Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DOKTER Spesialis Obstetri dan Ginekologi Subspesialis Fertilitas Endokrinologi Reproduksi Dr. dr. Gita Pratama, Sp.OG, Subsp. FER., M.Rep.Sc mengatakan orang yang memiliki badan kurus juga dapat terkena penyakit gangguan kesuburan seperti Polycystic Ovary Syndrome (PCOS).
"Biasanya, dia gejalanya enggak seberat yang overweight atau obesitas. Jadi yang lean PCOS kita istilahnya," kata Gita dalam temu media di Jakarta, dikutip Jumat (21/11).
Dokter lulusan Universitas Indonesia itu menjelaskan perempuan dengan berat badan di bawah berat ideal dapat menjaga tubuh tetap sehat dengan rajin berolahraga dan diet yang sesuai dengan kebutuhan.
Jika terkena PCOS, biasanya penderitanya akan lebih mudah mengalami kenaikan berat badan, menurut sebuah penelitian. Penderita juga akan lebih cepat lapar, sering ingin memakan camilan.
"Sehingga kalau sudah terjadi obesitas, banyak pasien-pasien yang kemudian menderita resistensi insulin atau kondisi yang dapat kita katakan pradiabetes," katanya.
Insulin dalam tubuh lambat laun bakal sulit menekan kadar gula yang masuk dan memperlebar risiko terkena diabetes.
"Memang pada pasien-pasien PCOS itu diperkirakan 50% itu bisa mengalami diabetes sebelum usia 40 tahun ya," katanya.
Gita menyampaikan situasi itu juga menjadi alasan para dokter kandungan memasifkan edukasi pada masyarakat, terutama usia remaja untuk lebih menjaga gaya hidup dan memperhatikan kesehatan rahim sejak muda.
Menurutnya, gaya hidup yang sehat tidak dapat terbentuk dalam waktu yang sebentar. Diperlukan pembiasaan agar individu terlatih untuk disiplin.
Ia juga mengatakan bahwa pasien-pasien yang memiliki bakat atau genetik PCOS sudah dapat terlihat dari usia remaja.
Dalam kesempatan itu, dokter yang melangsungkan praktik di Rumah Sakit Pondok Indah ini juga membeberkan sejumlah gaya hidup yang dapat memicu terjadinya infertilitas atau kondisi dimana perempuan tidak dapat memiliki keturunan.
Misalnya seperti sedentary lifestyle atau gaya hidup yang kurang aktif bergerak dapat membuat perempuan mengalami infertilitas yang disebabkan oleh Polycystic Ovary Syndrome (PCOS).
Kebiasaan yang dimaksud seperti terlalu banyak duduk ketika berada di kantor atau rumah, lebih memilih pergi menggunakan mobil atau kendaraan umum lain dan sekadar berbaring ketika ada waktu kosong.
Di samping itu, makanan yang dikonsumsi mengandung karbohidrat dan gula yang cenderung tinggi. Nantinya, kebiasaan itu akan mendorong individu mengalami kenaikan berat badan atau obesitas.
"PCOS itu bisa genetik dan ada faktor lingkungan seperti kebiasaan makan kita, kebiasaan aktivitas kita," pungkasnya. (Ant/Z-1)
WIC Jakarta sukses gelar Konferensi Biennial WCI ke-17. Fokus pada pemberdayaan perempuan, pendidikan, dan pelestarian warisan budaya di era transformasi.
PT IWIP mendobrak stigma gender di industri pertambangan melalui pelatihan operator alat berat dan lingkungan kerja inklusif bagi perempuan di Maluku Utara.
Dokter spesialis ingatkan pentingnya pap smear meski sudah vaksin HPV. Simak data kasus kanker serviks di Indonesia dan program skrining gratis Kemenkes.
Sindrom Turner adalah kelainan kromosom pada janin perempuan. Kenali gejala, risiko komplikasi, hingga langkah penanganan medis untuk optimalkan tumbuh kembang.
Psikiater dr. Elvine Gunawan menjelaskan bagaimana pola asuh kritikal memicu self-stigma dan membuat perempuan sulit terbuka saat menghadapi masalah.
Psikiater dr. Elvine Gunawan memperingatkan bahaya PMDD saat menstruasi, terutama jika muncul keinginan menyakiti diri. Simak gejalanya di sini.
Dua iklan Zara dilarang tayang oleh Otoritas Standar Periklanan Inggris (ASA) karena menampilkan model yang "terlalu kurus secara tidak sehat".
DIABETES memberikan dampak buruk pada tubuh, salah satunya membuat badan menjadi kurus. Akan tetapi, apakah kurus karena diabetes atau sakit kecing manis, badan bisa gemuk kembali?
Eating disorder bukan hanya masalah naik-turun berat badan. Ada berbagai faktor di belakangnya, seperti trauma, depresi, gangguan kecemasan, dan tekanan lingkungan.
Selama pertunjukan terbaru mereka di Paris pada Sabtu (15/7), para penggemar Blackpink sangat memperhatikan Rosé, yang dianggap terlihat terlalu kurus.
Rose Blackpink memicu kekhawatiran fans dengan sosoknya yang sangat kurus selama konser baru-baru ini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved