Cek Fakta Medis tentang Katarak, Penyebab Kebutaan Terbanyak di Dunia

Media Indonesia
08/4/2026 22:33
Cek Fakta Medis tentang Katarak, Penyebab Kebutaan Terbanyak di Dunia
Dokter Spesialis Mata, Subspesialis Mata Katarak dan Bedah Refraksi RS Pondok Indah, Amir Shidik, di acara temu media di Jakarta Selatan, Rabu (8/4/2026).(Dok MI)

KATARAK merupakan kondisi berubahnya kejernihan lensa mata sehingga menyebabkan gangguan penglihatan yang menghalangi cahaya masuk ke dalam mata. Umumnya, kondisi ini berkembang secara perlahan dan tidak terasa mengganggu, tetapi pada jenis tertentu, seperti katarak traumatik, perkembangannya dapat terjadi lebih cepat.

Seiring bertambahnya usia, katarak akan semakin memburuk hingga mengganggu penglihatan dan berakibat pada kesulitan untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Saat ini, prevalensi katarak mencapai sekitar 50% untuk rentang usia 52-64 tahun dan meningkat drastis hingga 70% pada usia 70 tahun.

Dalam acara bincang media mengenai penyakit katarak di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan pada Rabu (8/4), Dokter Spesialis Mata Subspesialis Mata Katarak dan Bedah Refraksi di RS Pondok Indah, Amir Shidik, membongkar fakta-fakta medis terkait katarak, terutama pada cara penyembuhannya melalui prosedur operasi katarak.

Gejala Katarak yang Harus Diwaspadai

Amir menjelaskan katarak terjadi secara perlahan dalam jangka waktu hitungan bulan hingga tahun. Hal tersebut yang menyebabkan beberapa pasien tidak menyadari bahwa dirinya terkena katarak dan hanya menganggap bahwa kualitas penglihatan menurun sebagai sesuatu hal yang wajar.

Berikut adalah beberapa gejala katarak yang harus diwaspadai:

1. Pandangan berkabut atau berasap
Keluhan utama dari pasien katarak adalah pandangan yang berkabut. Umumnya, penglihatan pasien katarak akan semakin buram di malam hari dan silau di siang hari. Gangguan pandangan ini akan menimbulkan ketidaknyamanan hingga rasa sakit pada pasien.

2. Ukuran kacamata sering berubah
Ukuran kacamata yang sering berubah harus diwaspadai apabila terjadi kenaikan minus yang tinggi dalam rentang waktu yang berdekatan. Penambahan minus yang normal adalah tidak lebih dari satu dalam jangka waktu setahun.

3. Second sight
Kondisi ini merupakan perbaikan penglihatan jarak dekat, tetapi penglihatan jarak jauh justru semakin menurun. Gejala ini patut diwaspadai ketika berumur 40-50 tahun karena pada rentang usia tersebut umumnya akan lebih membutuhkan kacamata baca daripada kacamata minus.

4. Warna putih pada lensa mata
Gejala katarak umumnya tidak disertai dengan mata merah ataupun nyeri, tetapi langsung ditandai dengan munculnya warna putih di area lensa mata. Apabila telah muncul kondisi ini maka kondisi katarak sudah tergolong cukup parah.

Faktor Risiko Katarak

Katarak tidak memiliki penyebab khusus. Kondisi medis ini akan semakin berisiko pada faktor-faktor sebagai berikut:

- individu usia lanjut
- terkena paparan ultraviolet secara berlebih
- memiliki riwayat trauma mata, peradangan mata, dan operasi mata
- mengonsumsi obat-obatan steroid secara berlebih
- individu pengidap diabetes dan obesitas
- mengonsumsi zat radikal bebas, seperti rokok dan alkohol

Selain itu, Amir juga menyebut bahwa dalam beberapa kasus, orang tua dengan kondisi katarak berpotensi menyebabkan kondisi yang sama pada keturunannya. Namun, Amir tetap menegaskan bahwa penyebab tersebut belum dapat dipastikan secara medis dan hingga saat ini penyebab pasti dari katarak belum ditemukan.

Operasi Katarak jadi Kunci Kesembuhan

Hingga saat ini, katarak hanya dapat disembuhkan dengan prosedur operasi katarak. Prosedur ini secara efektif mampu menghilangkan kekeruhan lensa bahkan meminimalisir gangguan penglihatan lainnya.

Dengan kemajuan teknologi, prosedur operasi katarak saat ini telah dilakukan dengan laser. Prosedur fakoemulsifikasi menjadi salah satu teknik operasi katarak dengan mesin modern untuk mengangkat lensa mata yang keruh melalui sayatan kecil.

Fakoemulsifikasi memungkinkan proses pemulihan yang jauh lebih cepat dibandingkan dengan operasi katarak manual. Umumnya, pemulihan operasi katarak membutuhkan waktu kurang lebih satu bulan, tetapi pasien seringkali merasakan peningkatan penglihatan dalam beberapa hari saja.

Dalam proses pemulihan setelah operasi, pasien akan diberikan obat tetes mata sesuai petunjuk dokter yang digunakan sebagai antibiotik dan anti peradangan. Selain itu, pasien juga diberikan obat pengontrol tekanan bola mata untuk mempercepat pemulihan dan penglihatan normal.

Selama pemulihan tersebut, pasien tidak boleh terkena air dalam jangka waktu tertentu. Pasien juga harus menjaga kebersihan di sekitar kelopak mata dengan menggunakan kassa atau kapas lembap.

Apabila katarak tidak segera dioperasi maka penglihatan akan semakin burma akibat kekeruhan lensa yang akan berisiko mengganggu aktivitas, kecelakaan, hingga kebutaan total seiring waktu. (Asha Bening Rembulan/E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya