Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
AMERIKA Serikat telah memindahkan sebagian besar dari 57.000 orang yang dievakuasi dari Afghanistan ke Qatar keluar dari negara Teluk itu. Menurut seorang jenderal AS, pada Sabtu (4/9), beberapa dari mereka sekarang berada di Amerika Serikat, sementara yang lain sedang diproses di Eropa.
Sekitar 124.000 orang dievakuasi bulan lalu dari Kabul dalam evakuasi udara besar-besaran yang dipimpin AS.
Banyak dari mereka, termasuk beberapa tanpa dokumentasi atau permohonan visa AS yang tertunda, dievakuasi melalui pangkalan militer di Timur Tengah termasuk Al Udeid di Doha, Qatar.
Brigadir Jenderal Gerald Donohue mengatakan kepada wartawan bahwa sekarang ada kurang dari 1.400 pengungsi di pangkalan itu dan banyak yang dijadwalkan diterbangkan pada Sabtu. Adapun mereka yang membutuhkan perawatan medis akan tetap tinggal sampai mereka dapat melakukan perjalanan.
Baca juga: Inggris Beri Dana Bagi Negara Tetangga Afghanistan yang Tampung Pengungsi
Namun, tidak segera jelas berapa banyak persisnya yang sekarang berada di Amerika Serikat atau Eropa, dan juga jumlah yang tidak disebutkan yang berada di pangkalan terdekat di Qatar.
Dikatakan Donohue, pada satu titik ada lebih dari 17.500 pengungsi di Al Udeid.
Setelah perebutan untuk mengevakuasi warga Afghanistan yang rentan, ribuan orang lainnya, beberapa tanpa dokumentasi atau permohonan visa AS yang tertunda, dalam keluarga dengan status imigrasi campuran, sekarang menunggu di "pusat transit" di negara ketiga.
Warga Afghanistan harus mengatasi rintangan imigrasi untuk akhirnya memasuki Amerika Serikat.(Straits Times/OL-5)
Militer AS melalui USS Rafael Peralta mencegat kapal tanker M/T Stream menuju Iran. Ketegangan di Selat Hormuz meningkat di tengah kebuntuan diplomasi.
Pemerintahan Trump mengusulkan Visa Kartu Emas US$5 juta dan tarif untuk tekan utang AS senilai US$39 triliun. Simak analisis kelayakan dan dampaknya.
PERANG AS-Israel melawan Iran telah membuka aib rezim Donald Trump yang sesungguhnya.
Gedung Putih telah menyetujui setiap pertemuan antara Raja Charles III dan Trump akan berlangsung tanpa kamera, demikian dilaporkan surat kabar tersebut pada Senin (27/4).
Pertemuan mungkin masih berlangsung, serta menegaskan proposal tersebut sedang dibahas. Meski demikian, Leavitt menolak berspekulasi lebih jauh.
Presiden AS Donald Trump merespons insiden penyerangan di Washington Hilton. Ia membantah isi manifesto pelaku dan meminta acara segera dijadwalkan ulang.
Belanja militer global pada 2025 mencatatkan rekor baru sebesar US$2,89 triliun atau setara Rp49,79 kuadriliun. Lonjakan sebesar 2,9% ini didorong oleh ketidakpastian keamanan global
Dalam wawancara dengan penyiar publik RTVE, Albares menyebut kondisi di Libanon mencerminkan pola yang mengkhawatirkan.
Komisi Eropa juga merekomendasikan pemberian subsidi transportasi umum dan pengurangan PPN pada pompa kalor, boiler, dan panel surya, katanya.
Setelah pertemuan tersebut, Rutte kemudian menyampaikan kepada para mitra di Eropa bahwa Washington menuntut "komitmen konkret" dalam beberapa hari ke depan.
Uni Eropa, Jerman, dan Inggris kompak tolak permintaan AS kirim pasukan ke Selat Hormuz. Fokus pada diplomasi demi cegah lonjakan harga minyak global. Simak!
Israel melakukan genosida di Gaza dan melancarkan serangan di Libanon dan negara-negara lain.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved