Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
AHLI gizi dari Asosiasi Ahli Gizi Olahraga Indonesia (ISNA), Dr. Rita Ramayulis, DCN, M.Kes mengingatkan bahwa susu tidak boleh diposisikan sebagai pengganti makanan utama anak.
Rita mengatakan susu memiliki kedudukan dapat dikonsumsi sebagai bagian dari makan lengkap, terutama pada pagi hari, atau dijadikan makanan selingan.
“Kalaupun anak suka susu, orang tua tetap harus mengkondisikan bahwa anak harus makan lengkap ketika makan utama, misalnya siang hari makan lengkap. Tapi jangan sampai diposisikan susu menggantikan makan lengkap, tidak demikian,” kata Rita, Jakarta, Jumat (9/1).
Rita menjelaskan bahwa susu hanya melengkapi makanan utama anak karena dari situ akan mendapatkan protein dan kalsium. Jika semuanya diganti ke susu, justru anak kemungkinan banyak mendapatkan risiko kekurangan gizi, seperti karbohidrat kompleksnya bisa kurang.
“Tidak ada seratnya dan juga keseimbangan antara karbo, protein, lemak dan mikronutrien itu enggak tercipta kalau mengonsumsi hanya berupa makanan cair saja. Dan tentunya proses pencernaan di dalam tubuh juga tidak baik kalau hanya menerima makanan cair saja,” tutur dia.
Dosen Pasca Sarjana Magister Kesehatan Masyarakat Universitas Faletehan itu mengatakan bahwa anak-anak tengah berada pada masa pembelajaran, penentuan atau pembentukan kebiasaan makan yang baik. Oleh karena itu, pentingnya peran orang tua mengajarkan dan melatih anak untuk pola makan yang benar.
Orang tua disarankan lebih cermat menyiasati pemenuhan gizi anak di rumah, terutama bagi anak yang lebih menyukai susu dibandingkan makanan utama. Pendekatan yang dapat dilakukan dengan menyepakati menu bersama anak, dan memodifikasi agar sesuai selera sekaligus bernilai gizi.
“Berikanlah makan utama dulu, nanti ketika selingan apa yang masih kurang di makan utama misalnya anak kurang dapat kalsium, protein, maka susu bisa melengkapi sebagai makanan selingan bersama dengan makanan lain misalnya buah,” jelas ahli gizi lulusan Universitas Indonesia itu. (Ant/P-3)
Presiden INA Dr. dr. Luciana B. Sutanto menekankan pentingnya protein dan zat besi untuk kecerdasan anak serta pencegahan stunting dan anemia.
Kekurangan zat besi berdampak pada kecerdasan anak.
Dokter spesialis anak dr. Lucky Yogasatria memperingatkan bahaya kekurangan zat besi yang memicu stunting, gangguan otak, hingga penurunan IQ pada anak.
Asupan gizi yang tidak seimbang atau penggunaan suplemen yang sembarangan justru dapat berdampak buruk bagi kesehatan.
Kunci pembeda utama antara stunting dan stunted terletak pada penyebab dan asupan nutrisi sang anak.
Aturan pemberian makan anak atau feeding rules tidak hanya bicara soal apa yang dimakan, tetapi mencakup tiga pilar utama: jadwal, prosedur, dan lingkungan.
Pakar Gizi IPB memperingatkan risiko kesehatan menjadikan kental manis sebagai minuman harian karena kandungan gula yang mencapai 50 persen.
Dokter spesialis anak dr. Lucky Yogasatria memperingatkan risiko konsumsi susu berlebih yang dapat mengganggu penyerapan zat besi dan memicu anemia pada anak.
BPOM mengajak masyarakat menjadi konsumen cerdas dan berdaya dengan selalu menerapkan Cek KLIK (Kemasan, Label, Izin edar, dan Kadaluarsa) sebelum membeli atau mengonsumsi produk pangan.
Selain dari sinar matahari, asupan melalui minuman adalah cara praktis untuk memenuhi kebutuhan harian vitamin D Anda.
Temukan inspirasi resep minuman kekinian dengan susu yang viral dan mudah dibuat. Lengkap dengan tips bisnis, modal, dan variasi rasa untuk pemula.
Dalam konsep piramida gizi seimbang, susu hanyalah salah satu opsi dari kelompok sumber protein.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved