Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MOMEN silaturahmi Lebaran sering kali diwarnai dengan rasa gemas orang dewasa saat bertemu anak-anak. Namun, pakar kesehatan mengingatkan agar ekspresi kasih sayang tersebut tidak dilakukan secara sembarangan, terutama dalam hal kontak fisik dan pemberian makanan.
Dokter Spesialis Anak, dr. Leonirma Tengguna, M.Sc, Sp.A, CIMI, menekankan bahwa kebiasaan asal sentuh dan asal cium memiliki risiko kesehatan yang nyata bagi anak. Hal ini disebabkan oleh kondisi sistem imun anak yang belum sempurna dibandingkan orang dewasa.
"Gemas sama anak orang boleh, tapi jangan main cium, pegang, apalagi asal suapin. Kita gak tau kuman apa yang nempel di tangan kita dan apakah makanan itu aman dimakan si anak," ujar Leonirma melalui unggahan di akun Instagram @dokteranak_leonirma, dikutip Kamis (12/3).
Menurut Leonirma, tangan yang terpapar kuman dapat menjadi pintu masuk penyakit bagi anak yang daya tahan tubuhnya masih rentan.
Selain kontak fisik, kebiasaan memberikan makanan atau menyuapi anak secara sembarangan juga menjadi sorotan tajam.
Pemberian makanan tanpa izin orangtua berisiko memicu reaksi alergi. Orang luar sering kali tidak mengetahui riwayat medis atau pantangan makanan yang dimiliki sang anak.
Oleh karena itu, dokter yang tergabung dalam Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) ini menyarankan agar siapa pun yang ingin berinteraksi lebih jauh dengan anak harus meminta izin terlebih dahulu kepada orangtua anak itu.
Untuk menjaga agar momen silaturahmi tetap aman dan sehat, Leonirma membagikan beberapa panduan praktis:
Peringatan ini menjadi sangat relevan mengingat situasi kesehatan di Indonesia saat ini, ketika penyakit menular seperti super flu dan campak tengah merebak.
Penyakit-penyakit ini dikenal memiliki daya tular yang cepat jika tidak diimbangi dengan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
Sebagai penutup, Leonirma memberikan pesan singkat namun tegas bagi para tamu yang ingin menunjukkan rasa sayangnya saat Lebaran.
"Kasih THR-nya aja. Sayang anak gak harus pegang, peduli gak harus bikin anak sakit," pungkasnya. (Ant/Z-1)
Menelusuri makna Idul Fitri melalui puitika Jeihan Sukmantoro dan filsafat Islam. Mengubah ritual salaman menjadi kesadaran moral yang tercerahkan.
Tingginya angka kunjungan ini mengukuhkan situs warisan budaya sebagai pilihan utama keluarga untuk berekreasi sekaligus mengedukasi diri.
IDUL Fitri baru saja kita rayakan. Selama sebulan, kita berlatih menahan diri dan mempertajam empati.
Dalam satu hari tersebut, jumlah transaksi pengisian daya mencapai 18.088 kali dengan total konsumsi energi sebesar 427.980 kWh.
Berdasarkan data Posko Angkutan Lebaran periode 22 Maret hingga 25 Maret 2026 pukul 14.00 WIB (H hingga H+3), jumlah penumpang yang kembali ke Jawa baru mencapai 36,4% dari total pemudik.
Presiden Prabowo hubungi Mahmoud Abbas dan pemimpin dunia Islam saat Idul Fitri. Langkah ini jadi sinyal kuat diplomasi Indonesia di panggung global.
Smile Train Indonesia rayakan 100.000 operasi sumbing gratis. Bersama Miss Cosmo 2025 dan RS Hermina Galaxy, perkuat layanan komprehensif bagi anak Indonesia.
Kenali perbedaan campak dan flu Singapura pada anak. Mulai dari pola ruam, penyebab virus, hingga risiko komplikasi serius yang perlu diwaspadai orangtua.
Psikolog Devi Yanti mengingatkan orang tua untuk peka terhadap perubahan perilaku anak di daycare. Simak tanda bahaya dan langkah hukum yang perlu diambil.
Psikolog HIMPSI Devi Yanti membagikan tips bagi orang tua agar anak mau bercerita tentang kegiatannya di daycare melalui pertanyaan terbuka dan media bermain.
Sindrom Turner adalah kelainan kromosom pada janin perempuan. Kenali gejala, risiko komplikasi, hingga langkah penanganan medis untuk optimalkan tumbuh kembang.
Dokter spesialis kulit dr. July Iriani Rahardja meluruskan hoaks larangan mandi bagi anak yang terkena campak atau cacar. Simak tips memandikannya di sini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved