Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MASIH banyak orangtua yang beranggapan bahwa semua anak bertubuh pendek pasti mengalami gangguan gizi. Padahal, secara medis, terdapat perbedaan mendasar antara kondisi stunting dengan anak yang sekadar memiliki tubuh pendek atau stunted.
Dokter spesialis anak dr. Ian Suryadi Suteja, M.Med Sc, Sp.A, membedah perbedaan signifikan di antara keduanya.
Menurut Ian, kunci pembeda utamanya terletak pada penyebab dan asupan nutrisi sang anak.
Ian menjelaskan bahwa stunting merupakan dampak dari kekurangan gizi kronis yang berlangsung dalam jangka panjang. Kondisi ini biasanya dipicu oleh asupan makanan yang tidak mencukupi atau adanya penyakit penyerta yang menguras energi anak.
Akibat kekurangan gizi tersebut, tinggi badan anak menjadi lebih rendah dibandingkan rata-rata anak seusianya.
Ian menekankan bahwa pada kondisi stunting, tubuh gagal mengalokasikan nutrisi untuk pertumbuhan karena harus berfokus pada upaya pemulihan kesehatan.
"Nutrisinya enggak cukup, itu bukan buat naikkin berat badan dan tinggi badan melainkan malah dipakai buat hal yang penyakit tadi. Jadi berhubungan sama nutrisi yang masuk sama bagaimana si tubuh itu mengutilisasi dari energinya," ujar dokter lulusan Universitas Gadjah Mada (UGM) tersebut.
Di sisi lain, kondisi stunted atau tubuh pendek tidak selalu berkaitan dengan masalah nutrisi. Faktor-faktor di luar pola makan memegang peranan penting dalam kondisi ini.
"Stunted itu berhubungan sama mungkin genetik, orangtuanya keduanya pendek, mungkin ada gangguan hormon, mungkin ada sindrom-sindrom tertentu itu yang bikin dia pendek, tapi itu tidak berhubungan dengan nutrisi," jelasnya lebih lanjut.
Mengingat stunting masih menjadi tantangan kesehatan yang serius di Indonesia, Ian mengingatkan para orangtua untuk tidak lengah. Pencegahan terbaik adalah dengan melakukan deteksi dini melalui pemantauan kurva pertumbuhan anak secara disiplin sejak lahir.
Langkah ini penting agar penyimpangan pertumbuhan dapat dideteksi sebelum menjadi masalah yang lebih berat. Ia menyarankan para orangtua untuk rutin melakukan konsultasi ke tenaga medis, terutama pada periode emas pertumbuhan anak.
"Cara kita mengatasi stuntingnya adalah kita harus memantau kurva pertumbuhan yang penting. Setiap bulan tetap harus ke dokter anak sampai satu tahun, sekalian vaksin, cek tumbuh kembangnya," tutup Ian.
Melalui pemahaman yang tepat mengenai perbedaan ini, diharapkan orangtua bisa lebih proaktif dalam mencukupi kebutuhan gizi anak serta rutin memeriksakan kondisi fisik buah hati guna mencegah risiko gangguan pertumbuhan permanen di masa depan. (Ant/Z-1)
Banyak yang salah kaprah! Dokter spesialis anak jelaskan perbedaan stunting dan stunted (pendek). Kenali penyebab gizi kronis vs faktor genetik di sini.
Smile Train Indonesia rayakan 100.000 operasi sumbing gratis. Bersama Miss Cosmo 2025 dan RS Hermina Galaxy, perkuat layanan komprehensif bagi anak Indonesia.
Kenali perbedaan campak dan flu Singapura pada anak. Mulai dari pola ruam, penyebab virus, hingga risiko komplikasi serius yang perlu diwaspadai orangtua.
Psikolog Devi Yanti mengingatkan orang tua untuk peka terhadap perubahan perilaku anak di daycare. Simak tanda bahaya dan langkah hukum yang perlu diambil.
Psikolog HIMPSI Devi Yanti membagikan tips bagi orang tua agar anak mau bercerita tentang kegiatannya di daycare melalui pertanyaan terbuka dan media bermain.
Sindrom Turner adalah kelainan kromosom pada janin perempuan. Kenali gejala, risiko komplikasi, hingga langkah penanganan medis untuk optimalkan tumbuh kembang.
Dokter spesialis kulit dr. July Iriani Rahardja meluruskan hoaks larangan mandi bagi anak yang terkena campak atau cacar. Simak tips memandikannya di sini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved