bukan merupakan pihak dalam NPT."
Iran telah menjadi penanda tangan NPT sejak 1970, tahun mulai berlakunya, dan selalu menyangkal memiliki ambisi untuk memperoleh atau memproduksi bom atom. Israel, yang tidak pernah menandatangani perjanjian itu, telah berulang kali memperingatkan bahwa mereka akan melakukan apa pun untuk mencegah Iran memperoleh senjata nuklir.
Baca juga: Iran Ingatkan Israel tidak Ambil Langkah Militer Berisiko
NPT menyerukan kepada negara-negara untuk mencapai penghentian perlombaan senjata nuklir dan untuk melakukan langkah-langkah ke arah perlucutan senjata nuklir. (AFP/OL-14)
Perundingan AS-Iran di Pakistan gagal capai kesepakatan. GREAT Institute menilai inkonsistensi Barat soal nuklir jadi pemicu kebuntuan.
Dalam pidato yang telah disiapkan, dia mengatakan bahwa Iran dan proksinya tetap mampu menyerang kepentingan AS dan sekutunya di Timur Tengah.
Stasiun televisi Press TV Iran melaporkan pada Kamis (5/3) pagi bahwa militer menargetkan pasukan separatis anti-Iran itu, tanpa menyebutkan lokasi serangan tersebut.
DALAM dinamika politik global tahun 2026 yang kian memanas, pernyataan Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sánchez, kembali mencuri perhatian dunia.
Pada saat yang sama, ia menegaskan bahwa Teheran telah memperkaya uranium hingga mencapai kemurnian 60%, suatu tingkat yang jauh melebihi kebutuhan energi sipil.
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menyatakan siap menjalin hubungan baik dengan Amerika Serikat jika status nuklir negaranya diakui, namun ia menutup pintu bagi Korea Selatan.
Militer AS melalui USS Rafael Peralta mencegat kapal tanker M/T Stream menuju Iran. Ketegangan di Selat Hormuz meningkat di tengah kebuntuan diplomasi.
Presiden AS Donald Trump memilih strategi blokade ekonomi berkepanjangan terhadap Iran untuk menekan ekspor minyak dan menghindari risiko perang terbuka.
Arab Saudi mendesak Dewan Keamanan PBB secara eksplisit mengecam serangan Iran sejak awal krisis, sembari menyoroti pentingnya keamanan Selat Hormuz bagi ekonomi global.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres memperingatkan bahwa kebuntuan ini berpotensi memicu krisis pangan global.
Pertemuan mungkin masih berlangsung, serta menegaskan proposal tersebut sedang dibahas. Meski demikian, Leavitt menolak berspekulasi lebih jauh.
HARGA minyak dunia terus menunjukkan tren kenaikan meskipun Iran mengajukan proposal untuk mengakhiri blokade di Selat Hormuz.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved