Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
AUSTRALIA meminta Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) untuk menyelidiki tarif Tiongkok atas impor jelai atau serealia. Kabar itu diungkapkan Menteri Perdagangan Australia Simon Birmingham.
Sikap otoritas Australia menyusul adanya tarif tambahan dari Tiongkok sebesar 80% untuk impor Barley asal Australia. Kebijakan itu dinilai tidak mendasar dan tanpa bukti kuat. Tindakan serupa juga dapat menyasar sektor lain.
Hubungan Australia-Tiongkok berada pada titik terendah sejak tragedi Lapangan Tiananmen 1989. Diketahui, Tiongkok menerapkan serangkaian sanksi ekonomi terhadap produk Australia.
Baca juga: Tiongkok Diminta Hentikan Impor Bahan Baku Kapas Australia
"Kami sangat yakin bahwa berdasarkan bukti, data dan analisis yang telah kami kumpulkan, Australia memiliki kasus yang sangat kuat," tegas Birmingham.
Nilai ekspor jelai Australia ke Tiongkok tercatat US$1 miliar per tahun. Bahan pokok tersebut kerap digunakan dalam pembuatan bir. Kalangan ekonom memandang Tiongkok berupaya membatasi impor jelai dari Australia sejak 2018.
Negeri Tirai Bambu hanya memproduksi sekitar 20% jelai dari total kebutuhan domestik. Bisa dikatakan Tiongkok tergantun pada jelai impor.
Akan tetapi, dampak perselisihan sengit antara Canberra dan Beijing memicu kekhawatiran bahwa tindakan itu bermotif politik. Setiap perselisihan dianggap sebagai masalah teknis.
Baca juga: Australia Tawarkan Suaka Bagi Warga Hong Kong, Tiongkok Geram
Di lain sisi, banyak pihak yang menganggap sanksi dari Tiongkok ialah pembalasan untuk Australia. Mengingat, Australia gencar melawan pengaruh Tiongkok di kawasan Asia-Pasifik.
Setidaknya, 13 sektor produk asal Australia sudah dikenakan tarif dari otoritas Tiongkok. Termasuk, jelai, daging sapi, batu bara, tembaga, kapas, lobster, gula, kayu, hingga anggur.
Awalnya, Australia enggan membawa perselisihan bilateral ke WTO. Sebab, mereka khawatir proses penyelesaian memakan waktu bertahun-tahun. Berikut, berpotensi memperburuk hubungan dengan Tiongkok.(CNA/OL-11)
Menurut Menbud RI, tahun lalu, Indonesia memproduksi sekitar 250 film dengan penonton lebih dari 80 juta. “Film kita punya potensi besar untuk go international “ ujarnya.
Ilmuwan Tiongkok identifikasi dua mineral langka, magnesiochangesite-(Y) dan changesite-(Ce), dari sampel Bulan misi Chang’e-5. Simak dampaknya bagi sains.
National Gallery Singapore menghadirkan pameran retrospektif pertama He Xiangning di Asia Tenggara, menampilkan 50 karya seni tinta legendaris.
Pakar ITB Yannes Martinus Pasaribu ungkap alasan mobil Tiongkok ungguli merek Jepang di pasar Indonesia, mulai dari fitur melimpah hingga insentif EV.
Pihak Imigrasi mengamankan 29 warga negara asing (WNA) asal Tiongkok dalam operasi gabungan di kawasan Marina City Waterfront, Batam.
Chengdu, ibu kota Provinsi Sichuan yang terletak di wilayah tengah dan barat daya Tiongkok, direncanakan menjadi lokasi Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI).
Putin tegaskan Indonesia mitra strategis penting saat bertemu Prabowo di Kremlin. Ini sektor kerja sama yang dibidik Rusia.
Prabowo menegaskan Indonesia memegang jalur vital energi dan perdagangan Asia Timur. Pemerintah diminta sadar, sigap, dan bekerja presisi.
Seiring meningkatnya aktivitas perdagangan antara Asia, Timur Tengah, dan Eropa, wilayah selat tersebut semakin dikenal oleh para pedagang asing.
Ketua Umum Apindo Shinta Widjaja Kamdani menyebut risiko serangan AS ke Iran tidak hanya berasal dari sentimen pasar tetapi juga dari potensi gangguan jalur energi dan perdagangan global.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan Indonesia berkomitmen membeli BBM dari Amerika Serikat senilai USD15 miliar sebagai bagian negosiasi dagang.
BADAN Pusat Statistik (BPS) mencatat penyerapan tenaga kerja nasional menunjukkan tren membaik pada November 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved