Prabowo Ingatkan Elite Pemerintahan: 70 Persen Energi Asia Timur lewat Laut Indonesia

Kautsar Widya Prabowo 
08/4/2026 15:25
Prabowo Ingatkan Elite Pemerintahan: 70 Persen Energi Asia Timur lewat Laut Indonesia
Presiden Prabowo Subianto saat memimpin Rapat Kerja Pemerintah bersama jajaran Kabinet Merah Putih, pejabat eselon I kementerian/lembaga, hingga direktur utama BUMN di halaman tengah Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (8/4).(MGN/Kautsar Widya Prabowo)

PRESIDEN Prabowo Subianto melontarkan peringatan keras kepada jajaran pemerintahan soal besarnya posisi strategis Indonesia di peta global. Di tengah krisis pasokan energi dunia, Prabowo menegaskan bahwa laut Indonesia bukan sekadar wilayah geografis, melainkan urat nadi perdagangan dan energi Asia Timur.

Pesan itu disampaikan Prabowo saat memimpin Rapat Kerja Pemerintah bersama Kabinet Merah Putih, pejabat eselon I kementerian/lembaga, dan para direktur utama BUMN di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (8/4).

Di forum tersebut, Prabowo menyoroti fakta bahwa sekitar 70% kebutuhan energi Asia Timur dan 70% arus perdagangan internasional melintasi perairan Indonesia. Menurutnya, fakta itu seharusnya menjadi alarm bagi seluruh penyelenggara negara agar bekerja dengan tingkat presisi dan tanggung jawab yang jauh lebih tinggi.

“Saudara-saudara, sadarkah kita bahwa sekitar 70% kebutuhan energi Asia Timur dan 70% perdagangan melewati laut-laut Indonesia?” ujar Prabowo.

Ia lalu menekankan tiga jalur laut paling vital, yakni Selat Malaka, Selat Sunda, dan Selat Makassar. Ketiganya, kata Prabowo, merupakan wilayah Indonesia yang memiliki dampak langsung terhadap stabilitas ekonomi dan energi kawasan.

“Sadarkah kita bahwa Selat Malaka, Selat Sunda, dan Selat Makassar adalah laut Indonesia? Ini menunjukkan betapa pentingnya posisi Indonesia. Kita adalah kunci bagi negara-negara seperti Korea, Jepang, Taiwan, Tiongkok, hingga Filipina,” lanjutnya.

Pernyataan itu sekaligus menegaskan bahwa Indonesia tak bisa lagi melihat dirinya sebagai pemain pinggiran. Dengan posisi geografis yang menentukan, Indonesia disebut selalu berada dalam radar perhatian dunia, terutama negara-negara yang sangat bergantung pada kelancaran jalur energi dan logistik kawasan.

Karena itu, Prabowo meminta seluruh jajaran pemerintah memahami bobot peran tersebut dan tidak bekerja secara rutin tanpa kesadaran strategis. Ia menekankan bahwa negara harus dikelola secara tepat, kuat, dan andal agar mampu menjawab tantangan global yang makin rumit.

“Maksud dan tujuan pengarahan hari ini adalah agar kita menyadari pentingnya peran kita. Kita harus mengendalikan bangsa ini dengan baik, tepat, dan handal,” tegasnya.

Di sisi lain, Prabowo juga menyinggung situasi global yang sedang dibayangi krisis dan gangguan pasokan energi. Meski demikian, ia menyebut hasil kajian pemerintah menunjukkan bahwa Indonesia masih memiliki fondasi ekonomi yang cukup kuat untuk menghadapi tekanan tersebut.

“Beberapa hari lalu kita menggelar rapat-rapat menghadapi kondisi global yang penuh krisis dan masalah suplai energi. Setelah kita kaji, ternyata kita punya kekuatan ekonomi yang kuat,” pungkasnya.

Dengan pernyataan itu, Prabowo seolah ingin menegaskan satu hal, ketika dunia sedang rapuh, Indonesia justru memegang salah satu titik paling menentukan dalam rantai energi dan perdagangan global. (Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya