Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Perkebunan Nusantara IV (PalmCo), Sub-Holding dari PTPN III (Persero) menjalankan program PalmCo Scholarship. Program beasiswa itu tidak hanya menanggung biaya pendidikan, tetapi juga membuka peluang pelatihan vokasi hingga kesempatan bekerja di perusahaan bagi para penerima beasiswa.
Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko Santosa dalam keterangan tertulisnya (02/06) di Jakarta, ia menekankan bahwa PalmCo Scholarship merupakan wujud untuk memberdayakan anak bangsa, khususnya mereka yang memiliki semangat belajar tinggi namun menghadapi keterbatasan ekonomi.
"Program ini bukan hanya mendanai pendidikan penuh selama delapan semester, tetapi juga membekali para penerima beasiswa dengan berbagai pelatihan dan pengembangan diri. Tujuan kami adalah menyiapkan mereka agar siap bersaing di dunia kerja," ungkap Jatmiko.
Sejak diluncurkan pada akhir tahun 2024, telah ada 20 mahasiswa terpilih dari berbagai daerah di Indonesia. Program itu menanggung biaya Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan mencakup biaya hidup bulanan selama empat tahun masa studi dengan total dukungan mencapai Rp1,9 miliar.
“Insya Allah kedepannya akan semakin diperluas. Dan semoga para lulusan terbaik, dapat bergabung bersama kami membangun negeri melalui industri ini,” tukasnya lagi.
Cerita para penerima PalmCo Scholarship pun mencerminkan betapa program ini menjadi jalan pembuka harapan bagi generasi muda. Talitha Azmi Noviansyah mahasiswi Akuntansi dari Universitas Riau mengungkapkan betapa beasiswa ini telah mengubah hidupnya.
"Saya berasal dari keluarga sederhana, dengan penghasilan orang tua saya kurang dari tiga juta per bulan. Dulu saya sempat ragu apakah bisa melanjutkan kuliah. Namun dengan adanya PalmCo Scholarship, saya bisa belajar dengan tenang, mengikuti berbagai pelatihan, dan semakin percaya diri untuk meraih masa depan yang lebih baik," ucapnya.
Senada dengan Talitha, Muhammad Fais Syaifullah mahasiswa Teknik Industri dari Universitas Tanjungpura Pontianak menceritakan bahwa beasiswa ini memberinya kesempatan yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya.
"Saya sempat berpikir untuk langsung bekerja setelah lulus SMA karena keterbatasan biaya. Tapi PalmCo Scholarship hadir sebagai penyelamat. Dengan tunjangan kuliah penuh dan biaya hidup sebesar Rp1,5 juta per bulan, saya kini bisa fokus belajar dan mengembangkan diri. Harapan saya, setelah lulus nanti, saya bisa mengabdi di PalmCo," jelasnya.
Fadil mahasiswa Teknik Elektro dari Universitas Andalas juga menuturkan kisahnya yang serupa.
"Saya berasal dari keluarga buruh dengan penghasilan pas-pasan. Mendapatkan beasiswa ini seperti mimpi yang menjadi kenyataan. Apalagi, PalmCo menyediakan pelatihan vokasi yang akan menjadi bekal penting untuk masa depan saya," ungkapnya.
Sementara itu, Alifa Alyanathasya, mahasiswi Akuntansi dari Universitas Syiah Kuala, menambahkan bahwa PalmCo Scholarship bukan hanya sekadar beasiswa, tetapi juga pengalaman yang memotivasi.
"Saya merasa didukung bukan hanya dari sisi finansial, tetapi juga dari segi pengembangan diri. Dengan mengikuti pelatihan dan seminar yang disediakan, saya merasa dipersiapkan untuk menjadi profesional yang tangguh. Saya ingin menjadi contoh bagi adik-adik saya, bahwa pendidikan tinggi itu bukan hanya impian, tetapi bisa menjadi kenyataan," pungkasnya.
Apresiasi terhadap PalmCo Scholarship juga datang dari Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Stella Christie, Ph.D. Dalam sebuah talkshow bersama Andi F Noya beberapa waktu lalu, Prof. Stella menilai PalmCo Scholarship merupakan model sinergi yang patut dicontoh, karena menghubungkan dunia pendidikan dengan kebutuhan industri.
“PalmCo Scholarship sangat mendukung pendidikan formal, karena turut membekali mahasiswa dengan keterampilan praktis dan kesiapan menghadapi dunia kerja,” jelas Prof. Stella.
Ia berharap program serupa dapat diperluas dan menjadi inspirasi bagi perusahaan-perusahaan lain untuk turut berkontribusi dalam pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia. (M-3)
J&T Express luncurkan J&T Connect Preneur Goes to Campus. Program inkubasi mahasiswa dengan total hadiah Rp225 juta dan mentoring bisnis digital.
Situasi di lingkungan kampus juga dinilai belum menunjukkan keberpihakan terhadap korban, bahkan muncul dugaan adanya intimidasi terhadap korban dan keluarganya.
BNPP mendorong para mahasiswa untuk memanfaatkan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) sebagai laboratorium belajar lapangan di perbatasan
Gubernur Sultra Andi Sumangerukka kucurkan Rp1,8 miliar dana pribadi untuk beasiswa 150 mahasiswa akibat kendala APBD.
Melalui dana zakat, Baznas akan terus berkomitmen mendukung gagasan-gagasan dan cita-cita anak muda yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa.
Transparansi pendanaan organisasi nonpemerintah (NGO) menjadi sorotan di tengah meningkatnya arus modal global dan aktivitas lembaga swadaya masyarakat di Indonesia.
Mendikdasmen menegaskan komitmennya dalam menjaga pelaksanaan TKA agar tetap kredibel, transparan, dan berintegritas di seluruh wilayah Indonesia.
WIC Jakarta sukses gelar Konferensi Biennial WCI ke-17. Fokus pada pemberdayaan perempuan, pendidikan, dan pelestarian warisan budaya di era transformasi.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk mengatasi kendala tersebut agar tidak terjadi di tahun berikutnya.
Dalam konteks ini, pendidikan vokasi seharusnya menjadi solusi strategis. Namun untuk memahami bagaimana seharusnya vokasi berfungsi, kita perlu melihat praktik terbaik global.
PRESIDEN Prabowo Subianto menyatakan komitmennya melakukan perbaikan besar-besaran sektor pendidikan, mulai dari renovasi fisik sekolah hingga penguatan kualitas pembelajaran.
President University mengukuhkan tiga Guru Besar baru: Prof. Anton Wachidin, Prof. Erwin Sitompul, dan Prof. Jhanghiz Syahrivar untuk perkuat riset nasional.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved