Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
AKTIVITAS fisik ternyata bukan sekadar cara untuk membentuk otot atau membakar kalori. Sebuah tinjauan ilmiah berskala besar dari James Cook University mengonfirmasi olahraga memiliki kekuatan untuk mengubah kimia otak dan memperbaiki kesehatan mental secara signifikan.
Penelitian yang dipublikasikan dalam British Journal of Sports Medicine ini melakukan "meta-meta analisis" terhadap 63 tinjauan besar yang mencakup 1.079 uji coba terkontrol secara acak dengan total 79.551 partisipan. Skala penelitian yang masif ini memberikan tingkat kepercayaan tinggi terhadap hasilnya.
Data statistik menunjukkan olahraga memberikan dampak nyata pada penurunan gejala gangguan mental. Untuk depresi, ukuran efek rata-rata mencapai -0,61, sementara untuk kecemasan mencapai -0,47.
Dampak positif ini terlihat di semua kelompok umur, mulai dari remaja hingga lansia. Namun, efek terkuat ditemukan pada kelompok dewasa muda berusia 18 hingga 30 tahun serta wanita pascapersalinan (postnatal). Mengingat periode tersebut rentan terhadap risiko gangguan suasana hati, olahraga muncul sebagai alat pendukung dini yang sangat kuat.
Aktivitas aerobik seperti lari, jalan cepat, bersepeda, dan berenang mencatat dampak terbesar, terutama bagi penderita depresi dengan ukuran efek mencapai -0,81. Meski demikian, latihan beban (resistensi) serta praktik pikiran-tubuh seperti yoga dan tai chi juga terbukti efektif.
Satu temuan menarik adalah pentingnya aspek sosial. Sesi olahraga berkelompok atau yang dipandu oleh instruktur menunjukkan hasil lebih baik dibandingkan latihan mandiri. Dukungan sosial, tujuan bersama, dan dorongan semangat dari sesama peserta diduga kuat menjadi faktor pemicu motivasi dan rasa memiliki yang membantu proses pemulihan.
Penelitian ini mengungkapkan rancangan program olahraga harus disesuaikan dengan tujuan kesehatan mental yang spesifik:
Olahraga bekerja melalui jalur kognitif dan neurobiologis. Aktivitas fisik meningkatkan pertumbuhan neurotrofin otak yang mendukung kelangsungan hidup sel otak dan melindungi dari kerusakan saraf.
Selain itu, kualitas tidur yang lebih baik, kesehatan kardiovaskular, dan meningkatnya kepercayaan diri turut berkontribusi pada stabilitas emosional. Saat dibandingkan dengan pengobatan medis dan psikoterapi, olahraga menunjukkan efektivitas yang setara.
"Hal ini tidak berarti pengobatan atau terapi harus dihentikan. Sebaliknya, bukti menunjukkan olahraga layak mendapatkan tingkat kepentingan yang sama sebagai bagian dari rencana perawatan," tulis para peneliti dalam laporannya.
Mengingat akses terhadap terapi dan obat-obatan sering kali terbatas, olahraga hadir sebagai solusi terjangkau dengan manfaat tambahan bagi kesehatan fisik secara menyeluruh. (Earth/Z-2)
Ia juga mengingatkan bahwa menghindari sepenuhnya stimulus yang berkaitan dengan trauma dalam jangka panjang dapat menghambat proses pemulihan.
Ia menjelaskan, gejala yang muncul bisa beragam, seperti perasaan cemas berlebihan, jantung berdebar saat berada di keramaian.
Psikiater dr. Elvine Gunawan memperingatkan bahaya PMDD saat menstruasi, terutama jika muncul keinginan menyakiti diri. Simak gejalanya di sini.
Peran teman sangat penting untuk menerima cerita dan teman curhat itu perlu memberikan saran yang tepat.
Jerawat tak hanya masalah kulit. Pada remaja, kondisi ini bisa memicu kecemasan hingga depresi. Simak penjelasan dokter tentang dampak emosional dan cara mengatasinya.
LELAH mental atau mental fatigue adalah kondisi ketika seseorang merasa terkuras secara emosional dan pikiran akibat tekanan yang datang bertubi-tubi.
Psikolog Ratih Ibrahim memperingatkan risiko PTSD pada korban kecelakaan kereta api. Simak gejala, faktor risiko, dan pentingnya penanganan dini di sini.
Penelitian terbaru mengungkap konsep 'affective tactile memory'. Ternyata, tubuh kita merekam sentuhan bermakna sebagai sensasi fisik yang membentuk rasa aman seumur hidup.
Psikolog Ratih Ibrahim menjelaskan pentingnya resiliensi dan dukungan keluarga bagi korban kecelakaan kereta api untuk pulih dari trauma psikologis.
Masalah emosi dan perilaku pada anak usia dini kerap kali dipersepsikan sebagai fase perkembangan yang wajar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved