Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MENJELANG mudik lebaran, dokter mengingatkan orang tua untuk memastikan imunisasi anak sudah lengkap setidaknya dua pekan sebelum mudik. Perjalanan jarak jauh, mobilitas tinggi, dan kerumunan besar selama periode mudik meningkatkan risiko penularan penyakit infeksi, terutama pada anak.
Rekomendasi tersebut sejalan dengan panduan dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC) di Amerika Serikat yang menekankan pentingnya vaksinasi sebelum perjalanan jarak jauh atau lintas wilayah. CDC menyarankan orang tua berkonsultasi lebih awal karena tubuh membutuhkan waktu untuk membentuk kekebalan setelah vaksin diberikan.
Secara medis, sebagian besar vaksin membutuhkan waktu sekitar 10 - 14 hari untuk memicu respons imun yang optimal. Jika imunisasi diberikan terlalu dekat dengan jadwal mudik, perlindungan belum terbentuk maksimal saat anak sudah berada di perjalanan atau tiba di kampung halaman.
CDC secara khusus merekomendasikan vaksin campak atau MMR bagi anak yang akan melakukan perjalanan, terutama ke wilayah dengan risiko penularan lebih tinggi. Untuk anak usia 6–11 bulan yang melakukan perjalanan internasional, satu dosis MMR dianjurkan diberikan setidaknya dua pekan sebelum keberangkatan. Ini menunjukkan bahwa jeda waktu sebelum mobilitas besar seperti mudik memang krusial.
Selain campak, vaksin rutin seperti DPT, polio, influenza, hingga COVID-19 sesuai usia dan rekomendasi dokter juga perlu dipastikan statusnya lengkap. Selama mudik, anak sering mengalami kelelahan, perubahan pola tidur, serta terpapar banyak orang di kendaraan umum, rest area, atau tempat berkumpul keluarga besar. Situasi ini meningkatkan potensi penularan penyakit.
Mudik Tingkatkan Paparan Penyakit
Mudik berarti perpindahan massal dari satu daerah ke daerah lain dalam waktu yang hampir bersamaan. Setiap wilayah memiliki profil penyakit berbeda. Anak yang sebelumnya tidak terpapar penyakit tertentu bisa lebih rentan ketika berada di lingkungan baru dengan tingkat sirkulasi virus atau bakteri yang berbeda.
Itu sebabnya pakar kesehatan menyarankan perencanaan imunisasi dilakukan beberapa minggu sebelum jadwal mudik bila memungkinkan. Namun jika waktunya terbatas, orang tua tetap dianjurkan berkonsultasi ke dokter untuk mengetahui opsi percepatan jadwal vaksin.
Melengkapi imunisasi dua pekan sebelum mudik bukan sekadar formalitas, tetapi strategi perlindungan nyata bagi anak. Sebelum fokus pada tiket dan barang bawaan, orang tua sebaiknya memastikan buku imunisasi anak sudah sesuai jadwal. Perlindungan yang matang akan jauh lebih berharga dibandingkan risiko sakit di tengah perjalanan mudik. (Centers for Disease Control and Prevention/P-3)
IMUNISASI disebut sebagai langkah paling efektif dalam mencegah dan menekan penyebaran campak, terutama pada anak usia balita.
Pembukaan simposium ilmiah yang menjadi bagian dari forum IVAXON 2026 di Jakarta.
Pendekatan life-course immunization menjadi fokus utama di IVAXCON 2026 untuk memperkuat perlindungan kesehatan dari bayi hingga lansia dan melawan misinformasi.
Dante juga menjelaskan anak yang telah diimunisasi akan mencegah terjadi penyakit-penyakit yang sebenarnya tidak perlu terjadi.
IDAI menekankan pentingnya imunisasi masif untuk mengatasi lonjakan kasus campak dan polio di Indonesia sebagai penyakit yang muncul kembali.
Sebanyak 281 ribu anak di Aceh masuk kategori zero dose atau belum pernah imunisasi. Simak penyebab, dampak, dan upaya Dinkes Aceh mengatasinya.
Jangan panik jika jadwal vaksin anak terlewat. Dokter spesialis anak jelaskan prosedur catch-up immunization atau imunisasi kejar untuk lindungi buah hati.
Dokter spesialis anak dr. Kanya Ayu Sp.A menekankan pentingnya vaksinasi influenza tahunan untuk mencegah pneumonia dan melindungi kelompok rentan.
PAPDI menekankan pentingnya vaksinasi MMR bagi orang dewasa guna mencegah penularan campak yang tinggi dan risiko komplikasi serius.
Dokter spesialis penyakit dalam ingatkan risiko komplikasi campak bagi kelompok rentan seperti ibu hamil dan penderita gangguan imun. Simak penanganannya.
Epidemiolog menekankan pentingnya peningkatan cakupan vaksinasi sebagai langkah utama mengendalikan penyebaran campak dan mencegah risiko KLB.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved