ITS Gunakan AI Face Recognition untuk Mencegah Kecurangan UTBK 2026

Putri Rosmalia Octaviyani
22/4/2026 17:27
ITS Gunakan AI Face Recognition untuk Mencegah Kecurangan UTBK 2026
Pengawasan pelaksanaan UTBK-SNBT di ITS.(Dok. Antara)

INSTITUT Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) mengambil langkah tegas dalam menjaga integritas pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) 2026. Kampus perjuangan ini memperketat pengawasan di seluruh lokasi ujian guna mengantisipasi segala bentuk kecurangan UTBK tahun ini.

Rektor ITS, Bambang Pramujati, menyatakan bahwa kesiapan personel dan sistem pengawasan pada hari pertama pelaksanaan sudah berjalan optimal. "Sisi pelaksanaan dan jumlah pengawas sudah cukup baik," ujar Bambang saat meninjau lokasi ujian di kampus ITS Surabaya, Rabu (22/4/2026).

Skrining Ketat dan Teknologi AI

Prosedur pengamanan dilakukan secara berlapis sejak peserta memasuki ruangan guna mencegah setiap potensi kecurangan UTBK. Petugas menggunakan alat pendeteksi logam (metal detector) untuk memeriksa setiap peserta. Selain itu, aksesori seperti jam tangan, kacamata, dan benda lainnya yang berpotensi disalahgunakan sebagai alat komunikasi ilegal turut diperiksa secara saksama.

Tak hanya pengawasan fisik, ITS juga menerapkan mitigasi berbasis teknologi canggih. Penggunaan face recognition berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) menjadi garda terdepan untuk memastikan validitas identitas peserta.

"Teknologi ini kami gunakan untuk memastikan peserta yang mendaftar, mengikuti ujian, dan melakukan daftar ulang adalah orang yang sama," tegas Bambang Pramujati.

Pada pelaksanaan tahun ini, ITS melayani total 12.585 peserta yang tersebar di 48 lokasi ujian. Ujian dijadwalkan berlangsung pada periode 22–29 April 2026 (kecuali tanggal 26 April). Setiap harinya, ujian dibagi menjadi dua sesi, kecuali pada hari Jumat yang hanya menggelar satu sesi, dengan rata-rata 1.022 peserta per sesi.

Optimalisasi Infrastruktur IT

Untuk menjamin kelancaran teknis, Direktorat Pengembangan Teknologi dan Sistem Informasi (DPTSI) ITS telah menambah kapasitas server dari dua menjadi tiga unit. Selain itu, stabilitas jaringan internet ditingkatkan dengan kebijakan pengalihan perkuliahan mahasiswa reguler ke sistem daring (online) selama masa ujian.

“Jaringan internet diperkuat dengan mengalihkan perkuliahan mahasiswa ke daring,” jelas Direktur PTSI ITS, Bagus Jati Santoso. (Ant/H-3)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya