Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
WARGA distrik di kota terbesar Myanmar, Yangon, melarikan diri dengan truk dan tuk-tuk pada Selasa (16/3) setelah pasukan keamanan meningkatkan penggunaan kekuatan yang mematikan terhadap pengunjuk rasa anti-kudeta.
Sebagian besar negara telah gempar sejak militer menggulingkan pemimpin sipil Aung San Suu Kyi bulan lalu, dengan ratusan ribu orang turun ke jalan untuk menuntut kembali ke demokrasi.
Polisi dan tentara telah menggunakan gas air mata, peluru karet, dan peluru tajam untuk menghadapi pengunjuk rasa, bersama dengan pemadaman internet setiap malam untuk menghentikan pengunjuk rasa agar tidak bergerak.
Kekerasan terbaru oleh pasukan keamanan terlihat di beberapa kota pada Senin (15/3), yang menewaskan sedikitnya 20 orang, menurut Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik (AAPP).
Hal itu menyusul hari paling mematikan sejauh ini dalam enam minggu sejak tentara menggulingkan pemerintah Suu Kyi, dengan AAPP melaporkan 74 orang tewas pada Minggu setelah penindasan kekerasan terhadap kerusuhan anti-kudeta di seluruh Myanmar.
Banyak dari kematian itu berasal dari Kota Hlaing Tharyar di Yangon, daerah penghasil garmen di pusat komersial dengan sebagian besar pabrik milik orang Tiongkok - beberapa di antaranya dihancurkan pada Minggu.
Junta militer pun bereaksi dengan memberlakukan darurat militer di daerah tersebut dan lima kota kecil lainnya yang menampung sekitar dua juta orang.
Pada Selasa pagi, media lokal The Irrawaddy menerbitkan foto-foto penduduk yang melarikan diri dari kota, berkerumun di atas truk.
Beberapa membawa hewan peliharaan mereka di belakang sepeda motor, sementara yang lain memasukkan barang-barang mereka ke dalam tas di atas tuk-tuk.
"Para pekerja migran dari Hlaing Tharyar melarikan diri, kembali ke negara bagian asal mereka," lapor media lokal Democratic Voice of Burma. "Kami bisa melihat orang-orang di jalan sejauh mata memandang," katanya. (AFP/Nur/OL-09)
Min Aung Hlaing mengonsolidasikan kekuasaan yang direbutnya dalam kudeta militer 2021 untuk menggulingkan pemerintahan sipil Aung San Suu Kyi.
PEMERINTAH Tiongkok mengeksekusi 11 terpidana, termasuk anggota keluarga Ming, yang terlibat jaringan penipuan telekomunikasi lintas negara serta pembunuhan berencana di Myanmar.
Aung San Suu Kyi kini genap 20 tahun dalam tahanan. Di tengah kondisi kesehatan yang misterius, mampukah "The Lady" mengakhiri perang saudara di Myanmar?
PARTAI yang berafiliasi dengan militer dan selama ini mendominasi politik Myanmar mengeklaim kemenangan besar dalam tahap pertama pemilihan umum yang digelar junta militer.
DIREKTORAT Pelindungan Warga Negara Indonesia Kementerian Luar Negeri, bekerja sama dengan KBRI Yangon dan KBRI Bangkok, kembali memulangkan 54 WNI dari perbatasan Myanmar-Thailand.
KBRI di Yangon melaporkan bahwa sebanyak 56 WNI yang terdampak operasi penertiban pusat online scam dan online gambling di kawasan KK Park dan Shwe Kokko, Myawaddy.
LBH Padang menilai pelaporan pidana terhadap akademikus Feri Amsari sebagai menyempitnya ruang kebebasan sipil dan akademik di Indonesia.
Pemuda diajak untuk aktif menjalankan peran sebagai penjaga persatuan melalui penguatan program kebangsaan di tengah dinamika isu pemakzulan Presiden yang berkembang di ruang publik.
Ketua Umum DPP Komite Nasional Pemuda Indonesia, Haris Pertama, menyoroti munculnya sejumlah gerakan yang mendorong pemakzulan Presiden Prabowo Subianto.
Merah Putih Stratejik Indonesia (MPSI) melaporkan Saiful Mujani atas dugaan ajakan untuk menjatuhkan Presiden di luar mekanisme konstitusional kepada aparat penegak hukum.
DIREKTUR Rumah Politik Indonesia, Fernando Emas menyoroti kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus merupakan sikap antidemokrasi dan ketidakmauan menerima kritik.
Setara Institute sebut penyiraman air keras Andrie Yunus (KontraS) sebagai alarm bahaya bagi demokrasi. Polisi didesak bongkar aktor intelektual serangan
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved