Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DOKTER spesialis anak sekaligus konselor pemberian makan bayi dan anak Ian Suryadi Setja menyampaikan bahwa kebiasaan bermain menggunakan gawai bisa mempengaruhi kemampuan sensorik anak, termasuk keterampilan makan anak.
Dalam acara Ngobrol Bareng Sahabat (Ngobras) untuk memperingati Hari Susu Sedunia di Jakarta, Senin (2/6), Ian Suryadi Setja mengatakan bahwa kebiasaan bermain dan melihat konten menggunakan gawai bisa membuat anak susah memusatkan perhatian dan menyebabkan penurunan kemampuan sensorik anak.
Ian memberikan gambaran, makan sambil melihat tayangan di layar gawai membuat anak tidak bisa menikmati proses makan karena perhatiannya sering teralihkan.
"Ini berdampak pada proses makan, seperti kesulitan mengunyah atau memegang makanan. Selain itu, anak juga cenderung mengalami mindless
eating atau makan tanpa kesadaran karena fokus pada layar," kata dia.
Menurut dia, kondisi yang demikian berpengaruh pada kerja penyampaian sinyal kenyang dari otak. Akibatnya, anak makan terlalu sedikit atau berlebihan.
Ia mengemukakan bahwa mindless eating dalam jangka panjang bisa mengganggu pemenuhan nutrisi dan tumbuh kembang anak.
Ian mengingatkan para orangtua untuk membatasi penggunaan gawai anak.
Menurut dia, anak-anak berusia di bawah dua tahun idealnya sama sekali tidak kena paparan layar perangkat elektronik.
Waktu melihat layar perangkat elektronik bagi anak-anak berusia di atas dua tahun, ia mengatakan, sebaiknya dibatasi tidak melampaui 30 menit per hari.
Setelah berusia di atas lima tahun, dia melanjutkan, waktu melihat layar anak lebih baik dibatasi maksimal satu sampai dua jam per hari.
"Selain membatasi durasi, konten yang ditonton juga harus diperhatikan. Pilih tayangan yang edukatif dan sesuai usia," kata Ian.
Pemengaruh Nimaz Dewantary membagikan strateginya dalam mengatur penggunaan perangkat elektronik anak.
"Jujur, aku tidak membiasakan anakku screen time," katanya.
"Aku lebih menekankan kebiasaan makan bersama di meja makan. Jadi saat aku makan, anakku juga ikut makan. Dan screen time hanya aku berikan di luar jam makan," tambahnya.
Nimaz juga mengemukakan perlunya orangtua mengupayakan anak mengonsumsi makanan bergizi seimbang serta menghadirkan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang optimal anak.
Ian menyarankan para orangtua memberikan beragam jenis makanan kepada anak agar kebutuhan zat gizi makro dan mikro penting mereka terpenuhi.
Anak-anak membutuhkan cukup asupan karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral agar bisa tumbuh dan berkembang secara optimal.
"Susu berperan penting dalam mendukung perkembangan otak dan tumbuh kembang anak," katanya.
"Pastikan memilih susu sesuai usia anak, telah memiliki izin BPOM, serta rendah gula. Pilih juga yang diperkaya dengan mikronutrien seperti AA, DHA, zat besi, kalsium, dan vitamin D," pungkasnya. (Ant/Z-1)
Smile Train Indonesia rayakan 100.000 operasi sumbing gratis. Bersama Miss Cosmo 2025 dan RS Hermina Galaxy, perkuat layanan komprehensif bagi anak Indonesia.
Kenali perbedaan campak dan flu Singapura pada anak. Mulai dari pola ruam, penyebab virus, hingga risiko komplikasi serius yang perlu diwaspadai orangtua.
Psikolog Devi Yanti mengingatkan orang tua untuk peka terhadap perubahan perilaku anak di daycare. Simak tanda bahaya dan langkah hukum yang perlu diambil.
Psikolog HIMPSI Devi Yanti membagikan tips bagi orang tua agar anak mau bercerita tentang kegiatannya di daycare melalui pertanyaan terbuka dan media bermain.
Sindrom Turner adalah kelainan kromosom pada janin perempuan. Kenali gejala, risiko komplikasi, hingga langkah penanganan medis untuk optimalkan tumbuh kembang.
Dokter spesialis kulit dr. July Iriani Rahardja meluruskan hoaks larangan mandi bagi anak yang terkena campak atau cacar. Simak tips memandikannya di sini.
Dietisien RS Pelni menekankan pentingnya protein, sayur, dan buah bagi tumbuh kembang anak serta risiko jangka panjang akibat kurang gizi.
Emotional eating itu salah satu bentuk perilaku makan yang merujuk pada kecenderungan seseorang mengonsumsi makanan karena kendali emosi, bukan karena lapar.
Di dalam tubuh manusia, terdapat hormon tertentu yang bertugas mengatur nafsu makan, rasa kenyang, hingga rasa lapar.
Aturan pemberian makan anak atau feeding rules tidak hanya bicara soal apa yang dimakan, tetapi mencakup tiga pilar utama: jadwal, prosedur, dan lingkungan.
Istilah "makan terakhir" biasanya merujuk pada hidangan pamungkas yang diinginkan seseorang sebelum menutup usia.
Minat makan anak sangat dipengaruhi oleh pengalaman sensorik, termasuk variasi rasa dan aroma.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved