Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
JERAWAT merupakan masalah kulit umum bagi orang-orang dari semua kelompok usia. Sementara orang dewasa belajar mengatasi jerawat secara bertahap, kondisi kulit ini cenderung memengaruhi remaja dalam lebih dari satu cara.
“Remaja biasanya menganggap jerawat hanyalah 'masalah kulit'. Tetapi beban emosionalnya diam-diam menjadi jauh lebih berat,” kata Dermatolog Dr. Akriti Gupta dikutip dari Hindustan Times, Minggu (19/4).
Gupta menjelaskan jerawat menyerang pada fase paling rentan dalam hal harga diri.
"Jerawat muncul pada tahun-tahun ketika remaja sedang membentuk identitas, kepercayaan diri, dan kedudukan sosial mereka. Dan seringkali, munculnya jerawat dapat membuat mereka menarik diri dari aktivitas atau menghindari kontak mata," ujar dia.
Ia mengatakan biasanya melihat remaja bolos sekolah atau acara sosial pada hari-hari ketika jerawat baru muncul.
Dampak emosionalnya biasanya muncul secara halus pada remaja seperti perubahan suasana hati, mudah tersinggung, kehilangan minat pada hobi, atau obsesi mendadak terhadap filter.
"Orangtua mungkin menganggap ini sebagai perilaku remaja yang normal, tetapi tanda-tanda ini perlu diperhatikan. Ketika seorang remaja mulai menghabiskan satu jam di depan cermin menganalisis setiap pori-pori, itu jarang tentang kesombongan. Biasanya itu adalah kecemasan," ungkap Gupta.
Menurutnya terdapat hubungan dua arah antara jerawat dan depresi. Jerawat dapat memicu depresi, dan depresi dapat memperburuk jerawat melalui perubahan hormonal, kurang tidur, dan peradangan akibat stres.
"Ini menciptakan lingkaran setan, semakin banyak stres menyebabkan semakin banyak jerawat, dan semakin banyak jerawat memperdalam stres,” tukasnya. (Z-2)
Ia juga mengingatkan bahwa menghindari sepenuhnya stimulus yang berkaitan dengan trauma dalam jangka panjang dapat menghambat proses pemulihan.
Ia menjelaskan, gejala yang muncul bisa beragam, seperti perasaan cemas berlebihan, jantung berdebar saat berada di keramaian.
Psikiater dr. Elvine Gunawan memperingatkan bahaya PMDD saat menstruasi, terutama jika muncul keinginan menyakiti diri. Simak gejalanya di sini.
Peran teman sangat penting untuk menerima cerita dan teman curhat itu perlu memberikan saran yang tepat.
LELAH mental atau mental fatigue adalah kondisi ketika seseorang merasa terkuras secara emosional dan pikiran akibat tekanan yang datang bertubi-tubi.
Studi terbaru Pew Research Center mengungkap alasan di balik penggunaan media sosial oleh remaja. Dari hiburan di TikTok hingga koneksi di Snapchat, simak dampaknya.
Juri California menyatakan Meta dan YouTube bersalah atas kecanduan media sosial pada seorang perempuan muda.
Juri Los Angeles memenangkan gugatan wanita muda atas kecanduan media sosial. Meta dan Google dianggap sengaja membangun platform yang merusak mental anak.
Psikolog klinis ungkap alasan remaja dan Generasi Alpha sangat terikat dengan media sosial. Ternyata terkait pencarian identitas dan hormon dopamin.
MENGHADAPI dinamika era digital di tahun 2026, kecemasan orang tua terhadap dampak negatif internet sering kali berujung pada kebijakan larangan total media sosial bagi remaja.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved