Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
Pemerhati politik dan pemerintahan Risman Rachman mendorong pemerintah pusat untuk segera menerbitkan Instruksi Presiden (Inpres) tentang diskresi hukum guna mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi bencana Aceh. Menurutnya, regulasi tersebut penting untuk memperkuat kewenangan Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi yang saat ini dijalankan pemerintah.
Usulan tersebut disampaikan Risman sebagai respons atas kekhawatiran Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, yang menilai Satgas Pemerintah belum memiliki kekuatan eksekusi setara dengan Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) Aceh-Nias pada masa lalu. Kekhawatiran itu diungkapkan Fadhlullah dalam rapat koordinasi antara Satgas Pemulihan Pascabencana (Galapana) DPR RI dan Satgas Pemerintah di Banda Aceh.
Risman menilai kegelisahan Wakil Gubernur Aceh tersebut bersifat objektif dan berangkat dari kepentingan melindungi masyarakat daerah dari potensi keterlambatan akibat prosedur birokrasi kementerian teknis. Menurutnya, kekhawatiran itu muncul karena pengalaman panjang Aceh menghadapi proses pemulihan yang kerap terhambat mekanisme administratif pusat.
“Beliau tidak ingin rakyat Aceh kembali menjadi korban lambannya prosedur administratif di tingkat pusat,” ujar Risman.
Risman menjelaskan bahwa secara desain, skema pemulihan pascabencana yang saat ini dijalankan pemerintah sebenarnya telah diarahkan untuk memangkas hambatan birokrasi. Berdasarkan telaahnya terhadap Keputusan Presiden Nomor 1 Tahun 2026, terdapat empat pilar utama yang menjadi fondasi kerja Satgas Pemerintah.
Pertama, keberadaan Rencana Induk yang bersifat mengikat bagi 15 kementerian dan lembaga, sehingga seluruh program pemulihan berada dalam satu kerangka komando terpadu. Kedua, kewajiban pelaporan langsung kepada Presiden setiap dua bulan, yang memungkinkan pengambilan keputusan cepat apabila terjadi kebuntuan di tingkat kementerian.
Ketiga, penunjukan Menteri Dalam Negeri sebagai Ketua Tim Pelaksana, yang dinilai strategis untuk mempercepat koordinasi antara pusat dan daerah, sekaligus mengurai persoalan administratif seperti perizinan dan lahan. Keempat, keterlibatan Satgas Galapana DPR RI sebagai pengawas, yang berperan menjembatani komunikasi politik ketika muncul kendala anggaran maupun teknis.
“Jika ada hambatan di kementerian teknis, Satgas Galapana DPR dapat langsung melakukan komunikasi untuk membuka kebuntuan, sebagaimana telah berjalan sejak awal,” kata Risman.
Ia menilai pola kerja tersebut menunjukkan bahwa pemerintah sedang menerapkan sistem komando terintegrasi. Dalam skema ini, pelaksanaan kebijakan tidak lagi berjalan parsial di masing-masing kementerian, melainkan terpusat di bawah kendali Satgas Pemerintah yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden dan diawasi oleh DPR.
Meski demikian, Risman menegaskan bahwa agar Satgas memiliki daya dobrak setara BRR, penguatan regulasi di tingkat operasional tetap dibutuhkan. Ia mendorong DPR, melalui Satgas Galapana dan Wakil Ketua DPR, untuk mengusulkan penerbitan Inpres Diskresi kepada Presiden.
“Inpres Diskresi ini penting sebagai jalur cepat agar Satgas Pemerintah memiliki payung hukum yang kuat dalam mengeksekusi anggaran dan pengadaan tanpa terjebak prosedur normal,” ujarnya.
Menurut Risman, dengan dukungan penuh DPR serta adanya Inpres Diskresi, tidak akan ada lagi ruang bagi birokrasi pusat untuk saling melempar tanggung jawab dengan pemerintah daerah dalam proses pemulihan Aceh. Ia menilai langkah tersebut krusial agar rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana dapat berjalan cepat, terkoordinasi, dan benar-benar berpihak pada masyarakat. (E-3)
Kepala Pos Komando Wilayah Aceh Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR), Safrizal ZA, meninjau langsung hunian sementara.
Pemerintah menepis narasi yang berkembang di media sosial yang menyebut pemerintah menyerah dalam menangani lumpur pascabanjir Aceh.
Satuan Tugas Percepatan Pemulihan Pascabencana (PRR) melaporkan progres pembersihan lumpur pascabanjir di Aceh telah mencapai 92% hingga awal April 2026.
Banjir bandang kembali melanda Kabupaten Aceh Tengah, Aceh, akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut pada Senin (6/4).
Lokasi lahan masjid yang sebelumnya luas berkisar 2 hektare, habis tergerus arus deras saat banjir Aceh.
Sekretaris BNPP RI, Komjen Pol. Makhruzi Rahman melakukan peninjauan ke wilayah terdampak banjir bandang di Kampung Landuh, Kabupaten Aceh Tamiang
Polresta Banda Aceh menangkap terduga pelaku penganiayaan balita di Daycare Baby Preneur. Kasus terungkap setelah rekaman CCTV viral di media sosial.
TIGA pendulang emas tradisional di aliran sungai kawasan Cot Kuala, Kecamatan Mane, Kabupaten Pidie, Aceh, hanyut terbawa arus besar.
Pertemuan ini bukan sekadar pertemuan. Ini adalah pertemuan rasa, pertemuan hati, dan pertemuan sejarah
Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau Mualem menyatakan bahwa upaya pemulihan pascabencana banjir dan longsor di Aceh membutuhkan dukungan besar dari pemerintah pusat.
Program Amanah luncurkan Future Leaders Bootcamp di Aceh Besar untuk mencetak generasi unggul melalui kewirausahaan dan kepemimpinan berkarakter.
Saat menjadi narasumber pada seminar itu, Ahmad Luthfi membeberkan sejumlah praktik baik yang sudah dilakukan di Provinsi Jawa Tengah selama ia memimpin.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved