KNPI Dorong Persatuan Pemuda di Tengah Isu Pemakzulan Presiden

Rahmatul Fajri
14/4/2026 05:36
KNPI Dorong Persatuan Pemuda di Tengah Isu Pemakzulan Presiden
ilustrasi(Antara)

Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Haris Pertama, mengajak pemuda untuk aktif menjalankan peran sebagai penjaga persatuan melalui penguatan program kebangsaan di tengah dinamika isu pemakzulan pemerintah yang berkembang di ruang publik.

Menurut Haris, dinamika demokrasi harus tetap berjalan dalam koridor konstitusi dan tidak dibangun melalui narasi provokatif yang berpotensi memecah belah bangsa. Ia menekankan pentingnya peran pemuda sebagai agen penyejuk di tengah arus informasi yang belum tentu terverifikasi.

“Masyarakat khususnya pemuda sebagai pilar bangsa harus mampu menjadi penyejuk di tengah situasi yang berkembang. Jangan sampai terjebak dalam arus informasi yang belum tentu benar dan justru memicu perpecahan,” ujarnya.

Haris menilai, isu pemakzulan yang berkembang di luar mekanisme konstitusional berpotensi mengganggu stabilitas nasional serta menghambat jalannya program pembangunan. Ia menyinggung bahwa pemerintahan Prabowo Subianto saat ini tengah mengakselerasi berbagai program prioritas di tengah tantangan geopolitik global.

Lebih lanjut, KNPI mendorong seluruh jajaran organisasi, baik di tingkat pusat maupun daerah, untuk mengintensifkan program yang berfokus pada penguatan persatuan, solidaritas kebangsaan, serta literasi informasi di kalangan pemuda.

“KNPI memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga keutuhan NKRI. Kami mengajak seluruh kader dan elemen pemuda untuk terus menyuarakan semangat persatuan,” kata Haris.

Ia juga menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan nasional membutuhkan stabilitas politik dan dukungan luas dari masyarakat, khususnya generasi muda sebagai agen perubahan.

“Pemuda harus menjadi kekuatan konstruktif yang menjaga arah pembangunan bangsa. Persatuan adalah kunci utama dalam mewujudkan Indonesia yang maju dan berdaulat,” ujarnya.

Haris berharap masyarakat dapat lebih bijak dalam menyikapi berbagai isu yang berkembang, serta mengedepankan kepentingan bangsa di atas kepentingan kelompok.

“Kita mesti lebih bijak menyikapi berbagai isu provokatif dan tetap mengedepankan kepentingan bangsa,” pungkasnya. (E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya